Sukses Lewat Memahami dan Mengendalikan Laba Rugi Perusahaan

by | Feb 14, 2021 | Bisnis, Akuntansi | 0 comments

mengendalikan-laba-rugi-perusahaan

Apa yang membuat sebuah perusahaan dapat sukses dan menghasilkan miliaran bahkan triliunan dalam 1 bulan? Apa resep rahasia dibelakang kesuksesan tersebut? Umumnya banyak orang akan menjawab modal yang besar, produk berkualitas, sumber daya manusia yang banyak, atau strategi pemasaran yang menakjubkan.

Lantas bagaimana perusahaan tersebut dapat mampu memperoleh modal yang begitu besar, merancang produk yang dicintai banyak orang sampai dengan membuat orang takjub dan mengantri untuk membeli produk mereka?

Salah satu kunci penting adalah dengan memahami dan mempelajari kondisi laporan keuangan perusahaan.

Laporan keuangan bisa kita analogikan seperti kitab suci bagi sebuah perusahaan, di dalamnya berisi informasi dan petunjuk tentang bagaimana kita harus mengambil tindakan dan kemana arah perusahaan harus berjalan. Jika laporan ini hanya menjadi pajangan saja tanpa dibaca dan dipahami, kita termasuk golongan yang merugi.

Banyak dari kita sudah tidak asing dengan istilah laporan laba rugi: Laporan yang menunjukkan berapa omzet, biaya dan keuntungan perusahaan. Namun berapa banyak yang mampu memahami isi dari laporan tersebut?

Memahami laporan laporan laba rugi, tidak perlu sampai harus mempekerjakan staf khusus atau menyewa konsultan.

Cukup dengan memahami beberapa informasi berikut ini, kita sudah akan bisa menemukan pencerahan tentang apa yang salah di bisnis kita sampai dengan menemukan celah potensi untuk membesarkan bisnis tersebut.

Ketahui Minat Pasar Terhadap Produk Anda dari Omzet/Pendapatan

Omzet atau pendapatan adalah jumlah dari berapa banyak produk yang anda jual dikalikan dengan harga yang ditawarkan kepada konsumen. Omzet adalah cerminan seberapa besar konsumen mencintai produk anda, serta seberapa baik aktifitas pemasaran pada produk tersebut.

Nilai omzet yang besar bisa terjadi karena produk anda memiliki harga yang murah, namun mampu terjual dengan volume yang sangat tinggi, atau sebaliknya, volume penjualan rendah tetapi konsumen anda mau membayar harga tinggi terhadap produk anda.

Anda dapat bandingkan nilai omzet perusahaan dengan periode lalu atau bandingkan dengan saingan anda. Jika dinilai ada masalah, kemungkinan ada yang salah dengan produk, target pasar, harga atau cara promosi yang perusahaan anda lakukan. Cara yang paling mudah untuk mengetahui informasi ini adalah dengan meminta feedback kepada konsumen yang sudah anda miliki.

Banyak pebisnis pemula yang terjebak dalam memahami nilai omzet ini. Hati-hati: Meskipun nilai omzet sudah besar dan dinilai tidak bermasalah, kita jangan dahulu berpesta ria, karena omzet ini nantinya akan dikurangi oleh biaya-biaya yang akan menentukan untung rugi perusahaan, yang akan kita bahas pada tahapan berikutnya.

Harga Pokok Penjualan: Seberapa Menguntungkan Produk Anda

Tahap kedua yang perlu kita cek pada laporan laba rugi adalah harga pokok penjualan, yaitu berapa biaya untuk pengadaan produk-produk yang kita jual. Jika perusahaan kita bisnisnya dagang: berapa harga beli barang dagangan dari supplier berikut ongkos dan biaya lainnya, jika perusahaan kita memproduksi barang: berapa ongkos produksinya. Semakin rendah harga pokok perusahaan, artinya produk kita menguntungkan dan layak untuk dijual (jika diikuti oleh omzet yang besar tentunya).

Nilai harga pokok ini perlu kita bandingkan dengan nilai omzet, karena nantinya yang menjadi gross profit margin dan akan digunakan untuk mendanai keseharian perusahaan serta menjadi keuntungan kita (kalau ada sisanya) sebagai pemilik perusahaan adalah dari selisih omzet dan harga pokok ini.

Misalkan pada perusahaan saya tercatat omzet Rp. 10juta, sementara harga pokok penjualannya adalah Rp. 9juta. Artinya akan tersisa 1 juta rupiah untuk membayar keseharian perusahaan seperti listrik, gaji, dan sebagainya, dan sisanya adalah keuntungan yang dapat saya nikmati atau kerugian yang harus saya ikhlaskan, tergantung berapa besar biaya operasi sehari-hari perusahaan saya.

Karena meskipun misalkan uang yang saya pegang adalah sebesar 10 juta rupiah (dari omzet), tetapi 9 juta rupiah harus saya alokasikan untuk pengadaan ulang produk jika ingin memperoleh omzet yang sama pada bulan depan.

Artinya, semakin tinggi harga pokok penjualan ini, semakin kecil keuntungan anda, semakin besar risiko kerugian. Biasanya untuk perusahaan dengan nilai harga pokok tinggi kita perlu lebih bersusah payah dalam memasarkannya, karena harus terjual banyak untuk dapat menutup biaya lainnya.

Langkah yang umumnya dapat dilakukan untuk mengobati kondisi harga pokok tinggi/gross profit yang kecil adalah anda dapat mencari alternatif supplier yang mau menawarkan harga lebih rendah dari yang sekarang, atau anda dapat naikkan harga jual produk yang tentunya harus diperhatikan jika kita menjual lebih mahal artinya perlu taktik pemasaran yang lebih jitu dibandingkan saat ini.

Biaya Operasional Tidak Pandang Bulu: Pahami dan Kontrol Sekarang Juga

Biaya ini adalah biaya yang umumnya akan selalu ada tidak peduli berapapun omzet anda. Contohnya seperti listrik, sewa kantor, penyusutan aset, gaji, dan biaya pemasaran. Idealnya biaya ini lunas dibayar dari sisa omzet perusahaan setelah dikurangi harga pokok. Kunci utama dari biaya operasional adalah harus benar-benar ada hubungannya dengan omzet perusahaan.

Kita tidak dapat seenaknya langsung memangkas biaya operasional ini, karena tentu akan berdampak pada aktifitas berjalannya bisnis. Namun kita bisa identifikasi yang mana yang paling relevan terhadap omzet dan optimalkan biaya tersebut.

Dalam menganalisa biaya operasional ini, kita harus tahu biaya apa saja yang paling besar, serta yang mana yang paling erat hubungannya dengan omzet. Terkadang memangkas biaya bukanlah selalu menjadi solusi, anda harus pintar-pintar mengetahui biaya mana yang paling membantu dalam menghasilkan omzet, seperti kasus berikut ini:

Misalkan pada perusahaan saya tercatat biaya sewa toko sebesar 10 juta rupiah dan biaya iklan sebesar 1 juta rupiah. Setelah diteliti lebih lanjut diketahui bahwa penjualan di perusahaan saya 90% dari online, yang datang langsung ke toko hanya 10%.

Artinya, biaya iklan adalah biaya yang lebih relevan terhadap omzet dibandingkan sewa toko, karena lebih banyak mendatangkan pembeli, kita dapat alokasikan dana lebih banyak kepada iklan, dan tutup/pindahkan toko fisik ke tempat yang lebih murah.

Hal terakhir yang perlu diingat adalah, nilai biaya operasional anda nantinya akan menjadi syarat jumlah minimal produk yang harus anda jual jika tidak ingin bangkrut. Contohnya misalkan biaya operasional di perusahaan saya adalah 100 juta rupiah, sementara produk yang saya jual memiliki harga 200 ribu rupiah dengan harga pokok 100 ribu rupiah. Artinya jika tidak ingin bangkrut dan usaha tetap berjalan, minimal saya harus menjual 1.000 produk (100juta dibagi (200.000-100.000)).

Laba Rugi Adalah Cerminan Tindakan Anda

Pada akhirnya semua akan bermuara menjadi keuntungan (atau kerugian). Nilai laba/rugi pada laporan keuangan adalah cerminan dari keputusan-keputusan yang anda ambil mulai dari segmentasi pasar, merancang produk, memilih supplier, memilih lokasi, sampai dengan perekrutan karyawan dan penganggaran biaya operasional lainnya.

Tidak peduli hasilnya, laba rugi perusahaan umumnya selalu ditentukan oleh hal-hal berikut ini:

  • Omzet: Kerugian bisa terjadi karena produk yang anda jual tidak laku atau salah pendekatan dalam menawarkan ke calon pelanggan.
  • Harga Pokok Penjualan: Jika biaya pengadaan produk terlalu mahal atau harga jual produk terlalu murah, gross profit yang didapatkan akan sangat kecil sehingga tidak cukup untuk bayar biaya sehari-hari perusahaan.
  • Biaya Operasional: Anda salah mengalokasikan biaya seperti membeli peralatan yang tidak perlu, merekrut terlalu banyak staf, memilih lokasi yang tidak strategis, salah identifikasi biaya yang paling berpengaruh kepada omzet.
  • Pendapatan dan Biaya Lainnya: Meliputi biaya bunga bank, penghasilan dari investasi saham.

Membuat laporan keuangan standar dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan.
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday