Metode Fifo Harga Pokok Penjualan, Kelebihan Dan Kelemahannya

by | Sep 7, 2020 | Akuntansi, Laporan Keuangan | 0 comments

Metode Fifo merupakan salah satu cara untu menemukan harga pokok penjualan. Nah, anda pasti penasaran kan? Berikut penjelasan secara lengkap tentang metode ini.  Setiap laporan keuangan perusahaan memiliki metode yang berbeda. Metode yang digunakan juga disesuaikan dengan jenis laporan itu sendiri.

Pengertian Metode Fifo

Metode Fifo diambil dari istilah First-In, First-Out.  Intinya, barang yang pertama kali masuk atau dibeli menjadi barang yang pertama kali keluar atau dijual. Metode ini memang diaplikasikan untuk menemukan harga pokok penjualan dengan anggapan item produk terjual adalah produk paling lama dalam inventaris perusahaan.

Jika diambil istilah secara singkat, metode ini menghilangkan produk paling pertama dari akun persediaan penjualan. Contohnya, anda sedang memiliki usaha ayam frozen, maka ayam yang pertama kali masuk pada outlet anda akan menjadi ayam yang lebih dahulu dijual. Dari hasil perhitungan ayam yang terjual pertama kalinya, biaya ini menjadi biaya pokok penjualan.

Kelebihan Metode Fifo

Metode Fifo memang dianggap sebagai metode yang terpercaya dan logis. Untuk bisa menyimak lebih jelasnya, anda simak beberapa keuntungan lain diantaranya adalah:

  • Memperkecil Terjadinya Risiko Pemborosan

Biasanya perusahaan yang menggunakan Metode Fifo akan mendahulukan inventaris tertua untuk dijual. Jadi, perusahaan juga terhindar dari risiko pembuangan biaya yang diakibatkan turunnya kualitas produk. Sedangkan produksi yang masih tersisa tetap memiliki kualitas bagus. Selain itu, masih tetap dapat dijual dengan harga tinggi. Hal ini karena produk baru jadi. Disini anda bisa diuntungkan karena situasi penjualan pada posisi konstan.

  • Terhindar Dari Adanya Manipulasi Laporan Keuangan

Kelebihan lain dari Metode Fifo adalah memberikan perhitungan biaya yang sangat akurat. Dari pencatatan produksi dari proses sampai penjualan yang dilakukan per gelombang, akan terhitung secara akurat. Anda tak perlu cemas jika hasil yang diperoleh menemui sebuah kendala atau keraguan. Sebagai contoh menemukan kebingungan dalam menemukan hasil keuntungan. Anda bisa melacaknya dengan mudah. Jika ada seseorang atau pihak lain yang mencoba memanipulasi laporan keuangan, maka anda bisa melacaknya dengan mudah.

  • Metodenya Sangat Mudah Dimengerti Dan Diterima Secara Universal

Ini menjadi salah satu alasan mengapa metode ini menjadi cara yang diterapkan beberapa perusahaan dalam menyusun laporan keuangan. Alur yang digunakan metode ini adalah alur alami inventaris dimana perhituangan biaya produksi dilakukan setiap gelombang agar produk tertua yang lebih dahulu dijual.  Hal inilah yang membuatkan pembukuan perusahaan lebih sederhana.

Baca juga: 5 Metode Penyusutan Aktiva Tetap dan Contohnya

Kekurangan Metode Fifo

Setiap metode pasti memiki kelemahan. Bagimana pun juga Metode Fifo juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

  • Dapat Dikenakan Pajak Yang Cukup Tinggi

Hal ini dikarenakan selisih keuntungan dan biaya modal produksi lebih besar daripada metode lainnya.

  • Hasil Keuntungan Yang Didapat Tidak Akurat

Karena laba yang diperoleh terkadang cenderung tidak akurat, maka laba yang diperoleh bisa jadi kecil atau bahkan merosot. Jika laporan yang anda kerjakan menemukan kendala dalam fase ini, anda akan rugi. Hal ini dikarenakan patokan yang anda gunakan adalah harga pokok. Sedangkan harga yang seharusnya digunakan adalah harga aktual.

Perusahaan Yang Cocok Menggunakan Metode Fifo

Dari beberapa perusahaan , ternyata perusahaan yang bergerak di bidang makanan atau minuman adalah jenis perusahaan yang paling cocok menggunakan Metode Fifo. Hal ini dikarenakan metode ini sangat cocok untuk bahan produksi yang memiliki tanggal kadaluarsa. Jadi, produk bisa segera dibeli konsumen sebelum produk tersebut menjadi kadaluarsa. Nah metode ini cocok untuk perusahaan mie instan, biskuit, makanan beku, penyedap rasa, kecap, saos, beras, sirup, air mineral, dan lainnya.

Cara Menghitung Dengan Metode Fifo

Nah, apa anda masih kurang paham dengan maksud metode di atas? Agar dapat menerapkan teori ini dengan baik, mari anda simak salah satu contoh satu produk industri ayam frozen food berikut ini.

Anggaplah produk anda dibuat menjadi tiga gelombang selama tahun masa penjualan. Biaya dan kuantitasnya dapat diaplikan seperti ini:

  • Gelombang 1:  Jumlahnya 200 ayam dengan harga Rp.800.000.
  • Gelombang 2:  Jumlahnya 150 ayam dengan harga Rp.700.000.
  • Gelombang 3:  Jumlahnya 170 ayam dengan harga Rp. 770.000.

Dari semua gelombang, maka dapat ditemukan total produksi sebanyak 520 ayam frozen dengan biaya Rp. 2. 270.000. Jadi, rata-rata biaya untuk satu produksi ayam frozen adalah Rp 4.370.

Kemudian anda harus hitung biaya per gelombangnya.

  • Gelombang 1:  Rp.800.000/200 ayam = Rp 4.000.
  • Gelombang 2:  Rp.700.000/150 ayam = Rp 4.670.
  • Gelombang 3:  Rp.770.000.170 ayam = Rp 4.530.

Anggap saja bahwa tahun ini industri mampu menjual produksi sebanyak 400 dari 520 ayam frozen yang diproduksi. Karena tidak tahu gelombang mana yang sudah terjual, anda bisa menggunakan produk pertama masuk sebagai patokannya. Gunakan patokan 400 ayam yang terjual, antara lain:

  • Gelombang 1:  200 ayam @ Rp 4.000 terjual dengan harga Rp 800.000.
  • Gelombang 2:  150 ayam @ Rp 4.670 terjual dengan harga Rp 700.500.
  • Gelombang 3:  50 ayam @ Rp 4.530 terjual dengan harga Rp 226.500.

Apabila dijumlah, dari 400 ayam yang terjual adalah Rp 1.720.000. Maka hasil dari perhitungan di atas dapat diambil menjadi biaya pokok produksi.

Baca juga: Apa Saja Analisis Rasio Keuangan Perusahaan Dan Cara Membacanya

Contoh Kasus Menggunakan Metode Fifo

Data perusahaan selama tahun 2020 di Perusahaan CCC

Sumber: https://ukirama.com/blogs/ciri-ciri-perusahaan-yang-cocok-menggunakan-metode-fifo-dan-cara-menghitung-sistem-ketersediaannya

TanggalKeterangan ProdukJumlah (unit)Harga (Rp)
3 JanPersediaan awal100100.000
7 FebPembelian300120.000
8 MaretPenjualan100150.000
9 AprilPenjualan100150.000
1 MeiPembelian100130.000
6 JuniPenjualan200160.000
7 JuliPembelian300125.000
1 OktoberPenjualan100160.000
5 NovemberPenjualan200170.000
2 DesemberPembelian100130.000

Dengan menggunakan data di atas, akan dihitung dengan metode Fifo.

TglPembelianHarga Pokok PenjualanPersediaan
UnitHarga perUnit (Rp)Harga Keseluruhan (Rp)UnitHarga/Unit (Rp)Total Harga  (Rp)UnitHarga/Unit  (Rp)Total Harga  (Rp)
03 Jan100100.00010.000.000
07Feb300-120.000-36.000.000-100300100.000120.00010.000.00036.000.000
08 Mar100100.00010.000.000300120.00036.000.000
09 Apr100120.00012.000.000200120.00024.000.000
01 Mei100-130.000-12.000.000-200100120.000130.00024.000.00013.000.000
06 Jun200120.00024.000.000100130.00013.000.000
07 Jul300-125.000-37.500.000-100300130.000125.00013.000.00037.500.000
01 Okt100130.00013.000.000300125.00037.500.000
05 Nov200125.00025.000.000100125.00012.500.000
01 Des100-130.000-13.000.000-100100125.000130.00012.500.00013.000.000
Total80098.500.00070084.000.00020025.500.000

Nah, itu tadi merupakan informasi penting tentang Metode Fifo dan bagaimana pengaplikasiannya. Semoga informasi ini sangat penting bagi anda yang berprofesi sebagai akuntan atau  berencana membuat perusahaan sendiri.

Menghitung harga pokok penjualan dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Baca juga: Cara Membuat Dan Contoh Pembukuan Sederhana

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download