Pengertian, Jenis, dan Contoh Aktiva

by | Mar 12, 2021 | Akuntansi | 1 comment

Aktiva merupakan salah satu istilah dalam dunia bisnis dan akuntansi. Namun beberapa orang pasti masih terasa asing dengan istilah aktiva tersebut hingga salah mengartikannya.

Nah untuk itu mari kita bahas sedikit mengenai pengertian aktiva dan juga jenis-jenisnya.

aktiva

Pengertian Aktiva

Apa sih aktiva itu? Aktiva adalah semua jenis aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan dimana kepemilikan aset tersebut mutlak menjadi hak dari perusahaan tersebut dan dapat diukur menggunakan satuan mata uang.

Aset tersebut merupakan aset yang bisa didapatkan dari kegiatan usaha perusahaan tersebut dari masa lalu hingga masa depan.

Karena itu aktiva merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam suatu perusahaan dan memiliki manfaat ekonomi.

Jenis-Jenis Aktiva

Aktiva sendiri memiliki jangkauan yang sangat luas, sehingga aktiva dikelompokan menjadi beberapa jenis tergantung dari sifat aktiva tersebut. Pengelompokan ini dapat membantu perusahaan dalam memetakan darimana aktiva itu diperoleh dan juga membedakan aktiva yang berjangka pendek ataupun yang berjangka panjang.

Berikut ini adalah jenis-jenis aktiva yang perlu ketahui:

– Aktiva lancar

Aktiva lancar atau disebut juga dengan current assets adalah jenis aktiva yang memiliki prediksi proses pencairan kurang dari / maksimal 1 tahun.

Beberapa contoh aktiva lancar yang bisa kita temukan secara umum adalah:

  • Kas, aset yang dimiliki oleh perusahaan baik di dalam perusahaan ataupun dana yang disimpan di bank. Kas tersebut bisa digunakan dan diambil sewaktu-waktu saat dibutuhkan perusahaan. Biaya operasional yang biasa digunakan oleh perusahaan akan menggunakan kas yang ada. Uang yang masih ada maupun yang biasanya disimpan itulah yang menjadi aset perusahaan. Di mana kedua-duanya bisa digunakan jika dibutuhkan.
  • Stok barang, barang yang diproduksi ataupun yang dibeli oleh perusahaan. Barang tersebut dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan atau memperoleh manfaatnya.
  • Piutang dagang, berisi penagihan untuk pembayaran pada perusahaan karena adanya penjualan barang yang dilakukan bukan secara tunai.
  • Surat berharga, surat berharga isinya bisa dalam bentuk obligasi maupun saham perusahaan. Perusahaan suatu saat bisa menjualnya apabila diperlukan untuk kepentingan perusahaan. Biasanya selain saham dan obligasi perusahaan masih mempunyai surat berharga lainnya seperti deposito bulanan, wesel tagih, dan lain-lain di mana semua itu menjadi kekayaan perusahaan. Kelebihan surat berharga tersebut apabila diperlukan bisa diperdagangkan kembali seperti saham maupun dicairkan kembali jika berbentuk seperti deposito.
  • Piutang pendapatan, sudah seharusnya diperoleh perusahaan sebagai pemasukan tetapi secara tunai pembayarannya belum didapatkan perusahaan.

– Investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang adalah aset yang belum bisa dirasakan manfaatnya selama kurun waktu 1-2 tahun, atau bahkan dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk bisa merasakan hasil dari investasi ini.

Hal ini dikarenakan aset yang dibeli tidak dapat diperjual belikan kembali. Jangka waktu penggunaannya pun tidak bersifat sementara.

Contoh Investasi jangka panjang adalah saat terjadi kerja sama antara 2 perusahaan atau lebih yang menjadi investor. Keuntungan dari investasi ini baru dapat dinikmati beberapa tahun ke depan.

Setelah proses investasi, keuntungan tidak dapat diambil secara langsung karena pendapatan dari investasi tersebut digunakan untuk memutar modal terlebih dahulu.

– Aktiva tetap (fixed assets)

Aktiva tetap merupakan aset yang tidak untuk diperjual belikan melainkan. Aset ini bertujuan untuk kelancaran operasional suatu perusahaan.

Contoh dari aktiva tetap adalah sebagai berikut:

  • Tanah
  • Gedung
  • Alat / mesin
  • Furniture atau alat kebutuhan kantor
  • Media / alat pengantar objek

Karakteristik dari aktiva tetap adalah sebagai berikut:

  • Tidak untuk diperjualbelikan kembali
  • Memiliki wujud fisik
  • Memiliki nilai material yang cukup signifikan
  • Periode manfaatnya berjangka panjang atau lebih dari satu tahun
  • Aset digunakan secara efektif dalam aktivitas normal perusahaan
  • Dimiliki perusahaan namun tidak masuk sebagai instrumen investasi

– Aktiva tetap tak berwujud (Ingtangible fixed assets)

Seperti namanya, aset ini merupakan aset yang tidak memiliki wujud fisik, karena itu aset ini relatif aman dari tindak kejahatan seperti pencurian atau perampokan terhadap benda yang memiliki wujud fisik.

Berikut ini merupakan beberapa contoh dari aktiva tetap yang tak berwujud:

  • Hak cipta atau disebut pula dengan copyrights. Saat seseorang memiliki ide lalu mengembangkan ide baru tersebut mengenai suatu hal yang belum pernah dimiliki siapapun, atau bisa pula merupakan pengembangan secara konstruktif dari teori lama. Maka seseorang tersebut harus mendapatkan hak kekayaan intelektual. Tetapi untuk mendapatkan royalti tersebut, yang bersangkutan diwajibkan untuk mendaftarkannya terlebih dahulu.
  • Goodwill atau value lain yang spesial dari satu perusahaan yang tidak dimiliki oleh perusahaan lainnya.
  • Hak paten merupakan hak eksklusif yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan hak paten guna memberi kewenangan pada penerima hak paten untuk memproduksi, menjual, atau mengendalikan penemuan untuk jangka waktu tertentu terhitung sejak hak paten tersebut diberikan. Hak paten tidak pernah bisa diperbarui, namun hanya bisa diperpanjang untuk mendapat hak paten baru atas pengembangan rancangan awal.
  • Merek dagang atau dikenal juga dengan trademark merupakan identitas atau lambang sebuah produk yang telah terdaftar di Dirjen HAKI secara sah dan dilindungi oleh undang-udang.
  • Leadsehold atau disebut juga dengan hak sewa, yaitu aset yang berasal dari proses kontrak, sehingga dapat disebut dengan hak kontrak.
  • Waralaba (franchise). Bentuk usaha ini sangatlah populer, karena itu banyak orang yang berlomba-lomba untuk membeli SOP nya beserta dengan teknik dan produk yang dijual hingga sesuai dengan standar masing-masing outlet.

Itulah definisi dari aktiva beserta jenis-jenisnya yang perlu ketahui. Aset suatu perusahaan atau bisnis adalah hal penting yang harus dikelola secara tepat agar menjadi manfaat bagi perusahaan tersebut. Kelalaian dalam mengelola aset dapat berdampak buruk bagi kesehatan keuangan perusahaan bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan bagi bisnis tersebut.

Karena pengelolaan aset merupakan hal penting yang harus dilakukan, diperlukan ketelitian dalam melakukannya. Aplikasi Finata merupakan aplikasi akuntansi yang dapat membantu Anda dalam mengelola keuangan bisnis Anda. Software Aplikasi ini dapat membantu meringankan pekerjaan Anda dalam membuat, mengelola, hingga menganalisa proses akuntansi dan keuangan perusahaan.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

1 Comment

  1. Bagus Dan jelas

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan.
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday