Select Page

Cash flow merupakan salah satu komponen krusial yang memengaruhi kegiatan operasional  perusahaan. Karenanya, di samping mengejar profit, menjaga arus kas tetap stabil juga perlu diperhatikan jika tidak ingin usaha Anda gulung tikar. Yuk, simak 6 tips cerdas untuk menjaga cash flow perusahaan berikut ini.

Daftar isi:
1. Buat Tingkat Prioritas untuk Pengeluaran
2. Terapkan Strategi Product Bundling
3. Berikan Penawaran Harga yang Lebih Tinggi
4. Hindari Penumpukan Stok
5. Alokasikan Keuntungan dengan Bijak
6. Evaluasi Cash Flow Secara Berkala

1. Buat Tingkat Prioritas untuk Pengeluaran

Setiap perusahaan wajib memperhitungkan tingkat prioritas sebelum melakukan pengeluaran. Pasalnya, ada pengeluaran yang berdampak besar bagi bisnis, dan ada juga yang tidak terlalu berpengaruh. Oleh karenanya, sebelum membuat keputusan untuk mengeluarkan kas, perhitungkan dengan matang tingkat prioritas atau urgensinya.

2. Terapkan Strategi Product Bundling

Product bundling adalah salah satu strategi penjualan yang sering diterapkan perusahaan untuk menarik konsumen. Bagi pemilik bisnis, strategi ini cukup efektif meningkatkan angka penjualan. Dengan demikian, aliran kas perusahaan otomatis ikut meningkat. Di sisi lain, konsumen juga diuntungkan karena bisa mendapat beberapa produk dengan hanya membeli satu produk saja.

3. Berikan Penawaran Harga yang Lebih Tinggi

Dengan menetapkan harga jual yang tinggi, Anda pastinya juga akan mendapat keuntungan yang tinggi pula. Namun, pastikan harga yang Anda tetapkan tidak terlampau jauh dengan harga yang ada di pasaran. Agar menarik bagi konsumen, berikan keunikan pada produk Anda sehingga berbeda dari yang lain, misalnya dari segi packaging, pelayanan, bonus, dan lain sebagainya. Dengan begitu, pembeli akan merasa puas meski harga yang Anda tawarkan lebih tinggi.

4. Hindari Penumpukan Stok

Penumpukan stok barang merupakan salah satu masalah utama yang sering menyebabkan kebocoran arus kas. Karenanya, penting  untuk memiliki laporan persediaan yang baik agar Anda lebih mudah dalam mengecek dan mengelola stok barang. Jika stok sudah terlanjur menumpuk, Anda juga bisa memberi diskon pada barang lama untuk meningkatkan cash flow perusahaan.

5. Alokasikan Keuntungan dengan Bijak

Keuntungan yang Anda peroleh dari bisnis bukan serta-merta 100 persen menjadi milik Anda. Keuntungan tersebut harus dialokasikan kembali ke sejumlah pos untuk membuat usaha tetap berjalan. Sebagai contoh, dari 100 persen keuntungan yang didapat, Anda bisa mengalokasikan 10 persennya untuk ditabung atau diinvestasikan, 20 persen untuk biaya cadangan, serta 70 persen untuk biaya operasional.

6. Evaluasi Cash Flow Secara Berkala

Terakhir, lakukan evaluasi terhadap cash flow secara berkala. Dengan mengevaluasi cash flow, Anda akan bisa mendeteksi masalah-masalah yang terjadi pada keuangan bisnis Anda.

Jadi, itulah beberapa tips cerdas untuk menjaga cash flow perusahaan tetap sehat. Agar lebih mudah dalam menghitung transaksi keluar masuk pada cash flow, gunakan saja software akuntansi Finata. 

Melalui fitur-fitur unggulannya, Finata akan membantu Anda menganalisa laporan keuangan perusahaan dan menjadi indikator yang tepat untuk mendiagnosa kesehatan bisnis. Dengan Finata, menjalankan bisnis akan lebih efektif dan efisien sehingga Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan usaha.