Syarat Pelaporan SPT Tahunan yang Harus Anda Ketahui

by | Dec 21, 2019 | Blog, Laporan Keuangan | 0 comments

Syarat pelaporan SPT tahunan kerap menjadi buah bibir di kalangan masyarakat dewasa ini. SPT sendiri merupakan kepanjangan dari Surat Pemberitahuan Tahunan. Yaitu surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak.

Sebagai wajib pajak, SPT perpajakan merupakan kewajiban perpajakan yang tidak boleh terlewatkan setiap tahunnya. Tenggat waktu pelaporan SPT tahunan adalah pada tanggal 31 Maret untuk wajib pajak orang pribadi.

Sedangkan, untuk wajib pajak badan,tenggat waktunya adalah pada tanggal 30 April di setiap tahunnya. Penyampaian pelaporan SPT tahunan pajak dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Selain disampaikan langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), SPT tahunan juga dapat disampaikan dengan cara mengirimkan lewat jasa pos atau ekspedisi, lapor online via website https://djponline.pajak.go.id atau melalui Application Service Provider (ASP).

Dengan adanya berbagai alternatif pembayaran tersebut, tentunya Anda bisa lebih mudah melakukan pembayaran pajak secara tepat waktu.

Perbedaan SPT Tahunan dengan SPT Bulanan

Pada dasarnya, SPT terdiri dari dua jenis yaitu SPT tahunan dan SPT bulanan atau masa. Berikut perbedaan antara SPT tahunan dengan SPT bulanan:

  • SPT Tahunan

SPT tahunan digunakan untuk melaporkan penghasilan atas diri sendiri. SPT tahunan dilaporkan pada setiap akhir Tahun Pajak.

SPT tahunan terdiri dari dua jenis, yaitu SPT tahunan orang pribadi dan SPT tahunan badan. SPT tahunan orang pribadi dibagi menjadi 3 jenis yaitu  SPT tahunan orang pribadi 1770, SPT tahunan orang pribadi 1770 S, dan SPT tahunan orang pribadi 1770 SS. Sedangkan, SPT tahunan badan hanya terdiri dari satu jenis, yaitu SPT 1771.

Batas pelaporan SPT tahunan orang pribadi adalah 3 bulan sejak berakhirnya masa pajak sedangkan untuk pelaporan. SPT tahunan badan maksimal adalah 4 bulan sejak berakhirnya masa pajak.

  • SPT Bulanan

SPT bulanan berfungsi untuk melaporkan pajak yang dipotong atau dipungut. SPT bulanan jenisnya ada bermacam-macam, sesuai dengan pasal yang mewajibkannya. Jenis-jenis SPT bulanan yaitu SPT Masa PPh dan PPN. SPT bulanan PPh mengharuskan pelampiran bukti potong.

Format SPT bulanan berbeda antara jenis satu dengan yang lain, berdasarkan objek dan tarif pajak untuk setiap jenis pajak.

Batas waktu pelaporan SPT bulanan PPh maksimal adalah pada tanggal 20 bulan berikutnya. Jika bertepatan dengan hari libur maka
pelaporan dilakukan pada keesokan harinya saat hari kerja. Sedangkan, SPT bulanan PPN pelaporan dilaksanakan maksimal pada akhir bulan berikutnya.

Baca juga : Jenis Jenis Pajak

Tata Cara dan Syarat Pelaporan SPT Tahunan Bagi Wajib Pajak

Seperti sudah dijelaskan, ada beberapa cara pembayaran SPT yang bisa dipilih oleh wajib pajak. Setiap cara pun tentu memiliki langkah yang berbeda dalam penyelesaian pembayaran. Untuk pembayaran secara langsung, Anda harus pergi ke Kantor

Pelayanan Pajak (KPP) terdekat. Saat ke KPP, wajib pajak hanya perlu membawa formulir SPT Tahunan yang telah diisi dengan lengkap dam benar. Lalu formulir tersebut diserahkan langsung ke petugas pajak di KPP. Kemudian, wajib pajak akan mendapatkan tanda terima pelaporan SPT tahunan yang telah dilaporkan.

Bukti pelaporan SPT tahunan tadi harus disimpan agar mudah dicari jika suatu waktu dibutuhkan lagi.

Bagi yang ingin melakukan pelaporan melalui pos atau jasa ekspedisi dan kurir, wajib pajak harus menyampaikan SPT tahunan di dalam amplop tertutup yang telah direkatkan lembar informasi. Lembar tersebut harus bertuliskan nama wajib pajak, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), status SPT Tahunan (nihil / kurang bayar / lebih bayar), tahun pajak, jenis SPT (SPT tahunan / SPT tahunan pembetulan ke-…), nomor telepon yang bisa dihubungi, pernyataan, dan tanda tangan wajib pajak.

Kemudian berkas SPT tahunan tersebut dikirimkan ke alamat KPP tempat Anda terdaftar. Satu surat tercatat (bukti pengiriman atau tanda terima berkas) berlaku untuk satu SPT.

Lalu, tanda bukti dan tanggal pengiriman surat tersebut dijadikan sebagai tanda bukti dan tanggal penerimaan SPT jika SPT yang dilaporkan sudah lengkap. Yang terpenting, simpan dengan baik bukti pengiriman tersebut, jangan sampai hilang.

Bagi Anda yang tidak sempat ke KPP atau ke kantor pos, Anda juga bisa melakukan pelaporan SPT secara online. Pelaporan SPT tahunan dilakukan online via e-filing maupun e-form adalah cara penyampaian SPT terbaik yang cocok untuk Anda yang ekstra sibuk. Anda bisa melaporkan SPT tahunan online lewat laman https://djponline.pajak.go.id.

Tentunya syarat pelaporan SPT tahunan via online juga hampir sama dengan cara lainnya. Yang berbeda, Anda hanya perlu mengisikan data dengan cara mengetik, tidak perlu menulis di atas kertas.

Laman tersebut dapat diakses oleh siapa pun kapan saja dan di mana saja. Dengan begitu, Anda tidak perlu berdesakan untuk antre di KPP. Laman website tersebut dapat diakses melalui ponsel pintar, PC, maupun tablet yang memiliki koneksi dengan jaringan internet.

Baca juga : Jenis Laporan Keuangan

Selain ketiga cara tersebut, Anda juga bisa melaksanakan pelaporan SPT tahunan melalui Aplication Service Provider (ASP). ASP sendiri merupakan aplikasi yang dikelola oleh pihak ketiga untuk menjadi penyedia jasa layanan aplikasi.

Cara pelaporan SPT tahunan melalui aplikasi ini tertuang dalam PER-36/PJ/2013. Beberapa perusahaan yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak sebagai Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) adalah PT. Mitra Pajakku yang memiliki website http://www.pajakku.com, Laporpajak.com dengan website http://www.laporpajak.com dan juga PT. Sarana Prima Telematika dengan website http://www.spt.co.id. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengakses website-website tersebut.

Pelaporan melalui aplikasi juga tak kalah mudahnya dengan pelaporan melalui https://djponline.pajak.go.id.

Sering Telat Bayar Pajak? Pilih Finata sebagai Solusi!

Setelah mengetahui syarat pelaporan SPT tahunan melalui berbagai cara, Anda harus segera mencari solusi agar pembayaran pajak menjadi lebih tertib. Untuk itu Finata hadir untuk membantu organisasi bisnis dalam melakukan perencanaan dan mengendalikan kinerja bisnis agar bisa terus bertumbuh dengan baik.

Jadi, Finata berfokus pada pengembangan software bisnis yang mendukung UMKM dengan sistem berbasis web yang mudah diakses dengan biaya terjangkau.

Fitur yang ditawarkan Finata pun sangat lengkap dan mudah digunakan. Mulai dari master data, transaksi in out, laporan lengkap, kelola pajak, sensor keuangan, dan reminder hutang. Dengan begitu, pengelolaan keuangan Anda akan lebih teratur dan Anda bisa membayar pajak tepat waktu.

Apa pun jenis bisnis Anda, Finata siap membantu dan melayani Anda. Karena Finata di desain untuk segala jenis bisnis. Untuk menggunakannya pun Anda tak perlu meng-install perangkat lunak lain karena Finata ini 100% berbasis website sehingga lebih praktis digunakan.

Bahkan, Finata bukan hanya bisa diakses melalui PC, tetapi juga bisa melalui ponsel pintar dan tablet. Satu akun Finata hanya bisa digunakan untuk satu perusahaan saja.

Sehingga jika ingin menambahkan perusahaan kedua dan seterusnya Anda harus membeli akun Finata yang baru. Dijamin, Finata akan selalu memudahkan aktivitas berbisnis Anda. Jadi, yuk buruan cari tahu selengkapnya di finata.id.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download