5 Klasifikasi, Pengertian, dan Contoh Analisis Rasio Likuiditas

by | Sep 1, 2020 | Akuntansi, Keuangan | 0 comments

Analisis rasio likuiditas adalah analisis terhadap rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. 

Jika perusahaan mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut memiliki tingkat likuiditas yang baik, sedangkan jika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut tidak memiliki tingkat likuiditas yang baik dalam artian secara keuangan kurang sehat.

Klasifikasi Rasio dalam analisis rasio likuiditas, yaitu :

  • Current Rasio (Rasio Lancar)
  • Quick Rasio ( Rasio Cepat)
  • Cash Rasio ( Rasio Cash )
  • Cash Turnover Rasio (Rasio Perputaran Kas)
  • Working Capital To Total Asset rasio

Manfaat Analisis Rasio Likuiditas

Untuk mengetahui ketersediaan dana yang diperlukaan saat ada kebutuhan mendesak. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau hutang lancarnya.

CURRENT RASIO (RASIO LANCAR)

  • Current rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan total asset lancar dalam membayar kewajiban jangka pendek atau hutang lancar.
  • Semakin besar perbandingan asset lancar dengan utang lancar maka artinya semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban hutang lancarnya. 

CURRENT RATIO = ( TOTAL ASET LANCAR / TOTAL HUTANG LANCAR ) X 100%

contoh laporan neraca untuk analisis rasio likuiditas - Finata Blog
Contoh laporan neraca

CURRENT RATIO = (234.000.000 / 10.000.000) x 100% = 2.340%

Dari perhitungan current rasio tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap Rp. 1 hutang jangka pendek yang dimiliki di jamin oleh Rp. 2.340  asset lancar yang dimiliki perusahaan. 

QUICK RASIO (RASIO CEPAT)

  • Quick rasio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan parameter asset lancar dikurangi  persediaan karena persediaan akan membutuhkan waktu yang lama untuk diuangkan dibanding dengan aset lainnya. 
  • Semakin besar quick rasio semakin baik juga posisi keuangan perusahaan. hitungan hasilnya minimal mencapai 1:1 atau 100%, yang berarti bahwa jika terjadi likuidasi pada  perusahaan maka dapat dinilai bahwa perusahaan dapat  membayar kewajibannya

QUICK RATIO = (TOTAL ASET LANCAR – PERSEDIAAN BARANG) / TOTAL HUTANG LANCAR X 100%

contoh laporan neraca untuk analisis rasio likuiditas - Finata Blog
Contoh laporan neraca

QUICK RATIO = (234.000.000 / 10.000.000) x 100% = 2.340%

Dari perhitungan Quick rasio tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap Rp. 1 hutang jangka pendek yang dimiliki di jamin oleh Rp. 2.340  asset lancar perusahaan di luar persediaan barang yang dimiliki perusahaan.

CASH RASIO (RASIO KAS)

  • Rasio ini digunakan untuk mengukur besarnya uang kas yang tersedia untuk melunasi kewajiban jangka pendek yang ditunjukan dari tersedianya dana kas atau setara kas.
  • Tingginya cash rasio dapat menunjukkan adanya uang kas berlebih, hal ini  bisa diartikan  karena 2 hal yaitu besarnya keuntungan yang telah diperoleh atau akibat tidak digunakannya keuangan perusahaan secara efektif untuk berinvestasi.

CASH RATIO = (KAS + SETARA KAS) / TOTAL HUTANG LANCAR x 100%

contoh laporan neraca untuk analisis rasio likuiditas - Finata Blog
Contoh laporan neraca

CASH RATIO = (212.000.000 / 10.000.000) x 100% = 2.120%

Dari perhitungan Cash rasio tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap Rp. 1 hutang jangka pendek yang dimiliki di jamin oleh Rp. 2.120  kas dan setara kas yang dimiliki perusahaan. 

CASH TURNOVER RASIO (RASIO PERPUTARAN KAS)

  • Rasio perputaran kas (cash turnover rasio) menunjukkan berapa kali kas perusahaan berputar dalam satu periode melalui penjualan.
  • Dengan kata lain, perputaran kas dapat digunakan untuk melihat seberapa besar kas perusahaan mampu menghasilkan penjualan. 
  • Tingkat perputaran kas merupakan ukuran efisiensi penggunaan kas yang dilakukan oleh perusahaan. Karena tingkat perputaran kas menggambarkan kecepatan arus kas kembalinya kas yang telah ditanamkan didalam modal kerja. Dalam mengukur tingkat perputaran kas yang telah tertanam dalam modal kerja adalah berasal dari aktivitas operasional perusahaan.

CASH TURNOVER RATIO = PENJUALAN BERSIH / RATA-RATA KAS x 100%

contoh laporan neraca untuk analisis rasio likuiditas - Finata Blog
Contoh laporan neraca

CASH TURNOVER RATIO = 95.000.000 / 106.000.000) x 100% = 89,62%

Dari perhitungan cash turnover tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap Rp. 1 rata rata kas  yang  dimiliki dapat menghasilkan Rp. 0,89 penjualan bersih   pada bulan juni. 

WORKING CAPITAL TO TOTAL ASSET RASIO

Rasio ini dipakai untuk menilai likuiditas dengan menghitung total asset dan posisi modal kerja

WORKING CAPITAL TO TOAL ASSET RATIO = (TOTAL ASET LANCAR – TOTAL HUTANG LANCAR) / TOTAL ASET x 100%

contoh laporan neraca untuk analisis rasio likuiditas - Finata Blog
Contoh laporan neraca


WORKING CAPITAL TO TOAL ASSET RATIO = 224.000.000 / 268.500.000 X 100%

Dari perhitungan WCTA tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap Rp. 1 Asset yang  dimiliki terdapat didalamnnya  Rp. 0.83 modal kerja  

Dengan analisis rasio likuiditas perusahaan dapat mengetahui seberapa likuid perusahaannya, artinya seberapa mampu perusahaan membayar jika ada kebutuhan mendesak. Resiko jika tidak melakukan analisis rasio likuiditas misalnya ketika terjadi kebutuhan mendesak, kita akan berpotensi salah mengambil keputusan dalam memanfaatkan aset atau dana yang dimiliki perusahaan untuk membayar kebutuhan tersebut. Jika kesalahannya fatal, maka akan terjadi kerugian yang tidak diinginkan. Oleh karena itu setiap pemilik perusahaan harus mampu melakukan analisis rasio likuiditas ini.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

software analisa keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis - 7 kesalahan fatal pebisnis

Download