Manajemen Operasional: Pengertian, Prinsip, dan Fungsinya

by | Aug 24, 2021 | Bisnis, Blog | 0 comments

manajemen-operasional

Pengertian Manajemen Operasional

Secara singkat, manajemen operasional adalah manajemen mengawasi, merancang, dan mengendalikan kegiatan produksi. Selain itu, manajemen ini bertugas mengendalikan kegiatan produksi dan proses perbaikan strategi kegiatan bisnis dalam hal produksi barang dan jasa.

Kegiatan manajemen operasional erat kaitannya dengan bermacam aktivitas perusahaan dalam melakukan pengubahan rangkaian input dasar. Seperti pengubahan input bahan baku, energi, kebutuhan konsumen, informasi, kemampuan perusahaan, keuangan perusahaan, dan lainnya menjadi output untuk konsumen.

Cakupan kerjanya lintas bidang, berhubungan dengan departemen lain seperti penjualan, pemasaran, dan keuangan.

Teknologi memainkan peran kunci dalam kemajuan manajemen operasi. Perusahaan yang menggunakan teknologi dengan baik dapat berkembang, sedangkan perusahaan yang tidak menggunakan teknologi mungkin tidak akan bertahan.

Dengan demikian, manajemen operasional berfokus pada cara untuk memastikan bahwa perusahaan berhasil mengubah input menjadi output dengan cara yang efisien.

Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli

– Eddy Herjanto (2003)

Suatu proses berkesinambungan yang efektif dalam menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya dengan efisien untuk mencapai tujuan.

– Jay Heizer dan Barry Render (2005)

Serangkaian kegiatan yang menghasilkan suatu nilai dalam bentuk barang atau jasa dengan mengubah input menjadi output.

– Pangestu Subagyo (2000)

Sebuah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur semua kegiatan produksi (operasional) agar dapat dilakukan dengan efisien.

– William J. Stevenson (2009)

Sebuah sistem manajemen atau serangkaian proses dalam pembuatan produk atau penyediaan jasa.

– Menurut Richard L. Daft (2006)

Bidang manajemen yang fokus terhadap produksi barang, dan menggunakan alat serta teknik khusus untuk memecahkan masalah produksi.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi Finata, maka pengelolaan akuntansi dan pembuatan laporan keuangan akan semakin lebih mudah.

Selain itu, Finata juga memiliki fitur untuk mendiagnosis kesehatan bisnis sehingga Anda dapat membuat keputusan dengan lebih tepat.

Prinsip Manajemen Operasional

Terdapat sepuluh prinsip manajemen operasional yang sebaiknya diaplikasikan oleh manajer operasional. Prinsip-prinsip ini pertama kali dicetuskan oleh Randall Schaeffer, seorang manajer produksi dan operasional yang berpengalaman, filsuf industri, dan pembicara reguler di konferensi yang diselenggarakan oleh APICS, asosiasi rantai pasokan dan manajemen operasional yang terkemuka di Amerika Serikat.

  • Realitas (Reality)

Manajer operasional harus fokus pada masalah, bukan teknik, karena tidak ada alat yang dapat menyediakan solusi universal.

  • Organisasi (Organization)

Proses dalam manufaktur saling berhubungan. Semua elemen harus dapat diprediksi dan konsisten, untuk mencapai hasil yang sama dalam laba.

  • Fundamental (Fundamentals)

Manajer operasional harus tahu cara mematuhi semua fundamental dasar karena ini adalah kunci dari kesuksesan produksi. Penting untuk memastikan akurasi data inventaris, BOM, dan tugas umum lainnya untuk mencapai hasil yang diinginkan.

  • Akuntabilitas (Accountability)

Manajer diharapkan untuk menetapkan aturan dan metrik, dan menentukan tanggung jawab bawahan mereka, serta secara teratur memeriksa apakah tujuan tercapai.

  • Perbedaan (Variance)

Perbedaan proses harus dianjurkan, karena jika dikelola dengan baik, perbedaan dapat menjadi sumber kreativitas.

  • Hubungan Sebab & Akibat (Causality)

Terkadang, masalah akan tetap muncul sekalipun usaha yang terbaik sudah dikerahkan. Manajer perlu menemukan penyebab masalah hingga ke akar sehingga masalah tidak bertambah parah.

  • Semangat dalam Bekerja (Managed Passion)

Semangat karyawan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan. Manajer harus dapat menginspirasi bawahannya untuk memiliki semangat dalam bekerja.

  • Kerendahan Hati (Humility)

Tidak ada orang yang ingin bekerja dengan orang yang merasa selalu benar dan paling tahu segalanya. Jadi, penting bagi manajer operasional untuk memposisikan dirinya sebagai orang biasa yang tidak mengetahui segalanya dan juga dapat melakukan kesalahan.

  • Keberhasilan (Success)

Manajer harus dapat mendefinisikan dengan jelas apa yang mereka anggap sukses, sehingga semua orang di perusahaan akan memiliki parameter untuk bekerja demi mencapai target.

  • Perubahan (Change)

Setiap orang di perusahaan harus belajar beradaptasi dengan perubahan pasar. Ini termasuk memahami pelanggan, target klien, dan apa yang mereka inginkan. Ini tentunya juga melibatkan penggunaan solusi otomatis agar perusahaan selalu selangkah lebih maju.

Ciri Manajemen Operasional

Terdapat tiga ciri atau karakteristik manajemen operasional, yaitu :

– Bertujuan memproduksi barang dan jasa

Ciri pertama adalah bahwa manajemen operasional  bertujuan untuk mengatur secara keseluruhan proses produksi barang dan jasa untuk menghasilkan pendapatan untuk perusahaan.

– Mempunyai kegiatan proses transformasi

Proses transformasi adalah segala kegiatan atau kelompok kegiatan yang mengambil satu atau lebih input, mengubah dan menambah nilai bagi mereka, dan memberikan output untuk pelanggan atau klien.

Jika input adalah bahan baku, maka akan relatif mudah untuk mengidentifikasi transformasi yang terlibat, seperti ketika susu diubah menjadi keju dan mentega. Namun jika dimana input adalah informasi atau orang, sifat transformasi mungkin kurang jelas. Misalnya, rumah sakit mengubah pasien yang sakit (input) menjadi pasien yang sehat (output).

– Ada suatu mekanisme pengendali sebuah pengoperasian

Ciri terakhir dalam manajemen operasional adalah terdapat suatu mekanisme dalam mengendalikan pengoperasian pada suatu bisnis. Baik untuk pengoperasian  Langkah-langkah dalam proses operasi dasar harus diaplikasikan pada semua divisi bisnis, seperti meningkatkan kualitas produk, mengurangi limbah, dan meningkatkan penjualan.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi Finata, maka pengelolaan akuntansi dan pembuatan laporan keuangan akan semakin lebih mudah.

Selain itu, Finata juga memiliki fitur untuk mendiagnosis kesehatan bisnis sehingga Anda dapat membuat keputusan dengan lebih tepat.

Fungsi Manajemen Operasional

– Keuangan

Unsur pelengkap paling penting dalam pengelolaan operasional adalah keuangan. Manajemen ini harus dapat memastikan keuangan perusahaan digunakan sesuai rencana dan tidak keluar jalur. Keuangan tersebut harus benar-benar digunakan untuk produksi barang dan jasa yang berkualitas.

Keuangan yang tepat guna bisa dipastikan akan mempermudah proses penciptaan produk dan layanan yang optimal. Tentunya produk barang dan jasa ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan secara menyeluruh.

– Strategi

Fungsi manajemen operasional digunakan dalam menyusun strategi bisnis untuk mengoptimalkan sumber daya perusahaan, juga meningkatkan daya saing dengan perusahaan lain. strategi bisnis yang dimaksud mencakup pengadaan bahan baku, pemasaran, kemampuan finansial, dan pengoptimalan sumber daya manusia.

– Operasional

Fungsi manajemen ini erat kaitannya dengan operasional perusahaan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta kontrol atas seluruh aktivitas usaha. Fungsi utama manajemen operasional memang berkaitan dengan seluruh aktivitas perusahaan. Dimana tugasnya membantu pengubahan bahan baku dan jasa pekerja menjadi produk dan layanan berkualitas untuk kepuasan konsumen.

– Desain Produk

Teknologi modern memudahkan penjualan menjadi lebih cepat dan sederhana prosesnya. Fungsi dari manajemen operasional di sini adalah memastikan produk dibuat sesuai keinginan dan kebutuhan pasar. Pasar atau konsumen tentunya sangat memperhatikan segi kualitas. Karena itu produk yang dihasilkan harus dipastikan tahan lama dan berkualitas.

– Mempertahankan Kualitas

Kualitas produk yang dihasilkan perusahaan harus dipastikan baik oleh sistem yang ada dalam manajemen operasional. Tim manajemen harus mengontrol dan memastikan produk barang dan jasa tidak ada cacatnya. Mereka juga harus mengawasi pekerja dalam menjalankan tugasnya. Apabila ada cacat pada produk yang dihasilkan, tim harus segera bertindak untuk memperbaikinya.

– Prediksi

Prediksi merupakan perkiraan kejadian yang akan datang dengan menggunakan perangkat lunak. Dalam manajemen operasional, prediksi digunakan untuk memperkirakan permintaan konsumen terhadap sebuah produk. Prediksi ini berkaitan dengan jumlah produk yang dibutuhkan konsumen untuk waktu tertentu.

Setiap organisasi membutuhkan manajemen operasional yang sesuai dan baik agar tercipta kegiatan usaha yang baik pula. Selain manajemen operasional, manajemen keuangan juga sangatlah penting dalam setiap organisasi. Manajemen keuangan diperlukan untuk usaha sekecil apapun agar dapat mengetahui seberapa keuntungan yang diperoleh.

Tetapi  pengelolaan keuangan kini tidak lagi sulit karena telah hadir Software Bisnis Finata. Finata menyediakan beberapa fitur menarik yang akan membantu Anda menjalankan bisnis menjadi lebih efektif dan efisien.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan.
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday