Macam Investasi Jangka Pendek
Macam Investasi Jangka Pendek

Macam investasi jangka pendek sangatlah beragam. Investasi yang demikian merupakan pembagian investasi didasarkan pada lama waktu ataupun durasi. Biasanya disebut jangka pendek karena memiliki jangka waktu yang kurang dari 1 tahun. Seseorang memilih untuk berinvestasi dalam jangka waktu yang pendek karena adanya 3 maksud yakni memenuhi kebutuhan yang sifatnya jangka pendek, menjadikan cash flow nya memiliki lebih banyak manfaat sementara waktu serta mendapatkan dana tambahan. Agar lebih jelas Berikut merupakan berbagai jenis maupun produk investasi jangka pendek.

Reksadana Pasar Uang

Reksadana merupakan sebuah produk investasi dalam bentuk penyetoran modal kepada manajer investasi yang kemudian dilakukan pengelolaan serta disalurkan kepada unit-unit investasi semisal obligasi saham dan lain sebagainya. Jika memilih reksadana yang bersifat syariah maka investasi secara otomatis akan diarahkan pada unit-unit investasi yang juga menganut sistem syariah misalnya sukuk, saham syariah dan lain sebagainya.

Reksadana ada bermacam-macam, salah satunya ialah reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang merupakan reksadana yang keseluruhan investasinya disalurkan kepada instrumen pasar uang semisal sukuk/obligasi, deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) serta yang lainnya. 

Dari berbagai jenis reksadana yang ada jenis reksadana pasar uang inilah yang terbilang paling aman dan memiliki risiko yang kecil. Hal ini disebabkan oleh adanya diversifikasi terkait penempatan instrumen pasar uang yang dipilih dengan cara efektif.  Reksadana jenis ini disebut investasi jangka pendek disebabkan instrumen pasar uang pada umumnya berada pada rentang waktu kurang dari 12 bulan.

P2P Lending Syariah

Jenis investasi yang termasuk dalam kategori jangka pendek ini tergolong kontemporer. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kehadiran startup di bidang fintech atau finansial teknologi yang telah memberikan berbagai fasilitas untuk investasi. Salah satunya ialah P2P lending yang merupakan model investasi dengan cara memberikan modal dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Pada umumnya hal ini terjadi antara investor dan juga pemilik usaha. Sistem yang demikian ini juga digunakan diberbagai start-up. 

Deposito Syariah

Macam investasi jangka pendek yang selanjutnya ini memang sudah tidak asing lagi bagi para nasabah bank. Produk ini akan selalu ditawarkan oleh bank kepada nasabah sebagai media investasi. Untuk menarik minat nasabah biasanya bank akan memberikan penawaran return yang tinggi. Jika nasabah sudah memilih menggunakan produk investasi berupa deposito maka selanjutnya ia akan dihadapkan pada pilihan durasi.

Ada durasi yang 1 tahun, 6 bulan, bahkan 3 bulan. Adanya perbedaan lama durasi ini akan turut menentukan  banyaknya return yang akan diterima Nasabah. Semakin lama durasi waktu berinvestasi, maka return yang didapatkan juga semakin tinggi. 

Baca juga : Prinsip Pareto Dalam Bisnis yang Penting untuk Diketahui

Dalam pelaksanaannya, sebuah deposito, terkhusus untuk deposito syariah, bank akan berperan sebagai mudharib atau yang disebut dengan pihak yang meakukan pengelolaan modal. Sementara itu, nasabah berperan sebagai shahibul maal yaitu sebagai pihak yang mempunyai modal.

Adapun contoh deposito syariah yang ditawarkan oleh bank syariah ialah deposito Bank Syariah Mandiri. Dalam produk ini, Bank Syariah Mandiri menawarkan berbagai jangka waktu deposito yang dapat dipilih nasabah. Mulai dari jangka waktu 1,3,6 hingga 12 bulan. Modal awal yang disetorkan juga tidak banyak, cukup Rp2 juta, maka nasabah sudah berhak memiliki produk deposito dari Bank Syariah Mandiri tersebut.

Saham Syariah

Saham syariah merupakan investasi syariah berupa penyertaan modal dengan diberikannya dana dalam bentuk saham. Setelah itu,  maka pihak investor mempunyai sebagian hak atas perusahaan yang telah ia tanamkan saham di sana. Adapun salah satu haknya ialah mendapatkan dividen atas keuntungan yang nantinya dihasilkan oleh  perusahaan.

Biasanya saham merupakan jenis investasi jangka panjang. Walaupun demikian, investasi saham tetap bisa masuk dalam jenis investasi jangka pendek. Hal ini bisa terjadi saat investor atau pemilik saham memilih untuk mendapatkan keuntungan dari investasi saham dengan cara jual-beli saham atau yang disebut dengan trading.

Para investor yang telah menggunakan mekanisme trading saham sebagai usaha mendapatkan keuntungan, selanjutnya akan melakukan analisis perkembangan saham suatu perusahaan dan akan melakukan penjualan saham di waktu yang dinilai tepat.

Hal ini dilakukan supaya investor mendapatkan capital gain, yakni kondisi dimana harga jual lebih tinggi jika dibandingkan harga saat ia membeli saham tersebut. Misalnya saja, seorang investor membeli saham perusahaan Z sebanyak 1 lot (100 lembar saham) dengan harga Rp1000/lembar. Dengan kata lain, ia sudah membeli saham perusahaan Z sebesar Rp100.000. bisa saja 4 bulan kemudian harga saham perusahaan Z telah naik sebesar Rp2000/lembar.

Melihat adanya peluang tersebut beserta kemungkinan akan turun di bulan berikutnya, maka investor biasanya akan sesegera mungkin menjual sahamnya. Ia kemudian akan mendapatkan uang penjualan atas saham senilai Rp200.000 (Rp2000x100 lembar). Alhasil, keuntungan yang ia dapatkan ialah Rp100.000.

Baca juga : Macam Macam Pinjaman Usaha Serta Kekurangan dan Kelebihannya

Saving Bonds Ritel (SBR)

Jenis investasi jangka pendek yang satu ini merupakan jenis investasi yang cocok untuk anak muda paling kekinian. Saving Bond Ritel (SBR) menjadi instrumen investasi surat utang yang telah diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia (RI). Apabila memutuskan untuk menjadi investor di SBR, maka investor akan bertindak sebagai kreditur atau dengan kata lain pemberi pinjaman pada penerbit obligasi yaitu pemerintah.

SBR ini terbilang sangat cocok dijadikan pilihan investor pemula dikarenakan risikonya yang terbilang kecil. Hal ini tentu saja dikarenakan SBR diterbitkan oleh pemerintah yang sekaligus berperan  sebagai penjamin. Adapun hal yang menarik, meskipun risikonya relatif kecil, imbalan hasil yang ditawarkan oleh SBR pada umumnya cukup menarik. Seri terakhir SBR yakni SBR008, rilis pada September 2019, telah memberikan imbalan hasil tetap minimal senilai 7,2%. Hal ini jauh di atas rata-rata bunga deposito yang hanya berada pada kisaran 5%-6% saja.

Memilih Investasi Jangka Pendek yang Tepat

Tidak bisa dipungkiri, ada banyak macam investasi jangka pendek yang ditawarkan saat ini. Maka dari itu, para calon investor sudah seharusnya bijaksana dalam menentukan pilihan dan melakukan analisis terlebih dahulu sebelum benar-benar memilih investsi jangka pendek yang menurutnya paling cocok.

Bukan hanya investasi jangka pendek yang perlu dipertimbangkan, Anda yang saat ini sedang menjalankan bisnis juga dihadapkan dengan berbagai pilihan termasuk cara tepat untuk melakukan diagnosa kesehatan bisnis Anda.

Hal ini ditujukan agar Anda tetap bisa mendapatkan hasil optimal dari bisnis yang sedang dijalankan. Jangan sampai ada persoalan yang Anda tidak tahu hanya karena diagnosa kesehatan bisnis terlambat atau sama sekali tidak dilakukan. Namun sekarang, Anda tidak perlu khawatir lagi, software bisnis Finata hadir untuk menjawab semua kebutuhan diagnosis bisnis Anda.

Software ini akan sangat membantu karena mempunyai berbagai keunggulan diantaranya master data yang memberikan akses ke data supplier, pelanggan dan masih banyak yang lainnya, laporan lengkap, transaksi bisnis, reminder, diagnosis bisnis dan utilasi & administrasi.

Semuanya memiliki berbagai fitur yang akan membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk menumbuhkan profit dalam bisnis. Kesempatan sudah di depan mata. Segera berikan yang terbaik untuk bisnis Anda dengan Finata.