Select Page

Selain modal, faktor penting lain yang harus diperhatikan oleh seorang pengusaha ialah proses bisnis. Aktivitas tersebut akan membuat kegiatan usaha berjalan secara sinergis. Dengan kata lain, penerapan prosedur yang benar pun mampu membawa usaha Anda berjalan lebih sehat.  Berikut ulasan lebih lengkap mengenai pentingnya memahami proses bisnis.

Daftar isi:
1. Proses Bisnis Operasional
2. Proses Bisnis Manajemen
3. Proses Bisnis Pendukung

 

 

1. Proses Bisnis Operasional

Proses operasional berkaitan dengan proses produksi mulai dari mengubah bahan mentah menjadi produk/jasa siap pakai. Sebagai contoh, yaitu prosedur pembelian bahan baku oleh perusahaan manufaktur. 

Dalam praktiknya, prosedur ini terdiri dari sejumlah sub prosedur seperti prosedur permintaan pembelian bahan baku, pemilihan supplier, pemesanan pembelian, penerimaan barang, dan prosedur pembayaran. 

Prosedur pembelian bahan baku sendiri merupakan bagian paling vital dari industri manufaktur. Prosedur ini berperan dalam mencukupi target penjualan perusahaan melalui kualitas barang yang bermutu. 

Dampaknya, prosedur pembelian bahan baku harus diterapkan secara ketat untuk menghindari pemborosan pembelian bahan baku, permainan harga oleh pemasok, pembelian fiktif, sekaligus mengefektifkan proses transaksi pembelian. 

Apabila terjadi kesalahan prosedur pembelian bahan baku, maka bisa jadi industri tersebut tidak mendapatkan hasil maksimal hingga berisiko mengalami kebangkrutan.

2. Proses Bisnis Manajemen

Proses manajemen bertugas untuk mengendalikan jalannya operasional melalui sebuah sistem. Misalnya, manajemen persediaan barang. Tujuan utama dari manajemen persediaan barang ialah supaya perusahaan berada di zona aman dari berbagai kemungkinan yang mampu mengancam jalannya usaha. 

Apabila persediaan barang terlalu sedikit, perusahaan berisiko kekurangan persediaan hingga mengancam target keuntungan yang telah ditetapkan. Sementara bila persediaan barang terlalu banyak, maka risiko kerusakan barang turut meningkat. 

Oleh karena itu, persediaan barang harus dikelola sedemikian rupa untuk menghindari kerugian perusahaan akibat turunnya citra perusahaan serta hilangnya kepercayaan pelanggan.

3. Proses Bisnis Pendukung

Proses pendukung bertugas mendukung kegiatan inti usaha, seperti penyusunan laporan keuangan. Bagi perusahaan, penyusunan  catatan keuangan merupakan proses krusial karena terkait dengan seluruh aktivitas finansial perusahaan. 

Dalam aktivitas perusahaan, catatan keuangan berperan sebagai tolok ukur untuk menentukan kinerja perusahaan. Di sisi lain, keberadaan laporan keuangan dapat menentukan seberapa sehat bisnis yang Anda jalankan sekaligus membantu Anda dalam mengambil setiap keputusan. 

Inilah yang menjadi alasan mengapa pencatatan keuangan perusahaan harus dilakukan sebaik mungkin. 

 

Itulah 3 contoh proses bisnis yang harus diperhatikan dengan teliti demi menjaga kelancaran usaha. Mengingat pentignya proses bisnis, tentu dibutuhkan sistem informasi yang andal supaya ke tiga proses tersebut berjalan mulus. Kabar baiknya, Anda bisa menggunakan Finata untuk perencanaan, pembukuan, serta mengendalikan kinerja bisnis ke arah yang positif. 

Finata hadir dengan sejumlah fitur unggulan seperti Master Data untuk mengelola seluruh data perusahaan, pemasok, dan pelanggan; Transaksi In Out yang mampu mempermudah pembuatan jurnal akuntansi; dan Sensor Keuangan untuk mendiagnosis kesehatan bisnis Anda. Silakan klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap seputar Finata.