Metode Depresiasi Dalam Akuntansi

Apa saja metode depresiasi aset tetap dalam akuntansi yang biasa digunakan oleh perusahaan? Sebelum membahas lebih jauh tentang metode dari depresiasi aset tetap, kurang lengkap rasanya jika kita tidak mengetahui tentang definisi depresiasi itu sendiri.

Depresiasi atau penyusutan merupakan suatu nilai dari sebuah aset tetap yang dapat disusutkan selama aset tersebut dipergunakan. Selain itu, depresiasi juga sering diartikan sebagai alokasi yang mana dibuat secara terstruktur untuk menyusutkan atau mengurangi jumlah suatu aset.

Dengan adanya penyusutan pada aset perusahaan tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi laporan keuangannya. Selain itu juga akan berpengaruh terhadap besarnya pajak penghasilan yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

Nah, seperti yang telah kita ketahui, dalam sebuah proses depresiasi terdapat beberapa metode yang mana masing-masing memiliki cara perhitungan sendiri-sendiri. Bagi Anda yang masih belum tahu, berikut ini beberapa penjelasan singkat tentang depresiasi beserta metodenya.

Metode Depresiasi dalam Akuntansi

Setelah mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi biaya penyusutan, maka selanjutnya kita perlu membahas tentang metode depresiasi itu sendiri. Secara umum terdapat 4 metode depresiasi aset yang terdapat dalam akuntansi, yang mana masing-masing memiliki proses perhitungan yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan singkat berikut:

1. Metode Garis Lurus

Metode yang pertama merupakan metode garis lurus atau biasa dikenal dengan istilah Straight-Line Method. Metode ini lebih sering digunakan dibandingkan dengan metode-metode lainnya. Fokus utama perhitungan metode garis lurus yaitu sebagai fungsi dari waktu, dan bukan dari fungsi penggunaannya. Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan metode yang satu ini dinilai kurang realistis. Mengapa demikian? Hal tersebut karena kegunaan aktiva yang dianggap sama setiap tahunnya.

2. Metode Saldo Menurun

Untuk jenis yang kedua adalah metode saldo menurun, yang menggunakan biaya penyusutan (dalam persentase) berupa kelipatan yang diperoleh dari metode garis lurus. Misalnya, tarif saldo menurun berganda untuk aktiva selama 10 tahun akan menjadi 20%.Persentase tersebut diperoleh dari dua kali biaya garis lurus yakni 1/10% atau 10%).

3. Metode Jumlah Angka Tahun

Untuk perhitungan penyusutan dengan menggunakan metode ini memakai pecahan dengan pembilang angka tahun (5+4+3+2+1=15) dan untuk jumlah tahunnya menjadi penyebut. Pada metode yang satu ini pembilang menurun dari tahun demi tahun dan untuk penyebutnya tetap konstan.

Baca juga : Mengenal Macam Pembiayaan Startup

4. Metode Aktivitas

Metode penyusutan dalam akuntansi selanjutnya yang juga sering digunakan adalah metode aktivitas. Cara menggunakan metode yang satu ini yaitu dengan mengasumsikan penyusutan sebagai fungsi dari produktivitas, bukan penggunaannya. Jadi bisa diartikan bahwa penggunaan metode aktivitas ini tidak dilihat dari segi waktu berlalunya. Sehingga dengan gambaran di atas dapat diartikan bahwa penentuan umur penyusutan mesin produksi tidak memiliki masalah tertentu.

Hal tersebut terjadi karena penggunaan relatif mudah untuk diukur. Perlu diingat bahwa untuk metode ini memiliki keterbatasan karena kurang tepat jika digunakan dalam situasi penyusutan berdasarkan waktu, bukan aktivitasnya.

Misalnya, mesin produksi digunakan dalam waktu sekitar 2.000 jam pada tahun pertama. Maka untuk beban penyusutan yang diberikan yaitu sebagai berikut ini:

Beban penyusutan = [(Rp 500 juta – Rp 50 juta) x 2.000] : 30 ribu = Rp 30 juta

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Penyusutan

Tahukah Anda ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya biaya penyusutan aset? Nah, untuk mengetahui apa saja faktornya, simak beberapa ulasannya berikut ini:

1. Harga Perolehan

Faktor pertama yang mempengaruhi besarnya biaya penyusutan yaitu harga perolehan atau acquisition cost. Harga perolehan merupakan salah satu faktor yang bisa dikatakan paling berpengaruh terhadap biaya penyusutan aset. Mengapa demikian? Perlu diketahui, harga perolehan menjadi dasar dalam perhitungan besarnya penyusutan yang harus dialokasikan. Harga ini sendiri didapatkan dari sejumlah uang yang dikeluarkan untuk dapat memperoleh aktiva tetap hingga siap dipakai.

2. Nilai Residu

Nilai residu merupakan taksiran nilai sisa atau potensi besarnya arus kas masuk apabila aset tersebut dijual pada saat masa manfaatnya telah habis. Namun, perlu diingat bahwa nilai residu ini tidak selalu ada, karena adakalanya sebuah aset tidak memiliki nilai residu. Hal tersebut terjadi karena aktiva tidak dijual dalam akhir masa manfaatnya atau dijadikan besi tua hingga berkorosi.

3. Umur Ekonomis

Satu lagi faktor yang bisa memberikan pengaruh terhadap biaya penyusutan yaitu umur ekonomis aset. Umumnya sebagian besar aset memiliki dua jenis umur yakni umur fisik dan umur fungsional. Untuk umur fisik ini biasanya dikaitkan dengan kondisi fisik dari sebuah aset. Perlu diketahui sebuah aset dikatakan memiliki umur fisik apabila secara fisiknya terlihat masih dalam kondisi baik.

Baca juga : Begini Proses Pengajuan Hak Paten Beserta Syaratnya

4. Umur Fungsional

Sedangkan untuk umur fungsional biasanya selalu dikaitkan dengan bagaimana kontribusi aset tersebut dalam pemakaiannya. Suatu aset yang memiliki umur fungsional yang baik apabila masih memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan. Meskipun secara fisik masih dalam kondisi yang baik, namun belum tentu untuk masalah fungsionalnya juga memiliki kualitas yang baik.

Nah, untuk penentuan beban penyusutan dalam sebuah aset biasanya yang dijadikan sebagai bahan perhitungan adalah umum fungsional. Umur fungsional inilah yang biasa atau sering disebut sebagai umur ekonomis.

Demikian sedikit informasi tentang metode depresiasi dalam akuntansi beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Bagi Anda yang sekarang ini tengah bingung mencari jasa yang menawarkan software akuntansi berkualitas dan terpercaya, maka Finata adalah solusi yang paling tepat.

Finata hadir menyediakan berbagai kebutuhan terkait solusi pengelolaan keuangan perusahaan dan analisa keuangan bisnis secara realtime. Selain berpengalaman, kelebihan lain yang ditawarkan oleh Finata adalah memberikan produk yang berkualitas. Jadi, dijamin Anda tidak akan kecewa. Tunggu apalagi? Segera pesan kebutuhan untuk pencatatan dan pembukuan keuangan perusahaan Anda sekarang juga!