Pengaruh Inflasi terhadap Suku Bunga Bank

by | Apr 20, 2020 | Blog, Bisnis | 0 comments

Pengaruh Inflasi Terhadap Bunga Bank
Pengaruh Inflasi terhadap Suku Bunga Bank

Pengaruh inflasi terhadap suku bunga bank banyak menjadi perbincangan di kalangan pengusaha, bank, pemilik saham dan pihak terkait lainnya. Saat membahas tentang ekonomi makro, inflasi sering dikaitkan dengan unsur ekonomi lainnya, salah satunya adalah terhadap suku bunga. Bunga merupakan biaya yang keluar  akibat adanya aktivitas peminjaman uang.

Saat meminjam uang, seseorang akan dibebani dengan “biaya sewa” atas uang yang dipinjamnya. Seseorang tersebut diwajibkan untuk membayar sewa atau bunga dalam jangka waktu peminjaman tersebut berjalan hingga tiba waktu pelunasan.

Hubungan antara Inflasi dan Suku Bunga

Tinggi rendahnya suku bunga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tidak hanya skor atau peringkat debitur namun juga dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan. Saat tingkat permintaan terhadap peminjaman tinggi, serta tingkat penawaran nya rendah maka suku bunga akan semakin tinggi.

Begitu pula sebaliknya, jika tingkat permintaan rendah dan tingkat penawaran pinjaman tinggi, maka tingkat suku bunga akan semakin rendah. Kemudian apa hubungan antara inflasi dengan suku bunga? Suku bunga disini berlaku pada suatu peminjaman sehingga suku bunga berperan penting dalam industri perbankan.

Meskipun demikian secara khusus setiap bank memiliki wewenang untuk menentukan suku bunga setiap pinjaman. Nama Pastinya besaran bunga tidak boleh lebih dari suku bunga yang telah ditetapkan oleh bank sentral.

Bank sentral didukung dengan perangkat kebijakan yang dapat mempengaruhi tingkat inflasi serta berperan mengatur stabilitas harga serta pertumbuhan ekonomi. Hal itu karena bank sentral merupakan pemegang otoritas tertinggi saat menentukan kebijakan moneter.

Dengan adanya kewenangan tersebut bank sentral juga bisa memanipulasi suku bunga yang ada dalam jangka pendek. Itulah yang mempengaruhi inflasi dalam perekonomian. Selain itu inflasi dan suku bunga memiliki hubungan terbalik dimana saat inflasi meningkat maka suku bunga akan menurun.

Demikian pula saat suku bunga rendah atau menurun, permintaan pinjaman akan lebih banyak dimana masyarakat lebih banyak memilih meminjam dibandingkan menabung uang. Kesimpulannya semakin banyak uang yang dibelanjakan sehingga ekonomi akan bertumbuh dan inflasi mengalami kenaikan.

Saat suku bunga naik maka permintaan pinjaman akan menurun karena masyarakat lebih memilih menabung dengan tingkat pengembalian dari tabungan lebih tinggi. Hal tersebut akan berdampak pada sedikitnya jumlah uang yang dibelanjakan. Jika dibiarkan terus menerus hal itu akan berdampak pada melambatnya perekonomian dan tingkat inflasi akan menurun.

Dari hubungan inilah, pengaruh inflasi terhadap suku bunga bank menjadi hal yang cukup menarik untuk dianalisis.

Baca juga : Manfaat Toko Online Bagi Penjual yang Perlu Anda Ketahui

Unsur-unsur yang Berhubungan dengan Inflasi dan Suku Bunga

Sebelum membahas mengenai pengaruh inflasi terhadap suku bunga bank, setidaknya hubungan antara inflasi dengan suku bunga bank dapat digambarkan dalam tiga unsur. Unsur-unsur tersebut yaitu sistem perbankan, peran suku bunga dan juga teori kuantitas uang. Adapun berikut ini merupakan penjelasan tentang ketiga unsur tersebut.

Sistem Perbankan

Pengaruh inflasi terhadap suku bunga bank dapat berhubungan dengan unsur sistem perbankan. Sistem perbankan yaitu aturan-aturan, tata cara serta pola yang digunakan sektor perbankan saat menjalankan kegiatan usahanya yang sesuai dengan ketentuan undang-undang. Dalam lingkup perkembangan ekonomi saat ini sistem perbankan yang digunakan yaitu perbankan cadangan fraksional.

Adapun perbankan cadangan fraksional merupakan sebuah sistem perbankan yang memungkinkan bagi bank komersial agar dapat menghasilkan keuntungan. Cara tersebut diantaranya adalah dengan menghasilkan keuntungan dengan cara meminjamkan sebagian dari deposito ataupun tabungan nasabah. Adapun sebagian lainnya akan disimpan dalam bentuk tunai yang disediakan dalam penarikan.

Teori Kuantitas Uang

Unsur kedua yang berkaitan dengan pengaruh inflasi terhadap suku bunga bank adalah teori kuantitas uang. Teori kuantitas uang dalam ilmu ekonomi disebutkan bahwa inflasi ditentukan pada permintaan dan penawaran uang. Semakin banyak uang yang beredar, maka dapat mendorong kenaikan harga sehingga setiap lembaran uang mengalami penurunan nilai.

Sebaliknya pula jika jumlah uang yang beredar semakin sedikit maka harga barang dan jasa mengalami penurunan. Dengan keadaan tersebut harga barang dan jasa mengalami penurunan dan tingkat inflasi menurun.

Sebenarnya inflasi tidak selalu berefek buruk terhadap perekonomian, namun jika inflasi semakin tinggi dapat mengakibatkan harga barang dan jasa tidak terkendali. Biasanya target tingkat inflasi oleh bank setiap tahunnya adalah 2% hingga 3%. Saat tingkat inflasi lebih tinggi dari target tersebut akan beresiko pada terjadinya hiperinflasi.

Peran Suku Bunga

Unsur yang terakhir yang berhubungan dengan pengaruh inflasi terhadap suku bunga bank adalh peran suku bunga. Suku bunga bertindak sebagai harga yang harus dibayar dibayarkan saat menyimpan atau meminjam uang. Untuk bagian simpanan yang wajib membayarkan bunga adalah pihak bank kepada nasabah. Sedangkan untuk peminjaman tentunya peminjam atau debitur yang wajib membayar suku bunga pinjaman kepada bank.

Saat suku bunga rendah maka individu, masyarakat maupun pengusaha akan mengajukan banyak pinjaman. Hal tersebut akan berpengaruh pada meningkatnya jumlah uang yang beredar dikalangan masyarakat. semakin banyak jumlah uang yang diedarkan semakin mendorong kenaikan inflasi keuangan.

Sebaliknya, jika suku bunga tinggi maka tidak banyak masyarakat mengajukan pinjaman sehingga jumlah edaran uang semakin menurun. Dengan begitu akan berdampak pada tidak banyaknya uang yang dibelanjakan sehingga inflasi akan menurun.

Baca juga : Memaksimalkan Pendapatan dengan Meminimalisir Biaya Produksi

Pengaruh Inflasi terhadap Suku Bunga Bank

Selain berpengaruh pada ekonomi dan investasi, rupanya ada juga pengaruh inflasi terhadap suku bunga bank. Inflasi memang berperan penting dalam proses tarik ulur perekonomian agar ekonomi negara tetap dan terus tumbuh.

Ekonomi tumbuh akan menunjukkan kegiatan pasar yang mana aktivitas ekonomi setiap lapisan masyarakat terus bergerak. Saat inflasi masih dapat dikatakan dalam taraf normal tidak terlalu tinggi atau tidak terlalu rendah maka stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Dalam mengendalikan inflasi, bank sentral akan menggunakan suku bunga. Inflasi yaitu peningkatan harga umum secara berkelanjutan dalam perekonomian. Sedangkan suku bunga yaitu biaya yang harus dibayarkan atas dana pinjaman yang diberikan.

Adapun saat nasabah menyetorkan uang ataupun mengajukan pinjaman ke bank maka suku bunga yang diberlakukan yaitu suku bunga nominal. Suku bunga tersebut mencakup suku bunga riil serta premi untuk inflasi.

Inflasi yang meningkat akan berpengaruh pada naiknya suku bunga nominal. Meskipun suku bunga riil tetap namun premi untuk inflasi dapat mengalami kenaikan. Agar pertumbuhan ekonomi dapat melaju tetap, maka tingkat suku bunga harus lebih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat inflasi.

Penjelasan dari keduanya tersebut adalah meminjamkan uang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi maka suku bunga harus lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi. Hal itu disebabkan karena suku bunga yang lebih tinggi dari inflasi dapat meningkatkan nilai mata uang. Akan lain halnya jika suku bunga yang lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi.

Pengaruh inflasi terhadap suku bunga bank dapat dibedakan menjadi dua yaitu saat inflasi tinggi dan saat inflasi rendah. Saat inflasi tinggi, dan harga umum barang jasa mengalami kenaikan maka bank sentral akan membuat kebijakan untuk menurunkan tingkat inflasi.

Namun untuk mengendalikan saat inflasi tinggi maka bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunga untuk menurunkan tingkat inflasi. Kemudian bagaimana jika yang terjadi adalah deflasi atau penurunan barang dan jasa? Pada saat terjadi deflasi atau kondisi inflasi menurun maka bank sentral akan menentukan kebijakan guna menurunkan suku bunga.

Untuk menjaga keuangan perusahaan dalam masa inflasi, Anda bisa menggunakan salah satu produk andalan dari Finata. Finata merupakan software keuangan usaha yang bisa membantu anda untuk mengontrol keuangan dalam berbagai situasi. Berbagai proses yang sebelumnya rumit dapat diselesaikan dengan satu aplikasi saja.

Dengan berbagai penjelasan di atas, pengaruh inflasi terhadap suku bunga bank dapat terjadi saat inflasi mengalami kenaikan ataupun penurunan. Oleh karena itu dibutuhkan berbagai cara dan siasat agar dapat mengatasi situasi saat keuangan mengalami inflasi maupun deflasi. Salah satunya Finata bisa menjadi software yang dapat mengatasi pengaruh inflasi terhadap suku bunga bank melalui fitur diagnosis bisnis.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download