Prinsip Akuntansi: Pengertian, Proses, Dan Jenisnya

by | Dec 4, 2020 | Akuntansi, Keuangan | 0 comments

prinsip-akuntansi

Apa itu Prinsip Akuntansi?

Prinsip akuntansi Adalah suatu metode, prosedur, dan tata cara untuk melakukan pencatatan transaksi keuangan. Dimana dari prinsip akuntansi tersebut diharapkan untuk menghasilkan laporan keuangan yang relevan dan mudah untuk dipahami siapa saja. Sebelum membahas lebih jauh, maka ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa yang disebut dengan akuntansi.

Arti Dari Akuntansi

Secara umum akuntansi merupakan suatu tindakan mencatat, mengelompokkan, dan mengolah transaksi yang berhubungan dengan keuangan. Dari hal tersebut diharapkan dapat menyajikan suatu informasi atau data yang bisa dijadikan sebagai bahan dasar pertimbangan oleh pihak yang berkepentingan dalam mengambil suatu keputusan.

Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan dapat diterima secara umum  maka laporan sebaiknya disusun sesuai dengan proses akuntansi dan berdasarkan pada prinsip akuntansi.

Proses Akuntansi

Dalam pelaksanaannya terdapat  proses akuntansi dibagi menjadi 4 macam, yaitu sebagai berikut.

 

– Mencatat Data Transaksi

Menjadi bagian yang terpenting dalam proses akuntansi adalah mencatat. Segala transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan dicatat untuk dimasukkan dalam pembukuan perusahaan.

 

– Mengelompokkan Data Transaksi

Mengelompokkan data transaksi tersebut sesuai dengan ketentuan yang ada. Hal ini dilakukan agar dapat mempermudah dalam menyusun laporan akhir.

 

– Membuat Laporan Data Transaksi

Setelh data dikelompokkan , maka laporan akhir bisa dibuat untuk disajikan sebagai laporan berkala, misalnya  bulanan atau tahunan.

 

– Menganalisa Hasil Laporan

Dari hasil laporan data transaksi tersebut akan terlihat informasi mengenai laba rugi perusahaan. Laporan tersebut  dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pemilik perusahaan untuk menentukan langkah selanjutnya. Yang diharapkan bisa membawa keuntungan dan kebaikan bagi perusahaan.

Baca juga: Pengertian dan Fungsi Manajemen Keuangan

Prinsip Akuntansi

Untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat serta dapat dipahami oleh semua pihak, maka akuntan harus menghasilkan laporan yang sesuai dengan prosedur. Serta memenuhi prinsip dasar akuntansi yang dapat diterima secara umum dengan tujuan untuk menciptakan kesesuaian antara pengguna akuntansi yang satu dengan lainnya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi perbedaan sehingga menimbulkan masalah.

Prinsip akuntansi yang dimiliki oleh setiap negara berbeda disesuaikan dengan faktor-faktor dan kebutuhan dari masing-masing negara tersebut. Untuk di Indonesia sendiri diatur oleh IAI singkatan Ikatan Akuntan Indonesia, yaitu suatu ikatan yang mengatur mengenai kebijakan  akuntansi yang berlaku di Indonesia. Berikut adalah prinsip akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan.

1. Prinsip Entitas Ekonomi

Prinsip ini disebut juga dengan prinsip kesatuan entitas. Secara sederhana arti entitas adalah setiap individu dan atau organisasi yang berbadan hukum. Dalam hal ini entitas sendiri dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu:

– Berdasarkan Konsep Ekonomi

Artinya adalah setiap unit ekonomi yang melakukan aktivitas finansial untuk kepentingan diri sendiri.

– Berdasarkan Konsep Akuntansi

Entitas ialah suatu unit usaha dengan kegiatan ekonomi dari unit tersebut sebagai fokusnya.

– Berdasarkan Konsep Fiskal

Arti entitas adalah subjek pajak dan atau wajib pajak. Dalam hal ini pada undang-undang perpajakan  suatu entitas dapat mempunyai status badan hukum maupun tidak mempunyai status sebagai badan hukumnya.

Contoh entitas yang memiliki status badan hukum yaitu PT, CV, Firma, yayasan, koperasi dan lainnya. Untuk entitas yang tidak memiliki status badan hukum contohnya adalah pribadi atau individu, serta harta warisan yang belum dibagi.

 

2. Prinsip Periode Akuntansi

Prinsip ini memiliki arti penilaian dan pelaporan keuangan entitas suatu usaha dibatasi oleh periode waktu tertentu. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan data keuangan yang terukur dalam kurun waktu tertentu. Misalnya laporan tahunan, yang melaporkan hasil laporan akuntansi  setiap satu tahun sekali mulai dari tanggal 1 Januari hingga 31 Desember.

 

3. Prinsip Biaya Historis

Penilaian atau pencatatan keuangan atas suatu barang atau jasa yang  harus didasarkan pada biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang atau jasa tersebut.

 

4. Prinsip Satuan Moneter

Merupakan  metode pencatatan  transaksi keuangan yang harus dinyatakan dalam bentuk mata uang misalnya Rupiah, Dollar dan lainnya. 

 

5. Prinsip Kesinambungan Usaha

Prinsip ini menganggap bahwa suatu usaha akan terus beroperasi secara berkesinambungan. Hal ini dikarenakan tak ada satupun perusahaan yang menginginkan kegiatan usahanya berhenti di tengah jalan.

 

6. Prinsip Pengungkapan Penuh

Merupakan prinsip akuntansi yang dapat memberikan laporan data keuangan secara lengkap dan informatif.

 

7. Prinsip Pengakuan Pendapat

Pada prinsip ini suatu pendapatan akan diakui ketika terjadi transaksi keuangan dan terdapat kepastian nominal dari transaksi tersebut. Pendapatan sendiri adalah bertambahnya kekayaan sebagai akibat dari aktivitas usaha misalnya, penjualan, penyewaan,  bagi hasil, dan lainnya.

 

8. Prinsip Mempertemukan

Arti dari prinsip ini adalah membandingkan biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan dengan pendapatan yang diterima oleh perusahaan. hal ini bertujuan untuk menentukan nilai penghasilan bersih untuk tiap periode laporan keuangan.

 

9. Prinsip Konsisten

Konsistensi dalam membuat laporan keuangan di setiap periodenya. Dalam hal ini konsistensi atau tidak berubah-ubah dalam hal metode, prosedur dan kebijakan yang digunakan dalam membuat laporan keuangan.

Baca juga: Konsep Jurnal Akuntansi dan Buku Besar Yang Perlu Dipahami

 

10. Prinsip Materialitas

Pada prinsip materialitas, diakui adanya pengukuran dan pencatatan data akuntansi secara material dan bernilai. Artinya material tersebut memiliki nominal atau bisa dijual.

Beberapa prinsip akuntansi tersebut wajib dipelajari dan dipahami dengan baik oleh akuntan sebagai pembuat hasil laporan keuangan. Karena dengan memahami prinsip-prinsip tersebut proses pembuatan laporan akuntansi dapat berjalan dengan mudah.

Selain itu akan didapatkan hasil laporan keuangan yang tepat dan akurat apabila menerapkan prinsip akuntansi. 

Lihat prinsip-prinsip akuntansi lainnya di sini.

Aktivitas akuntansi dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani.

Di jaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan.
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday