Kenali Lebih Jauh Tentang Prive Dalam Akuntansi

by | Oct 8, 2020 | Akuntansi | 0 comments

Prive dalam akuntansi  – Untuk orang awam yang tidak bergelut di dalam dunia usaha, mungkin masih banyak yang jarang mendengar dan tidak mengetahui arti dari prive. Tetapi untuk orang-orang yang memang bergelut di dalamnya, istilah prive tentu sudah tidak asing lagi.
Di dalam dunia usaha, prive dalam akuntansi adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini dikarenakan prive berkaitan dengan aset, investasi, atau modal yang dimiliki oleh seseorang (investor). Selain itu, prive dalam perusahaan juga dapat mempengaruhi perhitungan ekuitas pada akhir tahun.

Apa itu Prive dalam Akuntansi?

Prive dalam Akuntansi adalah pengambilan atau penarikan kembali modal berupa investasi atau aset yang sudah dilakukan oleh investor untuk kepentingan pribadi senilai modal awal. Prive dapat dilakukan kapan saja dengan menggunakan faktur yang terperinci. Meskipun demikian, perhitungan prive yang tepat dilakukan setiap akhir tahun.

Untuk melakukan pengambilan atau penarikan tersebut, investor harus berdiskusi dengan dewan komisaris perusahaan yang bersangkutan terlebih dahulu. Jika disetujui, investor tersebut dapat mengambil atau menarik kembali modal yang ditanamkannya.

Prive yang sudah dilakukan oleh investor akan berpengaruh pada perhitungan ekuitas akhir tahun karena masuk ke dalam kolom saldo debit pada pembukuan perusahaan. Meskipun demikian, prive adalah hak setiap investor.

Kategori Transaksi Prive

Selain uang, investor juga dapat menginvestasikan modal pada suatu perusahaan dalam bentuk barang dagangan, aktiva tetap, atau aktiva tidak tetap. Nantinya, modal tersebut dapat diambil atau ditarik oleh investor yang bersangkutan untuk kepentingan pribadinya atas persetujuan dewan komisaris. Di dalam prive, ada beberapa kategori transaksi, di antaranya:

  1. Anggota perusahaan, seperti dalam perseroan komanditer (CV), yang menggunakan dana untuk kepentingan pribadi.
  2. Pembagian keuntungan atau laba dalam bentuk apa pun.
  3. Sekutu aktif atau sekutu pasif yang melakukan prive.
  4. Gaji yang akan dibayarkan pada sekutu aktif dan sekutu pasif, yang besar modalnya tidak terbagi oleh saham.

Baca juga: Konsep Jurnal Akuntansi dan Buku Besar Yang Perlu Dipahami

Cara Untuk Memasukkan Prive Dalam Laporan Perubahan Modal

Prive dalam Akuntansi adalah salah satu penyebab berubahnya modal dalam laporan perubahan modal. Untuk mengetahui atau menghitung prive, ada 3 cara yang dapat dilakukan dalam membuat laporan perubahan modal, di antaranya:

  1. Mencatat Prive Sebagai Pengurang Modal

Cara yang satu ini dilakukan saat investor melakukan prive dengan mengurangi modal secara langsung.

  • Mencatat Prive Sebagai Piutang

Mencatat prive sebagai piutang menjadi cara yang jarang dilakukan karena prive dianggap sebagai piutang investor pada perusahaan yang bersangkutan. Investor harus mengembalikan uang atau modal yang diambil sehingga dibutuhkan komitmen yang kuat agar tidak sampai mengganggu dari arus modal dan kas perusahaan.

  • Tidak Memasukkan Prive Ke Dalam Laporan Laba Rugi

Tidak memasukkan prive ke dalam laporan laba rugi menjadi cara yang sering dilakukan oleh perusahaan. Prive yang ada di debit tidak akan dimasukkan sebagai beban laporan laba rugi, tetapi akan dimasukkan dalam pengurang untuk modal yang langsung dihitung dalam laporan perubahan modal. Hal ini dikarenakan prive dalam Akuntansi adalah bukan bagian operasional bisnis.

Contoh Dari Laporan Perubahan Modal Dengan Memasukkan Prive

Prive dalam akuntansi - Contoh Dari Laporan Perubahan Modal Dengan Memasukkan Prive

Contoh Dari Laporan Perubahan Modal Dengan Memasukkan Prive. Sumber

Prive dalam akuntansi - neraca saldo

Tips Mengelola Prive

Agar prive yang sudah dilakukan oleh investor tidak memberikan dampak buruk pada perusahaan yang bersangkutan, ada beberapa tips mengelola prive yang dapat investor lakukan, seperti berikut ini.

  1. Batasan Prive

Untuk pemilik perusahaan, buatlah batasan prive yang dapat dilakukan oleh para investor. Misalnya, Anda dapat membuat batasan prive maksimal 50% dari modal awal yang ditanamkan.

  • Dana Cadangan

Meskipun tidak termasuk prive, dana cadangan dapat digunakan sebagai backup saat investor melakukan prive. Dana ini harus disediakan untuk kebutuhan mendesak dan tidak terduga.

  • Mengevaluasi Prive

Mengevaluasi prive haruslah dilakukan oleh perusahaan secara rutin untuk menghindari terjadinya masalah besar di kemudian hari. Pengevaluasian ini harus dilakukan karena para investor sering menggunakan prive secara tidak bijak yang berakibat pada memburuknya saldo debit perusahaan. Dengan begitu, para investor tidak dapat melakukan prive melebihi modal yang ditanamkannya pada suatu perusahaan.

  • Jumlah Prive Tidak Melebihi Laba Yang Diterima

Untuk pemilik perusahaan, buatlah aturan mengenai besarnya jumlah prive yang dapat diambil agar tidak melebihi jumlah laba yang akan diterima oleh perusahaan yang bersangkutan. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari terjadinya permasalahan keuangan dalam perusahaan.

  • Memisahkan Dana Pribadi Dan Dana Prive

Meskipun dapat digunakan untuk kepentingan pribadi, Anda sebaiknya tetap memisahkan antara dana pribadi dan dana prive. Hindari juga penggunaan dana prive untuk memenuhi gaya hidup Anda. Pemisahan dana ini harus dilakukan untuk menghindari masalah dan hal-hal lainnya yang tidak diinginkan.

Baca juga: Cara Dan Contoh Lengkap Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Dampak Prive

Jika investor melakukan prive, ada dampak yang akan dirasakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Saat melakukan prive, perhitungan ekuitas akhir tahun perusahaan yang bersangkutan akan mengalami pengurangan. Hal ini dikarenakan prive dalam Akuntansi adalah termasuk golongan saldo debit.

Prive dalam Akuntansi adalah hal yang sering dilakukan dan menjadi hak setiap investor. Meskipun demikian, untuk melakukan prive, para Investor harus mendapat persetujuan dari dewan komisaris perusahaan yang bersangkutan terlebih dahulu.

Laporan keuangan dengan prive di dalamnya dapat dibuat menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download