SAHAM: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Resikonya

by | Jun 1, 2021 | Bisnis, Investasi | 0 comments

saham

Sebagian dari kita mungkin belum mengenal apa itu saham. Saham menjadi sangat menarik saat ini dimana teknologi internet sudah semakin luas. Saham sendiri merupakan salah satu cara perusahaan untuk mendapatkan dana atau modal untuk pengembangan bisnis mereka secara jangka panjang.

Apa itu Saham?

Saham adalah surat yang menjadi bukti seseorang atau badan memiliki bagian modal dalam suatu perusahaan. Pemilik saham berhak atas sebagian aset dari perusahaan tersebut tergantung dari besarnya saham yang dimiliki. Sebagai contoh bila perusahaan memiliki 1000 lembar saham dan seseorang memiliki 100 lembar saham di perusahaan tersebut, maka orang tersebut memiliki 10% dari aset perusahaan tersebut.

Pemilik saham terbesar memiliki hak kendali atas perusahaan tersebut. Bilamana ada dua orang pemegang saham dalam suatu perusahaan, maka orang yang memiliki saham lebih tinggi bahkan hanya 0,01% saja menjadi pemilik hak kendali atas perusahaan itu.

Pemilik saham juga memiliki hak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya. Pembagian dividen biasanya tergantung dari keuntungan perusahaan dan telah diatur sesuai anggaran dasar perusahaan.

Pengertian saham menurut ahli

– Sapto Raharjo

Menurut Sapto Raharjo, Saham adalah sebuah surat berharga yang berisi bukti kepemilikan ataupun pernyataan dari seorang atau instansi perusahaan.

 

– Swadidji Widoatmodjo

Menurut Swadidji Widoatmodjo, saham adalah surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan perseroan terbatas atau emiten.

 

– Nofie Iman

Menurut Nofie Iman berpendapat bahwa saham adalah surat berharga yang di dalamnya mampu memberikan peluang keuntungan tinggi namun memiliki resiko tinggi pula.

 

– Tjiptono Darmadji dan Hendy M.Fakhrudin

Kedua ahli ekonomi diatas menerangkan bahwa pengertian saham adalah surat bukti atau tanda bukti kepemilikan individu atau instansi pada suatu perusahaan perseroan terbatas. Saham tersebut memiliki bentuk lembaran surat berharga yang berisi bahwa pemilik dari surat berharga tersebut adalah pemilik perusahaan yang mengeluarkan surat berharga.

Jenis-Jenis Saham

Saham dibagi menjadi dua bagian yaitu saham biasa (common stock) dan saham prefen (preferred stock). Pengertian dari kedua jenis saham tersebut adalah sebagai berikut :

 

– Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa adalah saham yang memberikan hak atas pemilik saham untuk memberikan suara pada suatu pengamblilan keputusan. Pemilik saham biasa akan diprioritaskan pada saat perusahaan menerbitkan saham baru. Namun, pemilik saham biasa akan memiliki prioritas terakhir dalam pembagian dividen dari penjualan aset perusahaan.

Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang sifatnya terbatas. Maka pada saat perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan, maka pemilik saham biasa akan menanggung jumlah kerugian sebesar nilai modal yang dimiliki.

 

– Saham Prefen (Preferred Stock)

Saham prefen adalah saham yang pada umumnya tidak memberikan kewenangan pada pemilik saham untuk memberi suara pada saat pengambilan keputusan. Namun pemegang saham ini mendapatkan prioritas tinggi pada saat pembagian dividen dari aset dan penghasilannya.

Saham preferen ini mungkin akan terlihat sama dengan obligasi, yang mana adanya klaim terhadap laba serta aktiva sebelumnya, dividen yang tetap selama saham masih berlaku, mempunyai hak tebus, dan juga bisa ditukarkan dengan saham yang biasa.

Manfaat Saham

Dalam berinvestasi tentu ada keuntungan yang didapatkan, begitupula dengan saham. Pemilik saham akan mendapatkan keuntungan dari besarnya nilai sahamnya terhadap perusahaan. Contoh keuntungan tersebut antar lain :

 

– Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan merupakan keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Dividen merupakan pendapatan tambahan untuk pemilik saham yang dimiliki oleh perusahaan dengan performa keuangan yang baik.

 

– Capital Gain

Capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain ini terbentuk karena adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Pemilik saham dapat memperoleh keuntungan sesuai besaran nilai saham yang sudah ia setorkan.

Contoh kasus : Anda membeli saham seharga Rp5000 per saham kemudian menjualnya pada saat harganya Rp6000 per saham. Maka Anda mendapatkan capital gain sebesar Rp1000 untuk setiap sahamnya.

Resiko Saham

Dalam berinvestasi tentu kita tidak bisa selalu mendapatkan keuntungan. Resiko kerugian juga menghantui pemilik saham tersebut. Resiko kerugian tersebut adalah :

 

– Capital Loss

Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain. Capital loss merupakan kondisi dimana pada pemilik saham harus mengalami kerugian dari penjualan saham mereka yang lebih rendah daripada saat mereka membelinya.

Contoh kasus : Anda membeli saham seharga Rp5000 per saham kemudian menjualnya pada saat harganya Rp3000 per saham. Maka Anda mendapatkan kerugian capital loss sebesar Rp2000 per sahamnya.

Kondisi ini biasanya dialami pada saat harga saham yang terus turun. Pada kondisi tersebut banyak pemilik saham yang menjual saham mereka karena merasa takut mengalami kerugian lebih besar.

 

– Likuidasi

Likuidasi merupakan salah satu resiko dari pemilik saham. Kondisi likuidasi merupakan kondisi pada saat perusahaan dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau dibubarkan. Pada kondisi ini pemegang saham merupakan pihak yang menjadi prioritas terakhir untuk mendapat haknya setelah perusahaan memenuhi kewajiban kepada pihak lain seperti kreditur.

Pemegang saham akan mendapatkan sisa dari harta yang dimiliki perusahaan setelah perusahaan membayarkan kewajibannya. Namun pada kondisi tertentu apabila harga perusahaan sudah tidak ada sisa lagi maka pemilik saham tidak akan mendapatkan apapun dari likuidasi tersebut.

Kondisi tersebut merupakan kondisi terberat bagi pemilik saham, maka biasanya pemilik saham akan terus memantau perkembangan perusahaan secara terus menerus.

Harga saham dapat terpantau dari pasar sekunder. Di pasar sekunder kita dapat memantau aktivitas perdagangan sehari-hari, dan harga-harganya yang mengalami fluktuasi kenaikan ataupun penurunan yang terjadi karena adanya permintaan dan penawaran.

Ada banyak faktor yang mempengaruhin permintaan dan penawaran baik yang sifatnya spesifik atas sahan tersebut maupun yang sifatnya makro. Contoh faktor makro ini adalah tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar, dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan juga faktor lainnya.

Finata adalah penyedia software akuntansi yang menggunakan sistem cloud accounting. Dengan menggunakan sistem cloud accounting, pengguna dapat menyimpan menyimpan data di dalam harddisk online dan dapat dibuka dimana saja dan kapan saja.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi Finata juga, perusahaan akan mendapatkan fitur diagnosis bisnis yang dapat menganalisa kesehatan pada bisnis pengguna. Fitur ini bertujuan untuk membantu perusahaan pengguna dalam pengambilan keputusan untuk bisnis mereka.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan.
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday