Sejarah Akuntansi di Dunia dan di Indonesia

by | May 31, 2021 | Akuntansi | 0 comments

sejarah akuntansi di indonesia

Sejarah adalah kajian tentang masa lampau tentang segala sesuatu yang biasanya berkaitan dengan manusia. Semua hal yang ada di dunia pasti memiliki sejarahnya sendiri, salah satunya adalah akuntansi.

Akuntansi telah dikenal oleh manusia sejak manusia mengenal perhitungan uang dan menggunakan pencatatan. Ilmu akuntansi semakin berkembang dari masa ke masa. Akan tetapi, sejarah akuntansi memiliki peran yang penting dalam memberikan pemahaman dan apresiasi yang lebih baik mengenai bidang akuntansi dan evolusinya. Sejarah akuntansi juga memberikan peran sebagai pembanding terhadap metode akuntansi saat ini dan masa lalu yang akan membantu dalam perkembangan ilmu akuntansi.

Sejarah Akuntansi Dunia

Akuntansi memiliki 3 jenis periode sejarah mengenai pemikiran akuntansi yang selalu berkembang. Setiap periode memberikan kontribusi besar pada ilmu akuntansi dan merupakan cikal bakal ilmu akuntansi yang kita pelajari saat ini.

– Periode Pertama 4000 SM – 1300 M

Pada periode ini akuntansi merupakan pencatatan yang sangat sederhana. Awal mula ilmu akuntansi masih sangat terbatas karena perkembangan ilmu pengetahuan belum seperti saat ini. Pada periode ini penggunaan ilmu akuntansi masih sangat baru, dan dibuat dengan sangat sederhana.

Sejarah mengenai praktik akuntansi ditemukan di daerah Mesir Kuno pada tahun 3200 SM. Terdapat 2 teknik akuntansi yang berlaku pada saat itu, yang pertama adalah teknik dimana ada sejenis koin yang disimpan dan ditandai, kemudian dimasukkan ke dalam amplop.

Teknik kedua adalah menggunakan sejenis token yang disimpan dalam bentuk yang lebih besar dengan berbagai jenis yang lebih rumit dibandingkan dengan koin.

 

– Periode Kedua 1300 M – 1850 M

Periode kedua merupakan perkembangan dari periode sebelumnya. Pada periode ini lahir double-entry bookkeeping atau pembukuan double entry yang merupakan konsep transaksi dimana setiap transaksi di dalamnya akan melibatkan minimal dua akun.

Pembukuan double entry ini pertama kali dikenalkan oleh Luca Paciolo, seorang ahli matematika berkebangsaan Italia. Pada saat ini Luca memperkenalkan 2 jenis kegiatan pencatatan yaitu pencatatan penarikan pajak atau sewa, dan pencatatan perjalanan perdagangan per satu kali jalan.

Luca menulis buku berjudul Summa d’Aritmetica, Geometria, Proportion, et Proportionalita. Buku ini menjelaskan mengenai kegeiatan pembukuan di Venesia yang kemudian dikenal dengan Metode Venesia atau Metode Italia. Walaupun menurut Luca, sistem double entry tersebut telah ada sejak 100 tahun sebelum ia menulis bukunya.

 

– Periode Ketiga 1850 M – Sekarang

Pada periode ini ilmu akuntansi berkembang dengan pesat. Perkembangan pemikiran akuntansi tidak hanya mengenai debit-kredit saja, tetapi sudah menyentuh kehidupan di dalam masyarakat. Selain itu, perkembangan tekhnologi berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern (Basuki, 2000 : 173)

Perkembangan akuntansi semakin pesat usai revolusi industri di Eropa. Revolusi industri ini mendorong kemunculan akuntansi biaya yang melengkapi administrasi keuangan laba rugi dan neraca yang sudah ada sebelumnya.

Perkembangan ilmu akuntansi semakin berkembang pesat di Amerika dan Eropa pada abad ke 20. Pada saat itu akuntansi di Amerika dan Inggris menjadi dua cabang yaitu accounting dan cost accounting.

Pada tahun 1930, New York Stock Exchange dan American Institute of Certified Public Account membahas dan menetapkan bahwa perusahaan-perusahaan dan saham mereka yang terdaftar pada bursa saham akan menggunakan prinsip-prinsip akuntansi.

Sejarah Akuntansi di Indonesia

Sejarah akuntansi di Indonesia sebenarnya telah ada sejak jaman kerajaan Majapahit. Pada saat itu, akuntansi telah masuk ke negeri tercinta kita. Namun hal tersebut tidak bisa dibuktikan karena tidak ada bukti yang dapat menguatkannya. Pada tahun 1642 adalah awal mula akuntansi diterapkan di Indonesia, walaupun bukti mengenai penerapan akuntansi itu baru ada di dalam pembukuan Amphioen Sociateit pada tahun 1747.

– Masa Kolonial Belanda

Akuntansi modern diterapkan di Indonesia pada masa penjajahan belanda pada tahun 1842. Pada saat itu gubernur Belanda dari Hindia-Belanda mengeluarkan peraturan tentang penerimaan kas, piutang, anggaran untuk garnisun, dan pengiriman kapal di Batavia menggunakan jurnal.

Pada tahun 1915, berdirilah Jawatan Akuntan Negara yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Belanda. Kemudian pada tahun 1918 didirikan kantor akuntan di Indonesia oleh Frese dan Hogeweg, dan pada tahun 1920 berdiri pula kantor akuntan H.Y.Vorens dan Jawatan Akuntan Pajak.

– Setelah Kemerdekaan

Perintisan pendidikan akuntansi di Indonesia dimulai sejak kemerdekaan Republik Indonesia yang mana pada saat itu pemerintah Republik Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan anak-anak bangsa untuk belajar akuntansi di luar negeri.

Perintisan akuntansi di Indonesia dimulai pada tahun 1952 oleh Universitas Indonesia (UI) dengan membuka Program Studi Akuntansi. Kemudian disusul oleh Universitas Padjajaran (Unpad) pada tahun 1961, Universitas Sumatera Utara pada tahun 1962, Universitas Airlangga pada tahun 1962, dan Universitas Gajah Mada pada tahun 1964.

Pada saat itu pula pemerintah Republik Indonesia menerbitkan UU no 34 Tahun 1952 yang mengatur pemberian gelar akuntan pada lulusan program studi tersebut.

Pada 23 desember 1957 berdirilah organisasi akuntan di Indonesia yang bernama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Kemudian pada tahun 1978 IAI mendirikan seksi akuntan publik, dan tahun 1986 didirikan juga seksi akuntan pendidik.

Pada tahun 1967, pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan UU penanaman modal asing dan pada 1968 UU penanaman modal dalam negeri.

Itulah sejarah dari akuntansi di dunia dan juga di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan jaman, sistem akuntansi di dunia semakin dipermudah dengan munculnya aplikasi-aplikasi akuntansi. Dengan menggunakan tekhnologi dan aplikasi akuntansi tersebut membuat perusahaan semakin mudah dalam mengelola dan membaca laporan akuntansi perusahaan mereka.

Salah satu aplikasi akuntansi tersebut adalah Finata. Finata adalah penyedia software akuntansi yang menggunakan sistem cloud accounting. Dengan menggunakan sistem cloud accounting, pengguna dapat menyimpan menyimpan data di dalam harddisk online dan dapat dibuka dimana saja dan kapan saja.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi Finata juga, perusahaan akan mendapatkan fitur diagnosis bisnis yang dapat menganalisa kesehatan pada bisnis pengguna. Fitur ini bertujuan untuk membantu perusahaan pengguna dalam pengambilan keputusan untuk bisnis mereka.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.