Syarat Pembuatan Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

by | Jul 30, 2021 | Bisnis, Blog | 0 comments

surat-izin-tempat-usaha

Dalam mendirikan sebuah usaha, kita memerlukan beberapa izin kepada pihak yang berwenang. Salah satu izinnya ialah Surat Izin Tempat Usaha atau biasa disebut dengan SITU.

Pengertian Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

Apa itu SITU?

SITU adalah sebuah surat yang dikeluarkan untuk badan usaha, perusahaan, atau perorangan yang membuka tempat usaha.

Surat Izin Tempat Usaha ini dikeluarkan oleh badan hukum yang berdekatan dengan tempat usaha tersebut. SITU diberikan sebagai pernyataan bahwa badan usaha, perusahaan, atau tempat usaha yang bersangkutan menjalankan usaha yang sudah sesuai dengan ketentuan tata urang wilayah di sekitar lokasi usaha.

Dasar Hukum Surat Izin Tempat Usaha

SITU memiliki dasar hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam bentuk Peraturan Daerah atau PERDA. Peraturan daerah tersebut juga telah mengatur tentang tata cara sistem untuk mendapatkan SITU.

Kemudian perlu diperhatikan, karena dasar hukumnya adalah Peraturan Daerah, maka peraturan setiap daerah untuk membuat situ bisa jadi berbeda.

Syarat-syarat Surat Izin Tempat Usaha

– Syarat Pembuatan SITU

Secara umum, persyaratan untuk SITU adalah hal-hal berikut:

  1. Surat Permohonan bermaterai Rp. 10000,- lengkap dengan stempel/cap perusahaan
  2. Fotocopi KTP Pemohon (Umumya Pemilik/Direktur/Penanggungjawab) atau Surat Izin Sementara khusus bagi warna negara asing
  3. Surat Kuasa dan fotocopy KTP Penerima Kuasa apabila pengurusan dikuasakan kepada orang lain
  4. Fotocopy IMBG yang masih berlaku sesuai dengan kegiatan usaha
  5. Fotocopy Bukti Penguasaan Hak atas tanah, antara lain berupa sertifikat, perjanjian sewa menyewa, perjanjian pinjam pakai atau perjanjian dalam bentuk lain
  6. Fotocopy akte pendirian perusahaan dan/atau akta perubahannya serta akta pengesahannya
  7. Fotocopy SPPT dan STTS PBB tahun terakhir
  8. Persetujuan lingkungan/warga/tetangga radius 200 m dari lokasi tempat usaha, yang diketahui oleh RT/ RW/Kepala Desa/Lurah
  9. Surat Keterangan Domisili Usaha

 

– Syarat Permohonan Perpanjangan SITU

SITU umumnya paling lama 3 (tiga) tahun dan bila telah habis masa berlakunya, harus diperpanjang.

Bila Anda mau memperpanjang SITU, berikut adalah syarat-syarat yang perlu Anda siapkan:

  1. Surat Permohonan Perpanjangan yang ditandatangani oleh pemohon di atas meterai
  2. Fotocopi SITU Lama
  3. Fotocopi IMB
  4. Fotocopi SPPT dan STTS PBB Tahun terakhir
  5. Focotocopi Akte Pendirian Perusahaan (khusus untuk perseroan terbatas harus melampirkan pengesahan pendirian perusahaan dari Menteri Hukum dan HAM)
  6. Surat Keterangan Domisili Usaha dari Kecamatan

 

– Jangka Waktu Penyelesaian SITU

SITU baru, umumnya, paling lama 5 (lima) hari kerja sejak persyaratan dinyatakan lengkap

SITU Perpanjangan: paling lama 5 (lima) hari kerja sejak persyaratan dinyatakan lengkap

– Masa Berlaku SITU

SITU berlaku selama tiga (3) tahun dan dapat diperpanjang apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan sepanjang subjek dan/atau objek tidak mengalami perubahan.

Apa Perbedaannya SITU dan SIUP?

SITU dan SIUP memiliki perbedaan fungsi:

SITU adalah surat yang merupakan sebuah izin untuk diberikan kepada perusahaan, badan atau perorangan agar dapat memperoleh tempat usaha yang sesuai dengan kapasitas tata ruang wilayah yang di perlukan dalam penanaman modal.

SIUP adalah surat yang merupakan izin usaha, yang dikeluarkan melalui Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota / Wilayah sesuai letak domisili perusahaan yang dikeluarkan untuk menjalakan kegiatan usaha pada bidang perdagangan dan Jasa di Indonesia

Manfaat SITU adalah memberi jaminan dari segi hukum kepada para pengusaha. Dengan mengantongi izin, para pengusaha tidak perlu khawatir lagi terhadap gangguan – gangguan yang dapat merugikan pihak – pihak tertentu.

Sanksi dan Hukumanya telah diatur berdasarkan peratuan daerah masing – masing, termasuk apabila terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh pemegang izin yang tidak melaksanakan kewajiban – kewajibannya.

Contohnya seperti sanksi terberat dalam kasus – kasus terdahulu yakni usaha tersebut bisa ditutup atau dihentikan dan bisa juga tidak mendapatkan izin lain dalam kegiatan operasionalnya.

Apakah Anda pemilik usaha? Setiap perusahaan harus memiliki perencanaan yang matang dan tepat demi keefisiensian dan kelancaran perusahaan. Selain perencanaan yang matang, dalam eksekusi atau prakteknya juga harus diperhatikan. Contohnya dalam hal pencatatan keuangan atau akuntansi, memonitor proses produksi dan lain-lain.

Dalam hal pencatatan keuangan, Finata sebagai software akuntansi dan bisnis bisa menjadi solusi bagi perusahaan manufaktur. Di dalamnya terdapat fitur pencatatan barang komposit, inventory, dan pencatatan produksi.

Demikian beberapa poin tentang perencanaan produksi. Dengan mengikuti poin-poin tersebut diharapkan proses produksi dan bisnismu akan menjadi lebih mudah.

Ayo cek youtube Finata dan pelajari lebih banyak tentang Bisnis, Akuntansi, Keuangan, dan Pajak bersama Finata.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan.
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday