Pengertian Leverage, Jenis dan Manfaatnya

by | Apr 1, 2020 | Bisnis, Blog | 0 comments

Pengertian Leverage
Pengertian Leverage

Pengertian leverage secara umum yaitu suatu kemampuan dari sebuah perusahaan dengan mengandalkan aset / dana. Aset / dana itu, mempunyai beban dalam merealisasikan tujuan perusahaan sehingga dapat membuat kekayaan dari pemilik perusahaan atau pemegang bertambah secara maksimal.

Pengertian Leverage Menurut Para Ahli

Dari pengertian leverage secara umum tersebut, beberapa para ahli juga mengungkapkan beberapa pengertian dari leverage. Antara lain sebagai berikut :

  • Sartono

Leverage yaitu pemanfaatan / penggunaan sumber dana serta aset perusahaan yang mempunyai biaya tetap / fixed cost. Penggunaan sumber daya dan aset tersebut bertujuan untuk meningkatkan potensi keuntungan dari para pemegang saham.

  • Irawati

Leverage ialah suatu kebijakan yang dilakukan perusahaan untuk menginvestasikan dan memperoleh sumber dana. Hal tersebut harus disertai dengan biaya tetap / fixed cost maupun beban yang ditanggung oleh perusahaan.

  • Sjahrial

Leverage adalah penggunaan sumber dana dan juga aset perusahaan yang mempunyai fixed cost / biaya tetap. Sumber dana perusahaan itu diperoleh dari pinjaman. Selain itu sumber dana pinjaman juga mempunyai bunga yang berfungsi sebagai beban tetap. Jadi dapat dijadikan sebagai potensi dalam meningkatkan keuntungan pemilik / pemegang saham di perusahaan.

  • Syamsuddin

Leverage merupakan kemampuan dari suatu perusahaan dalam menggunakan aktiva / dana. Dana / aktiva itu harus memiliki beban tetap sehingga dapat memperbesar dan meningkatkan penghasilan bagi pemilik perusahaan.

  • Fakhrudin

Leverage yaitu jumlah hutang yang dipergunakan membeli dan membiayai semua aset perusahaan. Semakin tinggi jumlah hutang perusahaan, maka tingkat leverage perusahaan pun menjadi lebih tinggi. Jika hutang perusahaan rendah, maka tingkat leverageya pun menjadi rendah.

Jenis Leverage

Secara umum, leverage terdapat 3 buah jenis. Antara lain sebagai berikut ini :

  • Operating Leverage / Leverage Operasi

Menurut pendapat dari hanafi, pengertian dari leverage operasi ialah jumlah dana perusahaan yang digunakan untuk operasional. Sedangkan menurut Syamsuddin, arti leverage operasi ialah tingkat kemampuan dari perusahaan dalam menggunakan fixed cost / biaya operasi tetap. Hal itu dilakukan untuk dapat meningkatkan pengaruh fixed cost atau biaya tetap pada penjualan / earning before interest and taxes / EBIT.

Baca juga : Apa Arti Vendor? Ketahui Pengertian, Fungsi Beserta Jenisnya

Jenis leverage ini muncul atas akibat dari fixed cost / biaya tetap yang ditanggung sebagai operasional perusahaan. Dengan leverage operasi, suatu perusahaan dapat berharap penjualan akan meningkat. Sehingga dapat menghasilkan laba sebelum bunga serta pajak yang jauh lebih besar.

Fixed cost / biaya operasi tetap berasal dari biaya produksi dan pemasaran serta biaya penyusutan yang mempunyai sifat permanen, misalnya gaji karyawan. Pada leverage operasi ini berupa efek dari fixed cost / biaya tetap pada kemampuan perusahaan supaya dapat menutupi semua biaya tersebut.

Besar kecilnya leverage, dapat dihitung dengan Degree of operating leverage (DOL). Cara untuk menghitung DOL yaitu dengan membagikan antara persentase perubahan EBIT dengan persentase perubahan penjualan.

  • Financial Leverage / Leverage Keuangan

Arti dari leverage keuangan menurut Sartono adalah aktiva / sumber dana yang mempunyai beban tetap. Hal itu disertai asumsi supaya dapat memberi keuntungan tambahan dalam jumlah yang lebih besar dari biaya tetap. Sehingga dapat meningkatkan keuntungan / laba bagi pemegang saham / pemilik perusahaan.

Salah satu penerapan dari financial leverage ialah dengan membuat suatu kebijakan agar memperoleh pinjaman dari luar dia dalam bidang management keuangan. Jadi perusahaan dapat membiayai seluruh operasional dengan memanfaatkan pinjaman tersebut.

Perusahaan juga akan menanggung semua beban. Kemudian juga berharap pendapatan per saham akan meningkat.

Timbulnya leverage keuangan disebabkan dengan kondisi dimana perusahaan harus mengeluarkan biaya keuangan tetap. Kewajiban tersebut tidak dapat diubah begitu saja hanya dengan perubahan EBIT yang meningkat. Tetapi harus dibayar diluar tingkat EBIT yang telah diperoleh perusahaan. Jadikan financial leverage tidak mempunyai hubungan dengan operating leverage.

Financial leverage dapat dihitung melalui DFL / degree of financial leverage. Untuk mengetahui nilai DFL dapat dihitung dengan melakukan pembagian antara persentase perubahan dari pendapatan per saham / EPS dengan persentase perubahan EBIT.

  • Combination Leverage / Leverage Gabungan

Untuk leverage gabungan terjadi apabila perusahaan mempunyai leverage operasi dan leverage financial yang baik. Kedua leverage itu sangat berguna bagi perusahaan dalam meningkatkan keuntungan / laba untuk pemegang saham.

Baca juga : Pengertian Kapitalisme, Ciri, Kelebihan Beserta Contohnya

Jadi leverage gabungan hanya berupa efek yang berasal dari perubahan penjualan pada perubahan laba sesudah pajak. Sehingga secara tidak langsung dapat mengukur atas pengaruh perubahan penjualan pada perubahan pendapatan. Besarnya persentase perubahan laba per saham hanya sebagai bentuk dari hasil persentasi unit yang telah terjual.

Manfaat  Dalam Menghitung Rasio Leverage

Perhitungan atas leverage sangat dibutuhkan di dalam suatu perusahaan. Untuk mempermudah perhitungan atas rasio leverage, dapat menggunakan finata. Finata adalah sebuah software bisnis berbasis online yang menyediakan semua fitur finansial yang dibutuhkan perusahaan.

Harga dari finata ini sangat murah hanya sekitar ±2 juta IDR per tahun. Sehingga tidak akan mempunyai pengaruh besar atas keuangan perusahaan. Dengan memanfaatkan Finata, justru akan membuat operasional menjadi lebih mudah dan efesien.

Jika menggunakan finata, maka manfaat dari perhitungan leverage bukan hanya mudah diperoleh. Tetapi manfaat dari leverage sendiri dapat dirasakan oleh perusahaan dan juga kreditor itu sendiri.

Untuk manfaat dari menghitung rasio leverage bagi kreditor antara lain :

  1. Supaya dapat mengetahui posisi perusahaan atas semua kewajibannya pada pihak eksternal, khususnya untuk pihak pemberi modal / kreditor.
  2. Dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk menilai kemampuan perusahaan. Apakah perusahaan tersebut dapat memenuhi kewajiban / tidak. Kewajiban tersebut merujuk pada pengembalian sumber dana modal beserta bunganya
  3. Dapat mengetahui keseimbangan dari nilai aktiva dengan modal, terutama pada nilai aktiva tetap / fixed cost.
  4. Untuk menilai pengaruh dari sumber dana pinjaman yang telah diperoleh oleh perusahaan pada cara dalam pengelolaan sumber dana tersebut.
  5. Untuk menilai besarnya jumlah aktiva dari perusahaan yang telah dibiayai oleh kreditor.

Sedangkan manfaat menghitung rasio leverage bagi perusahaan yaitu untuk mengetahui perkembangan serta perbandingan. Jadi dapat melihat dengan apakah sumber dana tambahan dapat membuat operasional menjadikannya lancar / sama sekali tidak berpengaruh.

Selain itu dapat pula digunakan untuk mengetahui nilai dana yang telah diperoleh sebenarnya. Apakah sumber dana tambahan tersebut kurang / justru lebih. Perusahaan pun juga dapat mengetahui kemampuannya. Apakah perusahaan sanggup untuk menjalankan kewajiban, khususnya untuk mengembalikan sumber dana sesuai dengan ketentuan.

Itulah penjelasan tentang pengertian leverage, jenis serta manfaat leverage bagi pihak kreditor maupun perusahaan. Karena perhitungan atas pengembalian dana pinjaman menjadi tanggungan utama bagi perusahaan, sebaiknya tidak disepelekan. Lalu akan menjadi hal yang lebih baik jika melakukan perhitungan dengan finata.id. Dengan melakukan perhitungan di finata, hasilnya akan jauh lebih tepat.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download