Select Page

Bukan rahasia umum bila banyak startup yang gagal berkembang hingga bangkrut lantaran memiliki tata kelola keuangan yang buruk. Oleh karena itu, sejak pertama kali berdiri, seorang founder harus cerdas dalam mengelola keuangannya. Selama mengelola keuangan, ada 3 faktor yang perlu diperhatikan. Tiga faktor inilah yang akan menjadi tantangan startup selama mengembangkan usahanya ke depan.

Daftar isi:
1. Hanya Memiliki Sedikit Modal
2. Mencampurkan Keuangan Pribadi dan Bisnis
3. Tidak Punya Mentor dalam Mengelola Keuangan

Mengingat para pendiri startup kebanyakan berasal dari kalangan anak muda, maka tak heran bila tantangan utama yang mereka hadapi adalah modal yang minim. Padahal, pengeluaran biaya bukan hanya dilakukan ketika awal mendirikan, Anda juga harus terus berinvestasi untuk membesarkan usaha. Di sinilah tantangan selanjutnya. Dengan modal yang sedikit, Anda pun harus pintar mengelola keuangan. Usahakan untuk tidak menggunakan uang melebihi biaya anggaran. Anda harus fokus mengalokasikan dana untuk mengembangkan produk. 

Kalau ingin mendapatkan suntikan modal, Anda bisa mencari dana hibah dari perusahaan besar yang memang menyediakan dana khusus untuk membantu pembangunan perekonomian melalui divisi CSR.

2. Mencampurkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Tips kedua mengelola keuangan untuk perintis startup ialah pisahkan dana pribadi dengan dana bisnis. Perlu Anda ketahui bahwa mencampurkan keuangan pribadi dan bisnis berisiko membawa pengaruh negatif bagi perkembangan startup. Mengapa demikian? 

Pertama, Anda tidak bisa mengontrol ke mana uang Anda mengalir. Mendapatkan informasi pengeluaran usaha secara akurat pun jadi susah. Dengan begitu, pemantauan performa startup akan sulit dilakukan. Selanjutnya, startup yang Anda dirikan tidak terlihat profesional. Apalagi kalau usaha yang Anda rintis bergerak di bidang e-commerce. Penggunaan rekening pribadi tentu bisa memengaruhi kepercayaan konsumen ketika melakukan transaksi di tempat Anda.

3. Tidak Punya Mentor dalam Mengelola Keuangan

Pengelolaan laporan keuangan memang bukan hal yang mudah. Terlebih, bagi Anda yang tidak paham dengan proses akuntansi. Bila sudah begini, akan lebih bijak bila Anda menyewa tenaga profesional untuk membantu mengelola keuangan usaha. 

Terkadang, fungsi mentor tidak terbatas hanya membantu mengendalikan keuangan, tetapi juga bisa Anda ajak bercakap-cakap terkait perkembangan usaha atau memberikan masukan terhadap setiap keputusan yang akan Anda ambil.

 

Itulah 3 hal terkait pengelolaan keuangan yang sering menjadi tantangan startup. Berbicara mengenai pengelolaan laporan keuangan pada poin ketiga, apabila dana yang Anda miliki terbatas tetapi ingin membuat catatan keuangan yang profesional, Anda bisa beralih menggunakan Finata sebagai software keuangan tepercaya. 

Menawarkan fitur yang lengkap dan mudah digunakan, Finata akan membantu bisnis startup Anda lebih berkembang dan sehat secara finansial. Menariknya, UMKM dengan omzet di bawah 300 juta rupiah berkesempatan untuk menggunakan Finata secara GRATIS untuk SELAMANYA. 

Tertarik mencoba layanan gratis dari Finata? Kunjungi website Finata.