Definisi Masalah Ekonomi, Jenis, dan Contohnya

by | Jul 15, 2021 | Bisnis, Blog | 0 comments

masalah ekonomi

Permasalahan ekonomi menjadi hal yang dapat dialami oleh semua orang, baik itu rumah tangga, perusahaan, ataupun skala negara. Masalah ekonomi dapat dipicu oleh berbagai macam hal dan akan berpengaruh pada kebijakan-kebijakan ekonomi yang ada.

Pengertian Masalah Ekonomi

Masalah ekonomi adalah masalah yang muncul pada saat keinginan dan kebutuhan lebih tinggi dari sumber daya yang tersedia.

Manusia memiliki keinginan dan kebutuhan yang banyak dan tidak terbatas, sedangkan sumber daya yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga timbullah masalah ekonomi disana.

Jenis Masalah Ekonomi

Masalah ekonomi dibagi menjadi dua, yaitu masalah ekonomi klasik dan masalah ekonomi modern. Penjelasan kedua masalah ekonomi tersebut adalah sebagai berikut :

– Masalah Ekonomi Klasik

Masalah ekonomi klasik terbagi menjadi 3 jenis masalah, yaitu :

  • Masalah Produksi

Produksi adalah proses mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi, barang jadi, atau perubahan nilai suatu produk barang ataupun jasa.

  • Masalah Konsumsi

Konsumsi adalah tindakan yang bertujuan untuk menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu produk. Masalah konsumsi muncul pada saat barang yang diterima oleh konsumen langsung habis, atau malah tidak terpakai. Selain itu dapat pula berupa harga yang tidak terjangkau atau kualitas yang kurang baik.

  • Masalah Distribusi

Distribusi adalah proses penyaluran produk barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Distribusi dilakukan agar produk dapat tersebar secara luas sehingga produk dapat sampai kepada konsumen.

– Masalah Ekonomi Modern

Masalah ekonomi modern sebetulnya tidak jauh berbeda dengan masalah ekonomi klasik. Masalah ekonomi modern terdiri dari tiga jenis yang sering disebut what, how, dan who. Penjelasan dari ketiganya adalah sebagai berikut

  • What?

What atau apa mewakili masalah tentang apa yang akan diproduksi. Selain karena sumber daya yang terbatas, kesalahan dalam pengambilan keputusan untuk apa yang diproduksi dapat mengakibatkan kerugian atau bahkan kebangkrutan produsen.

  • How?

How atau bagaimana mewakili masalah tentang bagaimana produk akan diproduksi. Produsen harus dapat menentukan cara dan langkah produksi yang tepat dalam memproduksi produk.

  • Who?

Who atau siapa mewakili masalah tentang siapa target pasar dari produk tersebut. Hal ini berkaitan dengan cara pendistribusian suatu barang atau jasa ke pasar.

Contoh Masalah Ekonomi di Indonesia

Masalah ekonomi menjadi salah satu persoalan yang terjadi di negara tercinta kita saat ini. Beberapa masalah ekonomi tersebut adalah :

– Urgensi Perbaikan Kuantitas dan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami rata-rata laju 5.27$ dalam dua dasawarsa terakhir (2000-2018). Pertumbuhan ini tidak cukup untuk keluar dari status negara berpendapatan menengah agar menjadi negara maju.

– Import

Import adalah kegiatan transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain. Perbandingan tingkat import di Indonesia yang masih tinggi membuat industri dalam negeri tidak mampu bersaing.

– Daya Beli Stagan

Inflasi yang terjadi tercatat sekitar 2,48% dari tahun ke tahun, namun hal ini tidak mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Sangat mungkin inflasi rendah saat ini disertai juga dengan penurunan daya beli masyarakat.

– Daya Saing Rendah

Indonesia saat ini mengalami penurunan jumlah tujuan investasi selama 3 tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan luar negeri seperti Jepang lebih banyak lebih banyak berinvestasi di Vietnam dibandingkan dengan Indonesia.

– Tidak Siap dengan Revolusi 4.0

Revolusi Industri 4.0 tidak dilakukan dengan matang yang disebabkan oleh tidak adanya infastruktur dasar 4.0 yang siap dengan adanya revolusi industri ini.

– Kebijakan Subsidi Energi yang Tidak Konsisten

Subsidi energi pada tahun 2015 dipangkas hingga 65,16%, kemudian pada tahun 2016 dan 2017 hal ini masih berlanjut. Kemudian pada 2018 subsidi energi ini melonjak kembali hingga 57% dan pada 2019 naik lagi 4,23%.

Pemerintah perlu membenahi target subsidi agar lebih tepat sehingga dana subsidi menjadi lebih optimal.

– Rendahnya Pajak dan Hutang yang Meningkat

INDEF mencatat rasio pajak Indonesia mengalami penurunan selama periode 2012-2017. Pencapaian rasio pajak tersebut juga masih jauh dari target dalam RPJMN 2015-2019 sebesar 15,2%.

Penerimaan pajak yang tidak optimal juga tercermin dari shortfall pajak yang masih terjadi. Sementara, peningkatan rasio utang terhadap PDB berbanding terbalik dengan rasio pajak. Implikasinya beban pembayaran bunga utang terhadap belanja pemerintah pusat semakin tinggi, dari 11% pada 2014 menjadi 17,13% per 2015.

Masalah ekonomi merupakan masalah serius yang harus segera ditangani dengan cepat dan tepat. Bila tidak dapat segera ditangani, maka akan ada kemungkinan suatu rumah tangga, perusahaan, ataupun negara akan mengalami kerugian bahkan kebangkrutan dan membuat seluruh sektor perekonomian menjadi terdampak.

Segala macam jenis ekonomi membutuhkan sistem akuntansi yang baik. Laporan keuangan juga merupakan hal yang sangat penting untuk membuat ekonomi tetap berjalan dengan baik. Dengan adanya sistem akuntansi dan laporan keuangan yang baik diharapkan segala bisnis dalam ekonomi tersebut tetap sehat dan terus berguna bagi kepentingan banyak orang.

Membuat laporan keuangan merupakan hal yang sulit bagi kebanyakan orang. Kesalahan dalam membuat dan membaca laporan keuangan dapat berakibat fatal bagi bisnis yang sedang dijalani. Karena itu Finata hadir untuk mempermudah kita dalam membuat dan membaca laporan keuangan tersebut.

Dengan fitur diagnosis bisnis yang dimiliki oleh Finata, pemilik usaha akan mendapatkan notifikasi mengenai kesehatan usaha. Notifikasi inilah yang akan menjadi patokan yang akan membantu pemilik usaha dalam pengambilan keputusan untuk usahanya.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

 

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 31 Juli 2021
Hanya Rp 199.000,-
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
Hanya Rp 199.000,-
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 20 Juli 2021
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday