Pengertian Pasiva, Rumus, dan Jenis-Jenisnya

by | Jul 2, 2021 | Akuntansi, Laporan Keuangan | 0 comments

pasiva

Dalam akuntansi, kita sering mendengar istilah yang disebut dengan aktiva dan pasiva. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan posisi modal dan utang yang dimiliki oleh perusahaan ketika perusahaan itu berjalan.

Setelah kita membahas mengenai aktiva pada halaman ini, sekarang saatnya kita membahas mengenai pasiva.

Pengertian Pasiva

Pasiva didefinisikan sebagai suatu pengorbanan yang dilakukan oleh perusahaan atau entitas bisnis secara ekonomi dalam upaya untuk menunjang kegiatan usaha di masa yang akan datang. Pasiva merupakan suatu hal yang sengaja dibuat oleh perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas usaha.

Utang dalam bentuk pasiva ini akan digunakan sebagai modal usaha dan cenderung akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang. Pasiva ini dapat dilunasi dengan menggunakan uang, jasa, atau barang.

Rumus Perhitungan Pasiva

Liabilitas memiliki rumus metode perhitungannya, rumus tersebut adalah :

Aktiva = Pasiva

Harga = Utang + Modal

Jenis Pasiva

Pasiva terbagi menjadi dua jenis yang dipisahkan berdasarkan jangka waktunya. Kedua jenis pasiva ini adalah current liabilities atau utang jangka pendek, dan long term liabilities atau utang jangka panjang.

1. Utang Jangka Pendek (Current Liabilities)

Utang jangka pendek adalah utang yang seharusnya dibayarkan dengan cepat oleh perusahaan dengan waktu pembayaran paling lama adalah satu tahun pembukuan. Utang jangka pendek ini terbagi menjadi beberapa kategori yaitu :

– Utang Dagang (account payable)

Utang dagang merupakan utang yang muncul karena pembelian barang untuk kebutuhan operasional perusahaan yang umumnya timbul karena suatu pembelian barang berupa bahan baku. Utang ini harus dibayarkan kepada perusahaan rekanan atau supplier.

– Utang wesel (notes payable)

Utang wesel atau notes payable merupakan utang perusahaan yang wajib dilunasi oleh perusahaan kepada pemberi peminjam dana. Utang wesel ini memiliki jangka waktu pembayaran dari 30, 60, hingga 90 hari.

– Penghasilan yang ditangguhkan (deferred/unearned revenue)

Penghasilan yang ditangguhkan adalah suatu kontrasepsi jasa perusahaan terhadap pihak ketiga. Pada dasarnya, penghasilan tersebut belum sepenuhnya milik perusahaan tetapi pembayarannya sudah diterima. Karena itu kondisi ini dianggap sebagai utang.

– Beban yang perlu dibayarkan (accrued interest payable)

Beban yang perlu dibayarkan adalah jenis utang jangka pendek yang statusnya masih belum dapat dilunasi dalam suatu periode akuntansi sebelumnya.

– Utang gaji (salaries payable)

Utang gaji juga termasuk utang jangka pendek. Utang ini merupakan kondisi dimana perusahaan yang memiliki kewajiban untuk membayar kepada karyawan namun belum dapat dibayar oleh perusahaan.

– Penghasilan yang ditangguhkan (defeffed liability/kredit)

Penghasilan yang ditangguhkan merupakan suatu pendapatan yang diterima diawal, namun jasa atau barang yang dibayarkan tersebut belum dilakukan atau dikirimkan.

– Utang pajak (tax payable)

Utang pajak adalah seluruh kewajiban yang timbul atas pajak seluruh aset perusahaan dalam bentuk bangunan yang sudah digunakan atau terpakai jasanya.

– Utang Dividen (dividends payable)

Utang dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang seharusnya diberikan kepada pemilik saham tetapi belum dibayarkan kepada mereka yang berhak menerimanya pada saat neraca telah disusun.

2. Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)

Utang jangka panjang mencakup semua jenis utang yang waktu pembayaran atau pelunasannya relatif lama, yakni lebih dari satu tahun. Beberapa akun yang diklasifikasikan ke dalam jenis utang jangka panjang yakni sebagai berikut :

– Utang Bank (Bank Loan)

Utang ini merupakan pinjaman yang diperoleh dari bank yang digunakan sebagai modal kerja perusahaan. Hutang ini umumnya digunakan untuk melakukan berbagai hal strategis seperti ekspansi atau penggabungan suatu perusahaan.

– Utang Hipotik (Mortgages Payable)

Utang hipotik adalah salah satu utang jangka panjang yang merupakan suatu utang pinjaman perusahaan kepada bank dengan jaminan berupa aset tetap milik perusahaan.

– Utang Obligasi (Bond Payable)

Utang obligasi merupakan surat utang yang dibuat dan diterbitkan oleh perusahaan ketika ingin meminjamkan dana kepada perusahaan lainnya. Surat obligasi menjadi surat bukti bahwa pemegang surat obligasi telah meminjamkan dana pada perusahaan yang menerbitkan surat obligasi.

– Kredit Noveltasi (Long Term Loan)

Kredit noveltasi adalah jenis utang yang diperoleh dari pihak bank atau lembaga keuangan lainnya yang memiliki jangka waktu pembayaran yang lama.

– Utang Berdurasi (Subordinated Loan)

Utang ini adalah kewajiban perusahaan kepada pemegang saham perusahaan induk yang tidak memiliki bunga.

– Utang Pemegang Saham (Holding Company Loan)

Utang ini adalah suatu kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan afiliasi atau anak perusahaan baru kepada perusahaan induk sebagai modal usaha agar dapat dipergunakan dengan baik.

tulah definisi dari pasiva beserta jenis-jenisnya yang perlu ketahui. Pengelolaan utang secara baik sangatlah penting untuk perusahaan. Dengan mampu mengelola utang dengan baik, maka perusahaan akan memiliki kepercayaan dari karyawan, perusahaan lain, dan lainnya.

Karena pengelolaan utang merupakan hal penting yang harus dilakukan, diperlukan ketelitian dalam melakukannya. Aplikasi Finata merupakan aplikasi akuntansi yang dapat membantu Anda dalam mengelola keuangan bisnis Anda. Software Aplikasi ini dapat membantu meringankan pekerjaan Anda dalam membuat, mengelola, hingga menganalisa proses akuntansi dan keuangan perusahaan.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 31 Juli 2021
Hanya Rp 199.000,-
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
Hanya Rp 199.000,-
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 20 Juli 2021
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday