PPKM Darurat dan Perbedaannya dengan PSBB

by | Jul 9, 2021 | Blog | 0 comments

ppkm-darurat

Lonjakan kasus pandemi covid-19 di Indonesia memaksa pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau biasa disingkat PPKM dengan status Darurat. PPKM ini dimulai mulai tanggal 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021.

Kebijakan PPKM Darurat yang diberlakukan guna membatasi rantai penularan virus covid-19 di Indonesia ini menaui pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Sebelumnya di Indonesia telah berlaku PPKM Mikro yang mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021. Namun, karena lonjakan kasus covid-19 di Indonesia, pemerintah menerapkan PPKM Darurat untuk beberapa kota dan kabupaten tertentu.

Sesuai namanya, PPKM Darurat diberlakukan karena suatu wilayah memasuki kondisi gawat darurat dimana angka lonjakan penyebaran pandemi virus covid-19 di wilayah tersebut terbilang sangat tinggi.

Hal ini didasari karena ICU rumah sakit sudah dipenuhi lebih dari 70% pasien covid-19 dan tingkat kematian juga meningkat di atas 3% dan tingkat kesembuhan di bawah 82%.

Ketentuan PPKM Darurat

Pemberlakuan PPKM ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat luas. Bagaimana tidak, beberapa peraturan yang mewajibkan masyarakat untuk tidak beraktivitas dinilai dapat menimbulkan kesulitan finansial bagi masyarakat.

Ketentuan dari PPKM darurat ini antara lain :

  • Pembatasan aktivitas perkantoran sektor non esensial diwajibkan 100% Work From Home (WFH), sektor esensial 50% WFH dan 50% WFO.
  • Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.
  • Seluruh tempat ibadah ditutup sementara.
  • Pusat perbelanjaan ditutup sementara
  • Restoran atau kafe hanya diperbolehkan melayani take away dan delivery, dan dilarang pembeli makan di tempat.
  • Jam operasional supermarket, pasar, toko kelontong dibatasi sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50%.
  • Fasilitas umum ditutup sementara
  • Kapasitas transportasi umum maksimal 70%.
  • Resepsi pernikahan maksimal dihadiri 30 orang.
  • Perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi pesawat, bus, kereta api wajib menunjukkan kartu vaksin dan antigen.

Perbedaan PPKM dan PSBB

Sebagian orang bingung dengan istilah baru PPKM ini. Sebelumnya pemerintah juga pernah memberlakukan sistem PSBB pada tahun lalu guna memutus rantai penularan virus covid-19. Lantas apa sebetulnya perbedaan dari kedua istilah ini?

PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan penduduk dalam suatu wilayah, baik tingkat provinsi, kota, atau kabupaten. PSBB tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

PPKM dan PSBB dibedakan dari sistem regulasinya, dimana PPKM merupakan inisiatif dari pemerintah pusat sedangkan PSBB dapat diajukan oleh kepala daerah baik gubernur, walikota, bupati, atau juga pelaksana Satgas covid-19.

PSBB menerapkan pembatasan kegiatan dimana hanya sektor-sektor esensial untuk kebutuhan sehari-hari saja yang diizinkan beroperasi, sedangkan sektor lain seperti kegiatan sekolah, tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan sosial dan budaya, fasilitas umum, dan transportasi dilakukan pembatasan.

Lalu, Apa Itu Lockdown?

Mengacu pada penjelasan Presiden Joko Widodo, lockdown mengharuskan sebuah wilayah menutup akses masuk maupun keluar sepenuhnya. Masyarakat tidak dapat lagi keluar rumah dan berkumpul, sementara transportasi, kegiatan perkantoran, sekolah, maupun ibadah dinonaktifkan.

Definisi lockdown sebetulnya masih belum disepakati secara global. Pasalnya penerapan lockdown di setiap negara memiliki cara yang berbeda-beda.

Di Wuhan, Tiongkok, lockdown diterapkan secara total, dimana seluruh warga kota dilarang keluar rumah dan semua area publik seperti pasar, mall, ditutup total. Sementara di Spanyol dan Italia, sistem lockdownnya masih memperbolehkan warga pergi keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan membeli obat-obatan.

Kesimpulan

Penerapan PPKM, PSBB, ataupun lockdown merupakan upaya untuk memutus rantai penularan pandemi virus covid-19 di Indonesia. Walaupun penerapannya berbeda namun tujuannya tetap sama. Pro dan kontra pasti akan terjadi di masyarakat dimana sebuah keputusan tidak akan mungkin dapat menyenangkan untuk seluruh pihak.

Masyarakat saat ini harus terus menjaga kesehatan dengan 5M yakni Memakai masker, Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan iteraksi.

Tetap sehat guys !! Jaga kesehatan kalian beserta orang-orang kesayangan kalian. Jangan sampai menjadi perantara yang menularkan virus kepada orang-orang kesayangan kalian tersebut ya…

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 31 Juli 2021
Hanya Rp 199.000,-
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
Hanya Rp 199.000,-
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 20 Juli 2021
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday