Metode Pencatatan Persediaan Barang

by | Sep 22, 2020 | Laporan Keuangan, Akuntansi | 0 comments

Metode pencatatan persediaan barang perlu diketahui agar tidak salah dalam laporan keuangan dan membantu kita memahami laporan dengan lebih baik. Pencatatan persediaan merupakan kegiatan yang membedakan antara perusahaan dagang dengan perusahaan jasa sehingga pencatatan persediaan merupakan hal yang penting dalam perusahaan dagang. Metode pencatatan persediaan barang  baik yang masuk ataupun keluar dilakukan untuk meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh hilangnya barang-barang setelah dibeli ,terlebih lagi  untuk barang-barang yang dibeli secara kredit. Tujuan penilaian persediaan adalah agar aset perusahaan tersebut dapat dioptimalkan untuk menciptakan laba perusahaan

Ada dua metode pencatatan persediaan barang dagang yang digunakan oleh perusahaan barang dagang yaitu :

– Metode Perpetual (perpetual System) 
– Metode Periodik (Periodic System)

HARGA POKOK PENJUALAN

  • Harga Pokok Penjualan adalah biaya yang muncul dari barang yang diproduksi  dan dijual dalam kegiatan bisnis. 
  • Harga Pokok Penjualan pada umumnya ada pada perusahaan dagang. Karena kegiatan utama perusahaan dagang adalah memperjualbelikan barang dagangan

CARA MENENTUKAN HPP

Sebelum melakukan metode pencatatan persediaan barang, ketahui dahulu cara menghitung HPP. Penghitungan HPP merupakan perhitungan seluruh biaya yang di keluarkan untuk mendapatkan barang yang siap untuk di jual .

FORMULASI SEDERHANA MENGHITUNG HPP:

Persediaan Awan Barang dagangan         xxxx

Pembelian Barang dagangan                     xxxx

Biaya Angkut dll atas pembelian               xxxx

Retur pembelian     (xxxx)

Potongan Pembelian                                (xxxx)

                                                                  ————-

Pembelian Bersih xxxx

                                                                  ———–+/+

xxxx

Persediaan Akhir barang dagangan xxxx

                                                           ——— -/-

HPP XXXX

CONTOH

Berikut data Transaksi persediaan  PT. ABC per 31 Desember 2018.

Persediaan Awal 1 Jan 2018: Rp.  7.500.000

Pembelian selama 2018: Rp. 24.000.000

Retur Pembelian selama 2018: Rp.   500.000

Potongan Pembelian selama 2018: Rp. 1.000.000

Persediaan Akhir per 31 Des 2018: Rp. 8.000.000

TENTUKAN HPP ATA PERSEDIAAN BARANG PT. ABC

Perediaan Awal: Rp. 7.500.000

Pembelian: Rp. 24.000.000

Retur: ( 500.000 )

Potongan: ( 1.000.000 )

Pembelian Bersih: Rp. 22.500.000

Persediaan yang siap untuk dijual: Rp. 30.000.000

Persediaan Akhir: ( 8.000.000 )

Harga Pokok penjualan: Rp. 22.000.000

Baca juga: Pengertian dan Contoh Laporan Arus Kas

METODE PENCATATAN PERSEDIAAN

Ada 2 metode pencatatan persediaan barang yang umum digunakan yaitu perpetual dan periodik.

METODE PERPETUAL

  • Metode pencatatan persediaan secara perpetual adalah metode pencatatan persediaan barang dagangan dengan cara membuat setiap jenis persediaan rekening sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu persediaan.
  • Setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan sewaktu-waktu dapat diketahui dengan melihat kolom saldo dalam rekening persediaan
  • Bila terdapat selisih jumlah persediaan antara hasil perhitungan fisik dengan data persediaan maka dengan metode ini akan mudah untuk menelusuri penyebab terjadinya selisih.

METODE PERIODIK

  • Metode pencatatan persediaan secara periodik atau metode fisik adalah cara sistem pencatatan persediaan barang dagangan yang mengharuskan adanya perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyusunan laporan keuangan.
  • Perhitungan persediaan (stock opname) ini diperlukan untuk mengetahui berapa jumlah barang yang masih ada dan kemudian diperhitungkan sebagai harga pokok penjualan (HPP).
  • Bila terdapat selisih jumlah persediaan antara hasil perhitungan fisik dengan data persediaan maka dengan metode ini akan megalami kesulitan untuk menelusuri penyebab terjadinya selisih.

Setelah mengetahui metode pencatatan persediaan barang, perlu juga diketahui dan memilih metode penilaian persediaan barang.

METODE PENILAIAN PERSEDIAAN

METODE FIFO (FIRST IN FIRST OUT)

  • Penerapan metode ini terutama diterapkan pada barang-barang yang tidak tahan lama atau produk-produk yang modelnya cepat berubah. Oleh karena itu dengan penerapan metode ini maka saldo akhir menunjukkan barang yang dibeli terakhir sebab barang yang dibeli lebih awal akan dikeluarkan lebih awal juga. 
  • Penggunaan metode ini dalam menghitung nilai persediaan barang akan menghasilkan laba yang besar namun penghitungan labanya kurang akurat.
  • Contoh penerapan metode ini yaitu pada produk-produk makanan olahan di supermarket.

CONTOH METODE FIFO

PT. ABC MEMPUNYAI PERSEDIAAN AWAL BARANG PER 1 JAN 2019 SBB:

PRODUK A    100 PC HARGA PER UNIT 1.000

PRODUK B    100 PC HARGA PER UNIT 1.500

PADA TANGGAL 10 JANUARY 2019 DIBELI PERSEDIAAN BARANG SBB:

PRODUK A   50 PC HARGA PER UNIT 1.200

PRODUK B   50 PC HARGA PER UNIT 1.600

PADA TANGGAL 15 JANUARY DI JUAL PERSEDIAAN BARANG SBB:

PRODUK A   120 PC 

PRODUK B   110 PC

MAKA JIKA MENGGUNAKAN METODE FIFO PERHITUNGAN HARGANYA SBB:

PRODUK A  100 X 1.000

PRODUK A   20 X 1.200

PRODUK B  100 X 1.500

PRODUK B   10  X 1.600

METODE LIFO (LAST IN FIRST OUT)

  • Metode ini mengasumsikan unit persediaan yang dibeli pertama akan dikeluarkan di akhir. Artinya, unit yang dijual pertama adalah unit persediaan yang terakhir masuk ke gudang. 
  • Metode biaya persediaan LIFO ini didasarkan pada asumsi bahwa aliran keluar biaya persediaan merupakan kebalikan dari kronologi terjadinya biaya. Pada metode ini, harga beli terakhir dibebankan ke operasi dalam periode kenaikan harga (inflasi), sehingga laba yang dihasilkan akan kecil dan pajak yang terutang juga menjadi lebih kecil. Namun, berdasarkan PSAK 14 metode LIFO tidak boleh digunakan lagi
  • Contoh bidang penerapan metode ini dalam perusahaan dagang yaitu dalam bidang pakaian, teknologi, elektronik dan toko buku.

CONTOH METODE LIFO

PT. ABC MEMPUNYAI PERSEDIAAN AWAL BARANG PER 1 JAN 2019 SBB:

PRODUK A    100 PC HARGA PER UNIT 1.000

PRODUK B    100 PC HARGA PER UNIT 1.500

PADA TANGGAL 10 JANUARY 2019 DIBELI PERSEDIAAN BARANG SBB:

PRODUK A   50 PC HARGA PER UNIT 1.200

PRODUK B   50 PC HARGA PER UNIT 1.600

PADA TANGGAL 15 JANUARY DI JUAL PERSEDIAAN BARANG SBB:

PRODUK A     80 PC 

PRODUK B    90 PC

MAKA JIKA MENGGUNAKAN METODE LIFO PERHITUNGAN HARGANYA SBB:

PRODUK A  80 X 1.200

PRODUK B  90 X 1.600

Baca juga: Cara Dan Contoh Metode Garis Lurus Penyusutan Aset

METODE AVERAGE

  • Metode Average merupakan metode tengah-tengah antara metode FIFO dan metode LIFO. 
  • Metode average dibagi menjadi dua metode yaitu metode rata-rata sederhana (simple average method) dan metode rata-rata tertimbang (weighted average method).
  • Dalam metode rata-rata sederhana (simple average method), nilai persediaan barang ditentukan melalui hasil perkalian dari harga rata-rata barang dagang per unit dengan sisa barang dagang. 
  • Sedangkan dalam metode rata-rata tertimbang (weighted average method), nilai persediaan barang dagang ditentukan berdasarkan perhitungan pada perkalian dari jumlah barang dagang yang tersedia dengan harga barang dagang rata-rata persatuan.

CONTOH METODE AVERAGE

PT. ABC MEMPUNYAI PERSEDIAAN AWAL BARANG PER 1 JAN 2019 SBB:

PRODUK A 100 PC HARGA PER UNIT 10.000

PRODUK B    100 PC HARGA PER UNIT 15.000

PADA TANGGAL 10 JANUARY 2019 DIBELI PERSEDIAAN BARANG SBB:

PRODUK A   50 PC HARGA PER UNIT 12.000

PRODUK B   50 PC HARGA PER UNIT 16.000

PADA TANGGAL 15 JANUARY DI JUAL PERSEDIAAN BARANG SBB:

PRODUK A   120 PC 

PRODUK B   110 PC

MAKA JIKA MENGGUNAKAN METODE AVERAGE MAKA KITA TENTUKAN DULU RATA RATA  HARGANYA SBB:

PRODUK A  100 X 10.000     = 1.000.000

PRODUK A   50 X 12.000   =  600.000

TOTAL      150           = 1.600.000

JADI HARGA RATA RATA PRODUK A SEBESAR 1600.000/150 = 10.666,66

PRODUK B  100 X 15.000 = 1.500.000

PRODUK B   50 X 16.000 =    800.000

TOTAL      150                   = 2.300.000

JADI HARGA RATA RATA PRODUK B SEBESAR 2300.000/150 = 15.333,33

JADI UNTUK MENGHITUNG NILAI HPP BARANG YANG TERJUAL DIKALIKAN DENGAN HARGA RATA RATA PRODUK:

PRODUK A 120 X 10.666,66   =  1.279.999

PRODUK B 110 X 15.333,33:  =  1.686.666

Metode pencatatan persediaan barang dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download