Struktur Organisasi: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

by | Apr 19, 2021 | Bisnis, Blog | 0 comments

struktur-organisasi

Struktur organisasi merupakan hal penting yang membantu sebuah perusahaan dalam mendapatkan kesuksesan. Hal ini sebetulnya masih menjadi perdebatan oleh beberapa kalangan, karena di satu sisi ada yang mengatakan bila penjualan produk dan layanan yang banyak menandakan sukses tidaknya perusahaan tersebut.

Karena itu, mari kita bahas apa itu struktur organisasi dan peranannya dalam sebuah perusahaan.

Pengertian Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu diagram atau sistem yang menggambarkan suatu hirarki dalam suatu organisasi. Struktur ini berfungsi untuk memperjelas kedudukan setiap posisi dalam suatu organisasi termasuk pemegang hak dan kewajiban masing-masing.

Dengan menggunakan struktur ini adalah untuk mengoptimalkan jalannya suatu organisasi dengan efektif dan efisien. Misalnya, dengan struktur yang tepat maka suatu keputusan dapat berjalan mengalir dari atas ke bawah sehingga mempermudah sebuah organisasi dalam menentukan tujuan yang akan dilakukan kedepannya.

Fungsi Struktur Organisasi

Pembentukan sebuah struktur organisasi pada perusahaan memiliki beberapa fungsi, yaitu:

1. Membentuk Tanggung Jawab Anggota

Setiap anggota dari organisasi akan memahami bahwa tugas dan tanggung jawabnya terhadap atasan atau pimpinannya.

2. Menjelaskan Kedudukan Setiap Anggota

Dengan mengetahui siapa yang menjadi atasan dan siapa yang menjadi bawahan, organisasi dapat mempermudah dalam melakukan koordinasi dan hubungan kedepannya sehingga akan menjadi efektif dan efisien.

3. Mempermudah Pembagian Tugas

Dalam sebuah organisasi tentu pekerjaan sudah disesuaikan dengan bidang masing-masing anggotanya. Dengan menggunakan struktur organisasi yang jelas, maka pembagian tugas akan lebih tepat dan jelas.

4. Memperjelas Jalur Hubungan dalam Pekerjaan

Jalur hubungan sangat dibutuhkan melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawab setiap karyawan di dalam perusahaan. Sehingga dalam jalur penyelesaian suatu pekerjaan akan semakin efektif dan dapat saling memberikan keuntungan.

 

Baca Juga : Menilai posisi bisnis kita sekarang

Jenis-Jenis Struktur Organisasi Perusahaan

Ada beberapa jenis struktur organisasi, setiap jenis struktur memiliki fungsinya masing-masing sehingga struktur ini dipergunakan tergantung dari jenis organisasi itu sendiri. Beberapa jenis struktur organisasi tersebut adalah sebagai berikut :

– Struktur Organisasi Fungsional

Merupakan struktur paling umum yang digunakan dalam organisasi yang berdasarkan fungsi pekerjaan umum. Sebuah organisasi dengan struktur organisasi fungsional, misalnya, akan mengelompokkan semua marketing menjadi satu dalam satu departemen, mengelompokkan semua sales dalam satu departemen terpisah, dan mengelompokkan semua layanan pelanggan menjadi satu di departemen ketiga.

Struktur fungsional memungkinkan adanya spesialisasi tingkat tinggi bagi karyawan, dan mudah diskalakan jika organisasi berkembang. Selain itu, struktur ini bersifat mekanistik – yang berpotensi menghambat pertumbuhan karyawan – menempatkan staf di departemen berbasis keterampilan masih dapat memungkinkan mereka untuk mendalami bidang mereka dan mencari tahu apa yang mereka kuasai.

– Struktur Divisi Berbasis Produk

Struktur organisasi divisi terdiri dari beberapa struktur fungsional yang lebih kecil (yaitu setiap divisi dalam struktur divisi dapat memiliki tim pemasarannya sendiri, tim penjualannya sendiri, dan seterusnya). Dalam hal ini – struktur divisi berbasis produk – setiap divisi dalam organisasi didedikasikan untuk lini produk tertentu.

Jenis struktur ini ideal untuk organisasi dengan banyak produk dan dapat membantu mempersingkat siklus pengembangan produk. Hal ini memungkinkan bisnis kecil masuk ke pasar dengan penawaran baru dengan cepat.

– Struktur Divisi Berbasis Pasar

Variasi lain dari struktur organisasi divisi adalah struktur berbasis pasar, di mana divisi dari suatu organisasi didasarkan pada pasar, industri, atau jenis pelanggan.

Struktur berbasis pasar ideal untuk bisnis yang memiliki produk atau layanan yang unik untuk segmen pasar tertentu, dan sangat efektif jika bisnis tersebut memiliki pengetahuan lanjutan tentang segmen tersebut. Struktur ini juga membuat bisnis selalu sadar akan perubahan permintaan di antara segmen audience yang berbeda.

– Struktur Divisi Geografis

Struktur divisi geografis menetapkan pembagiannya berdasarkan geografi. Lebih khusus lagi, pembagian struktur geografis dapat mencakup wilayah, wilayah, atau distrik.

Jenis struktur ini paling cocok untuk bisnis yang perlu dekat dengan sumber pasokan dan / atau pelanggan (misalnya untuk pengiriman atau untuk dukungan di tempat). Ini juga menyatukan berbagai bentuk keahlian bisnis, memungkinkan setiap divisi geografis untuk membuat keputusan dari sudut pandang yang lebih beragam.

– Struktur Berbasis Proses

Struktur berbasis proses dirancang di sekitar aliran ujung ke ujung dari proses yang berbeda, seperti “Riset & Pengembangan”, “Akuisisi Pelanggan”, dan “Pemenuhan Pesanan”.

Tidak seperti struktur yang berfungsi secara ketat, struktur berbasis proses tidak hanya mempertimbangkan aktivitas yang dilakukan karyawan, tetapi juga bagaimana aktivitas yang berbeda tersebut berinteraksi satu sama lain.

Untuk sepenuhnya memahami diagram di bawah ini, Anda perlu melihatnya dari kiri ke kanan: Proses akuisisi pelanggan tidak dapat dimulai sampai Anda memiliki produk yang dikembangkan sepenuhnya untuk dijual. Dengan cara yang sama, proses pemenuhan pesanan tidak dapat dimulai sampai pelanggan telah diperoleh dan ada pesanan produk yang harus diisi.

Struktur berbasis proses sangat ideal untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi bisnis, dan paling cocok untuk mereka yang berada di industri yang berubah dengan cepat, karena mudah beradaptasi.

– Struktur Matriks

Tidak seperti struktur lain yang telah kita lihat sejauh ini, struktur organisasi matriks tidak mengikuti model hierarki tradisional. Sebaliknya, semua karyawan memiliki hubungan pelaporan ganda. Biasanya, ada jalur pelaporan fungsional, serta jalur pelaporan berbasis produk.

Saat melihat bagan organisasi struktur matriks, garis padat menunjukkan hubungan pelaporan langsung yang kuat, sedangkan garis putus-putus menunjukkan bahwa hubungan tersebut sekunder, atau tidak sekuat. Dalam contoh kami di bawah ini, jelas bahwa pelaporan fungsional lebih diutamakan daripada pelaporan berbasis produk.

Daya tarik utama dari struktur matriks adalah bahwa ia dapat memberikan fleksibilitas dan pengambilan keputusan yang lebih seimbang (karena ada dua rantai perintah, bukan hanya satu).

Memiliki satu proyek yang diawasi oleh lebih dari satu lini bisnis juga menciptakan peluang bagi lini bisnis ini untuk berbagi sumber daya dan berkomunikasi lebih terbuka satu sama lain – hal-hal yang mungkin tidak dapat mereka lakukan secara teratur.

Baca juga : Sumber pendanaan modal bisnis

– Struktur Melingkar

Meskipun mungkin tampak berbeda secara drastis dari struktur organisasi lain yang disorot di bagian ini, struktur melingkar masih bergantung pada hierarki, dengan karyawan tingkat tinggi menempati lingkaran dalam lingkaran dan karyawan tingkat bawah menempati lingkaran luar.

Meskipun demikian, para pemimpin atau eksekutif dalam organisasi melingkar tidak dipandang duduk di atas organisasi, mengirimkan arahan ke bawah rantai komando. Sebaliknya, mereka berada di pusat organisasi, menyebarkan visi mereka ke luar.

Dari perspektif ideologis, struktur melingkar dimaksudkan untuk mendorong komunikasi dan arus informasi bebas antara berbagai bagian organisasi. Sedangkan struktur tradisional menunjukkan departemen atau divisi yang berbeda sebagai individu, cabang semi-otonom, struktur melingkar menggambarkan semua divisi sebagai bagian dari keseluruhan yang sama.

– Struktur Datar

Sementara struktur yang lebih tradisional mungkin terlihat lebih seperti piramida – dengan beberapa tingkatan supervisor, manajer dan direktur antara staf dan kepemimpinan, struktur datar membatasi tingkat manajemen sehingga semua staf hanya berjarak beberapa langkah dari kepemimpinan.

Mungkin juga tidak selalu berbentuk atau piramida, atau bentuk apa pun dalam hal ini. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, Ini juga merupakan bentuk dari “Struktur Organik” yang kami catat di atas.

Struktur ini mungkin salah satu yang paling detail, Karyawan juga dianggap dapat menjadi lebih produktif di lingkungan di mana tekanan terkait hierarki lebih sedikit. Struktur ini mungkin juga membuat staf merasa bahwa manajer yang mereka miliki lebih mirip atau anggota tim daripada mengintimidasi atasan.

– Struktur Jaringan

Struktur jaringan sering kali dibuat ketika satu perusahaan bekerja dengan perusahaan lain untuk berbagi sumber daya – atau jika perusahaan Anda memiliki banyak lokasi dengan fungsi dan kepemimpinan yang berbeda.

Anda juga dapat menggunakan struktur ini untuk menjelaskan alur kerja perusahaan Anda jika banyak staf atau layanan Anda dialihkan ke freelancer atau beberapa bisnis lainnya.

Strukturnya terlihat hampir sama dengan Struktur Divisi di atas. Namun, alih-alih kantor, itu mungkin mencantumkan layanan yang dialihkan atau lokasi satelit di luar kantor.

Jika perusahaan Anda tidak melakukan semuanya di bawah satu atap, ini adalah cara yang bagus untuk menunjukkan kepada karyawan atau pemilik kepentingan bagaimana proses outsourcing bekerja di luar lokasi.

Misalnya, jika seorang karyawan membutuhkan bantuan dari pengembang web untuk proyek blog dan pengembang web perusahaan dialihkan, mereka dapat melihat jenis bagan ini dan mengetahui kantor atau orang mana yang harus dihubungi di luar lokasi kerja mereka sendiri.

Faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi

– Pembagian pekerjaan (division of work)

Pembagian pekerjaan adalah tingkat dimana tugas dalam sebuah organisasi dibagi menjadi pekerjaan yang berbeda. Setiap orang tidak akan mampu melakukan seluruh aktivitas dalam tugas-tugas yang paling rumit, dan tidak seorang pun akan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan berbagai tugas yang tercakup dalam suatu pekerjaan yang rumit.

Melaksanakan suatu tugas yang memerlukan sejumlah langkah, perlu diadakan pemilahan bagian-bagian tugas dan membagi-bagikan kepada sejumlah orang, pembagian kerja yang dispesialisasikan seperti itu memungkinkan orang mempelajari keterampilan dan menjadi pakar dalam bidang pekerjaan tertentu.

– Departementalisasi

Departementalisasi adalah kegiatan pengelompokan pekerjaan dan para spesialis akibat pembagian kerja. Oleh karena itu departementalisasi adalah cara organisasi mengkoordinasikan kegiatan yang telah dibedakan secara horizontal.

Departementalisasi merupakan dasar yang digunakan untuk mengelompokkan sejumlah pekerjaan menjadi satu kelompok Setiap organisasi terdiri dari beberapa departemen (divisi kerja). Banyaknya bagian suatu organisasi tergantung dari kebutuhan perusahaan bersangkutan. Asas departementalisasi adalah mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang sama dan berkaitan erat ke dalam suatu unit kerja.

– Hirarki

Hirarki adalah garis wewenang yang tidak terputus yang membentang dari tingkatan atas organisasi hingga tingkatan paling bawah dan menjelaskan hubungan si pelapor kepada si penerima laporan. Pada hirarki terdapat pendelegasian dalam mengerjakan tugas.

Pendelegasian dapat didefinisikan sebagai pemberian otoritas/kekuasaan formal dan tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan tertentu yakni para manajer mengalokasikan wewenang kepada orang-orang yang melapor kepadanya atau bawahannya. Pendelegasian wewenang oleh atasan kepada bawahan perlu agar suatu organisasi berfungsi secara rinci karena tidak ada atasan yang dapat mengawasi setiap tugas-tugas organisasi, terlebih apabila organisasi tersebut mempunyai aktivitas yang banyak dan kompleks.

– Koordinasi

Koordinasi adalah proses menyatukan aktivitas dari departemen yang terpisah untuk mencapai sasaran organisasi secara efektif. Koordinasi adalah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi mencapai tujuan organisasi secara efisien. Terdapat dua jenis koordinasi, yaitu:

  • Koordinasi Horizontal.

Koordinasi yang dilakukan antar departemen atau antar bagian yang mempunyai activity level of authority yang sama dalam mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan.

  • Koordinasi Vertikal.

Merupakan tindakan atau kegiatan penyatuan, pengarahan, kesatuan kerja yang ada dibawah wewenang dan tanggung jawabnya.

– Rentang manajemen (span of control)

Rentang manajemen adalah jumlah karyawan yang dapat dikelola oleh seorang pimpinan secara efisien dan efektif. Rentang kendali sangat penting dalam organisasi karena rentang kendali menentukan jumlah tingkatan dan manajer yang dimiliki organisasi.

Rentang yang terlalu lebar bisa mengakibatkan perhatian manajer tercerai-berai dan para bawahannya kurang mendapat bimbingan dan pengendalian. Rentang yang terlalu sempit bisa mengakibatkan kemampuan manajer tidak tercurah sepenuhnya.

Rentang manajemen yang tidak sesuai bisa menghambat produktivitas, efisiensi, dan memperbesar biaya meskipun hasil penelitian mengenai hal ini tidak konsisten. Pedoman dalam memilih rentang yang sesuai mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan situasi, bawahan, dan manajer.

– Kesatuan perintah (unity of command)

Dalam setiap organisasi terdapat berbagai tingkat dan jenjang jabatan. Semua mereka berperan sebagai pimpinan sekelompok orang lain. Artinya, dalam kenyataan seseorang anggota organisasi mempunyai lebih dari seorang atasan.

Misalnya; dipimpin oleh seorang manajer yang menduduki jabatan pimpinan yang paling rendah dalam organisasi, seperti mandor, kepala seksi dan berbagai literatur lainnya. Pejabat pimpinan tingkat rendah ini juga dipimpin oleh manajer yang memangku jabatan pimpinan yang lebih tinggi. Demikian seterusnya sampai pada tingkat jabatan managerial puncak dalam organisasi.

Dalam operasionalisasinya, penerapan prinsip kesatuan perintah biasanya dilaksanakan berdasarkan pendekatan one step down. Artinya, seorang manajer memberikan perintah kepada orang-orang yang setingkat lebih rendah dari-padanya yang meneruskannya ke tingkat yang lebih bawah lagi apabila hal itu diperlukan.

Dengan demikian dapat dicegah kesimpang-siuran, bukan hanya dalam pemberian perintah, akan tetapi juga dalam hal pertanggungjawaban. Dampak positif dari penerapan prinsip ini terlihat tidak hanya dalam hal adanya kepastian perintah yang diterima oleh seseorang, akan tetapi juga berkaitan langsung dengan pembinaan perilaku para bawahan yang bersangkutan.

Nah, bagi Anda yang sekarang ini tengah bingung mencari sebuah jasa yang mampu membantu organisasi bisnis. Mulai dari perencanaan, pengendalian kinerja hingga penyediaan platform pengelolaan bisnis, Finata adalah pilihan yang sangat lengkap.

Ada banyak sekali keunggulan yang ditawarkan oleh jasa ini salah satunya yaitu adanya fitur koreksi fiskal yang akan membuat laporan keuangan perusahaan Anda lengkap dengan analisisnya.

Jadi tunggu apalagi! Segera pilih Finata dan nikmati berbagai keuntungannya.  Demikian sedikit ulasan singkat tentang pengertian akuntansi beserta fungsi dan manfaatnya. Semoga bermanfaat!

Fokusnya adalah pada pengembangan software bisnis yang menitikberatkan para UMKM di Indonesia dengan biaya yang sangat terjangkau.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 31 Juli 2021
Hanya Rp 199.000,-
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
Hanya Rp 199.000,-
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 20 Juli 2021
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday