Strategi Perencanaan Produksi Perusahaan Manufaktur

by | Nov 18, 2020 | Keuangan | 0 comments

Perencanaan produksi untuk perusahaan manufaktur. Di Indonesia, ada beberapa jenis perusahaan yang dijalankan. Salah satunya adalah perusahaan manufaktur. Pengertian perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) masing-masing perusahaan sehingga memiliki nilai jual.

Agar setiap pekerjaan yang dilakukan berjalan dengan efisien dan lancar, perusahaan manufaktur harus memiliki perencanaan produksi yang tepat. Semakin tinggi nilai efisiensi yang dicapai, semakin besar pula keuntungan yang akan didapat oleh perusahaan menufaktur yang bersangkutan.  

Tahapan Perencanaan Produksi

Pada perusahaan manufaktur, ada beberapa hal yang berkaitan dengan tahapan perencanaan produksi agar pekerjaan yang dilakukan berjalan dengan lancar. Berikut adalah tahapan perencanaan produksi yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur.

  1. Tahap Awal
    Pada tahap ini, perusahaan manufaktur harus menentukan desain awal berupa persyaratan yang harus dipenuhi dan spesifikasi produk yang akan diproduksi.
  2. Tahap Desain Produk
    Pada tahap ini, perusahaan manufaktur dapat menentukan gambaran produk yang akan diproduksi secara tepat, seperti warna, bentuk, dan ukuran.
  3. Tahap Cara Pembuatan
    Pada tahap ini, perusahaan manufaktur harus menentukan tempat bekerja, peralatan yang dibutuhkan, dan urutan dalam proses pembuatan produk.
  4. Tahap Pembuatan
    Pada tahap ini, perusahaan manufaktur akan memproduksi produk yang diinginkan sesuai dengan desain dan dapat memodifikasinya. Tetapi terkadang pada tahap ini, hasil produk tidak sesuai dengan desain awal. Jika tidak terlalu menyimpang, hal ini tidak akan menjadi masalah besar.

Praktik Perencanaan Produksi

Dengan perencanaan produksi yang matang, suatu perusahaan manufaktur dapat memproduksi barang dengan kualitas dan kuantitas terbaik. Berikut adalah praktik pelaksanaan perencanaan produksi yang tepat.

  1. Menyusun Alur Kerja (Routing)
    Secara umum, ada 4 proses dalam praktik menyusun alur kerja (routing) yang harus diperhatikan, yaitu cara memproduksi, kapasitas, produk yang akan diproduksi, dan tempat produksi. Adapun tujuan dari routing adalah agar proses produksi yang dilakukan, termasuk tenaga dan bahan, dapat digunakan secara maksimal.
  2. Penjadwalan (Scheduling)
    Penjadwalan (scheduling) dilakukan sesuai dengan hasil routing berdasarkan skala prioritas. Scheduling dilakukan untuk mengatur jadwal produksi, mulai dari tahap awal hingga tahap akhir; mengatur rencana operasi perusahaan dengan mengedepankan skala prioritas; dan memperbaiki banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan. Dengan menjalankan praktik ini, suatu perusahaan manufaktur dapat lebih mengontrol proses produksi.
  3. Pemindahan Tanggung Jawab Pada Staf Operasional (Dispatching)
    Dalam menjalankan praktik ini, perusahaan akan memulai proses produksi sesuai dengan tanggung jawab. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemindahan tanggung jawab pada staf operasional (dispatching) ini, di antaranya:
    – Peralatan, bahan, dan perlengkapan yang diperlukan selama bekerja.
    – Gambar, instruksi, dan pesanan untuk memulai bekerja.
    – Menyimpan catatan untuk memulai dan mengakhiri pekerjaan agar tepat waktu.
    – Memindahkan pekerjaan dari proses yang satu ke proses yang lain sesuai dengan jadwal.
    – Memulai prosedur kontrol.
    – Merekam waktu pengerjaan pada mesin.
  4. Peninjauan Ulang (Follow-Up)
    Praktik peninjauan ulang (follow-up) yang dilakukan oleh suatu perusahaan manufaktur adalah melakukan evaluasi akhir untuk menemukan masalah yang dapat terjadi selama proses produksi.  

Masalah Perencanaan Produksi Yang Sering Terjadi

Dalam menjalankan proses produksi, ada beberapa masalah yang sering terjadi. Agar masalah tersebut dapat diminimalkan, perusahaan harus memiliki perencanaan produksi yang matang dan tepat. Adapun masalah yang sering terjadi adalah sebagai berikut.

  1. Pengadaan Peralatan
    Sebelum mendapatkan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan, pihak perusahaan manufaktur harus mencobanya satu per satu. Hal ini tentu saja memakan waktu yang cukup lama.
  2. Bottleneck
    Bottleneck terjadi saat perusahaan manufaktur memproduksi barang penting lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan sehingga terjadi tumpang tindih.
  3. Pemesanan Bahan Untuk Produksi
    Untuk memesan bahan produksi, perusahaan pasti membutuhkan transportasi untuk mengirimkannya. Terkadang, proses pengiriman ini mengalami hambatan karena hal-hal yang tidak terduga, seperti cuaca.
  4. Rekruitmen Tenaga Kerja
    Untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya dalam proses produksi, memang tidak mudah. Pihak perusahaan harus melakukan seleksi secara ketat. Setelah itu, tenaga kerja yang sudah direkrut harus diberikan pelatihan untuk meningkatkan keahlian.

Strategi Menjalankan Perencanaan Produksi

Agar perencanaan produksi berjalan dengan lancar, perusahaan manufaktur harus melakukan strategi-strategi yang tepat. Adapun strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Memperkirakan Permintaan Konsumen
    Untuk memperkirakan permintaan konsumen, perusahaan manufaktur dapat menggunakan catatan permintaan konsumen periode sebelumnya. Agar catatan yang dibuat akurat, perusahaan harus menggunakan alat pelaporan canggih. Dengan catatan ini, perusahaan manufaktur akan lebih mudah memperkirakan permintaan konsumen pada periode tertentu.
  2. Mengendalikan Inventaris
    Untuk dapat memastikan persediaan barang dan menghindari stok bahan baku yang tidak diperlukan, perusahaan manufaktur harus memiliki sistem pengendalian inventaris yang baik.
  3. Menyiapkan Tenaga Kerja
    Untuk menjalankan strategi ini, perusahaan harus memastikan jumlah tenaga kerja yang diperlukan, memberikan pelatihan, dan memfasilitasinya dengan peralatan yang mendukung.
  4. Mengatur Tahapan Dan Waktu
    Sebelum memulai proses produksi, perusahaan harus membuat tahapan proses secara berurutan. Setelah itu, perusahaan dapat menyesuaikan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tahapan-tahapan tersebut.
  5. Mengidentifikasi Masalah
    Dalam menjalankan proses produksi, masalah dapat saja terjadi. Untuk meminimalkan, bahkan menghilangkannya, perusahaan dapat mengumpulkan bahan-bahan yang digunakan, kegagalan yang pernah terjadi, informasi tentang proses produksi yang sama, dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses produksi.
  6. Memberikan Penjelasan Tentang Perencanaan Produksi Secara Detail
    Perencanaan produksi menjadi hal penting dalam melakukan proses produksi. Karenanya, perusahaan manufaktur harus memberikan penjelasan tentang perencanaan tersebut secara detail pada setiap tenaga kerja dan memberikan akses agar para tenaga kerja tersebut dapat melihatnya kapan pun.

Setiap perusahaan manufaktur harus memiliki perencanaan produksi yang matang dan tepat demi keefisiensian dan kelancaran proses produksi. Selain perencanaan yang matang, dalam eksekusi atau prakteknya juga harus diperhatikan. Contohnya dalam hal pencatatan keuangan atau akuntansi, memonitor proses produksi dan lain-lain. Dalam hal pencatatan keuangan, Finata sebagai software akuntansi dan bisnis bisa menjadi solusi bagi perusahaan manufaktur. Di dalamnya terdapat fitur pencatatan barang komposit, inventory, dan pencatatan produksi.

Demikian beberapa poin tentang peren

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download