Pengertian Revaluasi Aset Tetap dan Manfaatnya

by | Oct 31, 2020 | Laporan Keuangan, Keuangan | 0 comments

Seiring berjalan waktu nilai pasar terhadap aset tersebut dipastikan akan mengalami perubahan. Maka dari itu diperlukan yang namanya revaluasi aset tetap. Bicara bisnis sangat erat kaitannya dengan aset. Tanpa memandang ukuran dan jenis yang Anda miliki, aset tetap menjadi salah satu komponen yang teramat penting bagi kelangsungan bisnis. Sebab aset tetap ini merupakan sumber ekonomi dalam bentuk peralatan maupun properti yang dapat digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Manajemen aset tetap diperlukan untuk memelihara aset agar kondisinya tetap terawat.

Lantas, apa sesungguhnya revaluasi aset tetap tersebut? Seberapa penting penerapannya untuk perusahaan Anda di masa mendatang? Ikuti pembahasannya sampai tuntas di sini.

Definisi Revaluasi Aset Tetap

Revaluasi aset tetap adalah penyesuaian kembali atas aset tetap yang dimiliki perusahaan dikarenakan adanya kenaikan atau penurunan nilai aset di pasaran. Apabila tidak dilakukan penyesuaian terhadap dampak perubahan tersebut, maka nilai aset tetap yang tercantum di dalam laporan keuangan menjadi tidak wajar dan  kurang menguntungkan perusahaan.

Revaluasi aset tetap diberlakukan pada aset tetap yang berwujud serta dapat digunakan untuk menagih, mendapatkan DAN memelihara penghasilan yang menjadi objek pajak. Aset tetap yang dimaksud  juga harus berkedudukan di Indonesia dan diharapkan punya masa pakai lebih dari satu tahun. Dan, yang terpenting revaluasi aset mesti dilakukan sesuai dengan nilai wajar atau nilai pasar dari aset tetap tersebut.  

Beberapa Contoh Aset Tetap

Selain definisi revaluasi aset tetap, hal lain yang cukup sering dipertanyakan masyarakat awam tak lain adalah contoh dari aset tetap itu sendiri. Walau disebut aset tetap namun tidak ada ketentuan yang mengatur bahwa aset tersebut harus bersifat menetap atau dalam arti tidak dapat dipindahkan. Ada banyak sekali aset tetap yang sifatnya bisa dipindahkan (portable) sesuai kehendak dan kebutuhan pengguna. Baik perpindahannya terjadi di dalam bangunan yang sama maupun ke luar gedung. Selama dia masih dipergunakan untuk operasional perusahaan dan biayanya melebihi batas kapitalisasi, maka dia masih dapat dikatakan sebagai aset tetap.

Untuk lebih memudahkan Anda mengenali macam-macam aset tetap, berikut beberapa contohnya.

  • Tanah.
  • Bangunan, yang dapat berupa kantor, ruang produksi, pabrik showroom, toko dan sebagainya. Di sinilah sebagian besar kegiatan perusahaan dilakukan.
  • Kendaraan, merupakan fasilitas yang sepenuhnya digunakan untuk transportasi perusahaan. Semisal mobil untuk membawa bahan baku, mendistribusikan produk, dan sebagainya.
  • Mesin manufaktur, yang mana digunakan untuk mempermudah dan mempercepat kegiatan produksi dengan tujuan meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas produk.
  • Perabotan, berhubungan dengan meja kerja, kursi kerja, kabinet, dan lain-lain.
  • Komputer, mesin kasir, timbangan, dan sebagainya.

Karakteristik Aset Tetap

Untuk dapat dikatakan sesuatu itu adalah aset tetap, maka ia harus memenuhi beberapa karakteristik, antara lain:

  • Aset tersebut sengaja dipersiapkan oleh perusahaan dan manfaatnya dipakai sepenuhnya untuk kegiatan operasional, bukan dengan tujuan untuk diperjualbelikan.
  • Nilai manfaat dari aset tersebut dapat dirasakan sekurang-kurangnya satu tahun pemakaian atau satu periode akuntansi dan disusutkan pada setiap akhir periode. Jadi, sebuah benda yang nilai manfaatnya hanya bisa bertahan dalam hitungan bulan/cepat habis dianggap bukan aset tetap.
  • Aset tersebut punya substansi fisik serta manfaat ekonomi di masa depan. Dalam artian, aset tetap bukanlah sebatas benda pajangan sekalipun bernilai tinggi, semisal lukisan.

Arti Penting Dan Manfaat Revaluasi Aset Tetap

Merevaluasi aset tetap tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Adanya peraturan yang diterbitkan pemerintah mengenai revaluasi terhadap aset tetap menandakan bahwa revaluasi sangat penting dilakukan. Adapun dasar hukum yang mengatur hal ini tertuang dalam pasal 19 ayat 1  Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan. Pasal  tersebut berisi peraturan seputar penilaian kembali aset perusahaan beserta faktor-faktor penyesuaian apabila ditemukan ketidaksesuaian antara unsur-unsur biaya dengan penghasilan yang diakibatkan oleh perkembangan harga.

Maka dari itu, revaluasi sebenarnya memberi banyak pengaruh positif untuk perusahaan.  Sejumlah manfaatnya, antara lain:

  • Untuk Mengontrol  Modal

Hampir sebagian besar perusahaan melakukan pinjaman ke bank. Namun, tidak semua ajuan pinjaman dapat disetujui oleh bank dengan mudah. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan pihak bank sebelum menggelontorkan modal. Salah satu pertimbangannya berkiblat pada debt to equity ratio atau rasio utang terhadap ekuitas.  Rasio ini merupakan gambaran posisi keuangan suatu perusahaan sekaligus ukuran kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya. Jika debt to equity tinggi, berarti keuangan perusahaan dalam kondisi genting dan bank berhak menolak ajuan kredit dari debitur.

Di sinilah sebetulnya revaluasi aset berperan sebagai pengontrol modal. Dengan melakukan revaluasi aset, umumnya debt to equity ratio perusahaan akan mengalami penurunan sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan bank dalam memberikan pinjaman modal. Bila ratio keuangan perusahaan dalam kondisi sehat, bank selaku pemberi pinjaman modal juga akan mendapatkan keuntungan dari perusahaan.

  • Memperlihatkan Posisi Kekayaan Yang Wajar

Revaluasi aset memungkinkan Anda mendapatkan gambaran nilai kekayaan yang lebih rill dalam laporan keuangan. Untuk perusahaan-perusahaan yang go publik, revaluasi ini sangat bagus sekali diterapkan dalam penyusunan nilai aset untuk mendapatkan harga yang lebih realistis.

  • Menumbuhkan Minat Investor Untuk Menanamkan Modal

Kesuksesan perusahaan juga tidak terlepas dari peranan investor sebagai penyuntik modal selain bank. Namun, tentu menarik minat investor bukan perkara mudah. Sebelum menanamkan sejumlah modal, investor pasti mempelajari kelayakan kondisi keuangan perusahaan Anda melalui perhitungan debt to assets ratio dan debt to equity ratio. Tidak ada investor yang bersedia mempertaruhkan dananya pada perusahaan yang kondisi keuangannya sekarat.

  • Membantu Meringankan Kewajiban Perpajakan

Siapa sangka revaluasi aset tetap dapat meringankan Anda selaku wajib pajak. Nilai aset perusahaan yang semula renda bisa jadi meningkat seiring perubahan waktu. Ketika nilai aset meningkat, maka otomatis akan berdampak pada biaya penyusutan yang ikutan naik. Dengan demikian laba yang tercantum dalam laporan keuangan akan menunjukkan angka penurunan. Sehingga kewajiban pajak Anda pada tahun tersebut juga akan mengalami pengurangan.

  • Transparansi Data Kekayaan Pada Perusahaan Yang Akan Merger

Sewaktu-waktu terjadi merger, revaluasi aset membantu kedua belah pihak untuk saling mendapatkan informasi yang transparan mengenai aset tetap masing-masing. Penggabungan aset pada akhirnya akan membentuk satu nilai aset baru untuk perusahaan baru tersebut.

Itulah informasi mengenai revaluasi aset tetap. Kegiatan revaluasi ini memang cukup rumit. Mungkin Anda harus memerlukan jasa akuntan atau paling tidak bisa menggunakan software-software akuntansi online yang tersedia.

Penyesuaian atau revaluasi dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Sumber terkait:

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download