Pengertian Laporan Posisi Keuangan Beserta Fungsi dan Unsurnya

by | Jul 1, 2021 | Akuntansi, Keuangan, Laporan Keuangan | 0 comments

laporan posisi keuangan

Laporan posisi keuangan atau neraca merupakan laporan yang sangat penting bagi semua perusahaan, instansi, hingga UMKM.  Istilah neraca mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia akuntansi. Laporan ini wajib dibuat oleh entitas bisnis atau perusahaan karena menjadi panduan dalam memutuskan keputusan bisnis.

Pengertian Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan adalah laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan (aset, liabilitas, dan ekuitas) dari suatu entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Laporan Posisi Keuangan akan menjadi dasar perusahaan dalam menghasilkan keputusan bisnis.

Pengertian Laporan Posisi Keuangan Menurut Ahli

Selain itu, beberapa ahli juga memiliki pengertian tentang laporan posisi keuangan ini, diantaranya :

– Mahmud M Hanafi dan Abdul Halim (2002:63)

“Laporan posisi keuangan adalah laporan yang meringkas posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu.

Laporan ini menampilkan sumber daya ekonomis (asset/aktiva), kewajiban ekonomis (hutang), modal, dan hubungan antar item tersebut.”

– Sofyan S. Harahap (2006:107)

“Laporan posisi keuangan adalah laporan yang menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, dan modal pada saat tertentu.”

– Weygandt, Jerry. J, Kieso Donald, Kimmel Paul

“Laporan posisi keuangan adalah laporan tentang kekayaan, kewajiban, dan modal pemilik pada suatu periode tertentu.”

– Soemarso

“Laporan posisi keuangan adalah daftar aktiva, kewajiban, dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu, misalnya pada akhir bulan.”

– Munawir (2007:13)

“Laporan neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, serta modal dari suatu perusahaan pada saat tertentu.

Jadi tujuan dari laporan ini adalah untuk menunjukan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu dimana buku – buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiscal atau kalender.”

– Harahap (2006:107)

“Laporan neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, dan modal pada saat tertentu.”

Fungsi Laporan Posisi Keuangan

Laporan ini memiliki fungsi yang pada intinya adalah untuk menaksir kesehatan keuangan perusahaan, meramalkan keadaan arus kas di masa depan serta berfungsi untuk menganalisis likuiditas serta fleksibilitas keuangan perusahaan.

Selain itu, laporan ini juga berfungsi sebagai hal-hal berikut ini:

  • Alat yang digunakan untuk analisis perubahan kondisi keuangan suatu perusahaan secara berkala dari tahun ke tahun.
  • Alat untuk menganalisis likuiditas, solvabilitas, dan fleksibilitas keuangan suatu perusahaan.
  • Alat untuk menganalisis kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek sebelum jatuh tempo.

Berikut adalah manfaat laporan posisi keuangan dari sudut pandang likuiditas, solvabilitas, dan fleksibilitas :

– Likuiditas

Likuiditas adalah kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, seperti melunasi hutang dengan kepemilikan harta lancar perusahaan. Likuiditas menjadi salah satu pedoman penting bagi navigasi dan keberlangsungan sebuah perusahaan.

Semakin sehat tingkat likuiditas, semakin besar potensi untuk menarik pihak eksternal agar berkolaborasi lebih lanjut.

Untuk mengetahui tingkat likuiditas perusahaan mendatangkan banyak manfaat, dapat dilihat dari tolak ukur bagi sebuah perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendek, seperti hutang dan memenuhi ketersediaan dana tak terduga.

Selain itu, tingkat likuiditas dapat digunakan sebagai pedoman untuk evaluasi kinerja, efisiensi keuangan, dan menganalisa kondisi keuangan perusahaan dalam lingkup jangka pendek.

– Solvabilitas

Solvabilitas adalah adalah rasio yang beracuan pada kemampuan suatu perusahaan dalam membayar semua utangnya ketika jatuh tempo.

Dengan kata lain suatu perusahaan dikatakan beresiko jika perusahaan yang mempunyai utang (jangka pendek / panjang), dan utang tersebut dilunasi dengan aktiva yang dimiliki oleh perusahaan.

Seharusnya aktiva yang dimiliki oleh perusahaan digunakan untuk melakukan ekspansi dan pengembangan perusahaan, bukan malah untuk menutupi utang – utang perusahaan.

Oleh karena itu risiko yang dihadapi bukan hanya aktiva perusahaan saja yang berkurang, tapi yang lebih buruk adalah aktiva habis namun hutang belum bisa dilunasi.

– Fleksibilitas

Fleksibilitas  adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam hal mengambil berbagai keputusan yang efektif.

Keputusan efektif tersebut adalah dalam hal pengembangan perusahaan terkait dengan kondisi keuangan perusahaan.

Jika kondisi keuangan suatu perusahaan dikatakan tidak sehat, maka berbagai keputusan yang dapat diambil ini akan sangat terbatas. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya aktiva yang dimiliki pada saat ini.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat fleksibilitas suatu perusahaan, maka akan semakin kecil resiko yang akan dihadapi oleh perusahaan tersebut.

Unsur Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan memiliki 3 unsur umum, yaitu :

– Aset (Aktiva) atau Harta

Aset (aktiva) sering disebut juga sebagai harta. Aset merupakan sumber ekonomi yang dapat memberikan manfaat usaha pada masa yang akan datang serta berada dalam saldo normal debit. Aset dalam hal ini terdiri dari piutang usaha, aset tetap, persediaan, biaya dibayar muka, serta aset tidak berwujud.

– Kewajiban atau Hutang (Liabilitas)

Kewajiban atau hutang merupakan pembayaran yang ditunda hingga periode tertentu berdasarkan kesepakatan kepada pihak lain. Dengan begitu hutang tersebut harus dilunasi sebelum batas jatuh tempo pembayaran. Dalam hal ini kewajiban secara garis besar terdiri dari utang usaha, utang pajak dan utang non usaha.

– Ekuitas (Modal)

Ekuitas atau modal merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Modal berfungsi sebagai sumber keuangan utama sebelum perusahaan memperoleh pendapatan serta laba dari laba produk atau jasa yang dihasilkan. Modal atau ekuitas terdiri dari modal yang disetor serta laba atau rugi yang diperoleh oleh perusahaan.

Ketiganya dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulanan, caturwulanan, semesteran atau tahunan).

Klasifikasi Laporan Posisi Keuangan

1. Aset Lancar

Aset lancar adalah jenis aset berharga yang bisa dicairkan ketika suatu saat dibutuhkan oleh perusahaan.

Aset lancar ini disajikan pada laporan neraca berdasarkan urutan likuiditasnya, yaitu dimulai dari akun yang paling likuid. Yang termasuk dalam aktiva lancar adalah sebagai berikut.

  • Kas kecil.
  • Piutang usaha.
  • Piutang wesel.
  • Akumulasi penyusutan aktiva tetap.
  • Persediaan barang dagangan.
  • Premi asuransi.
  • Sewa dibayar dimuka.
  • Investasi jangka pendek.
  • Dan lainnya.

2. Aset Tetap

Aset tetap adalah aset yang bentuknya berwujud di mana aset tersebut bisa digunakan untuk berbagai kepentingan, tidak hanya itu aset tersebut pun bisa disewakan pada pihak lain yang berkepentingan.

Contoh Aset tetap adalah :

  • Tanah
  • Bangunan
  • Perlengkapan kantor
  • Mesin-mesin produksi
  • Alat-alat kantor
  • Kendaraan bermotor, dan lain-lain.

3. Aset Lainnya

Aset lainnya merupakan suatu aset yang tak termasuk ke dalam kategori aset lancar maupun aset tetap. Sebagai contoh ialah mesin yang telah tidak dipakai di dalam aktivitas operasi perusahaan.

4. Hutang Lancar

Hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban yang dimiliki dan diharapkan dapat dilunasi dalam siklus operasi normal atau maksimal 1 tahun. Contoh hutang lancar adalah sebagai berikut :

  • Utang usaha.
  • ­Utang wesel.
  • Utang pajak.
  • Beban yang masih harus dibayar (utang beban).
  • Hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo.
  • Pendapatan diterima dimuka.

5. Hutang Jangka Panjang

Hutang jangka panjang adalah hutang yang jarak jatuh tempo atau pelunasannya lebih dari 1 tahun. Contoh hutang jangka panjang adalah sebagai berikut :

  • Utang obligasi.
  • Utang hipotek.

6. Modal

Di dalam neraca perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), ada kategori ekuitas yang meliputi 2 komponen utama, antara lain:

– Modal disetor

Modal disetor merupakan suatu modal yang diperoleh pada waktu pemilik / pemegang saham menyetorkan uang dan atau aset lainnya terhadap suatu perusahaan.

Komponen pada modal disetor terdiri atas:

  • Modal saham, merupakan suatu bagian dari saham yang diluncurkan guna menjelaskan sebuah kepemilikan.
  • Agio saham, merupakan suatu kelebihan jumlah yang disetorkan oleh para pemegang saham.
– Laba ditahan

Laba ditahan merupakan suatu komponen yang berasal dari modal yang menjelaskan kelebihan laba yang diinvestasikan kembali di dalam perusahaan selepas adanya pembayaran dividen terhadap para pemegang saham.

Pada perusahaan yang wujudnya perseorangan, modal hanya terdiri atas modal pemilik perusahaan. Sementara untuk pengambilan modal oleh pemilik yang dimiliki oleh suatu perusahaan disebut sebagai prive.

Dan bagi perusahaan yang wujudnya persekutuan, modal terdiri atas modal sekutu.

Serta pada perusahaan yang wujudnya koperasi, modal terdiri atas simpanan lain, simpanan pokok anggota, serta cadangan.

Neraca merupakan laporan keuangan yang vital dalam sebuah laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan neraca yang terupdate, akurat dan sistematis sangat penting bagi pemilik bisnis atau perusahaan untuk mencari pendanaan tambahan atau pembiayaan ekuitas.

Selain itu, neraca juga dapat digunakan untuk menjual bisnis guna menentukan kekayaan bersih dari bisnis atau perusahaan yang dikelola. 

Jika anda sedang menjajaki dunia bisnis, menyusun laporan keuangan memang membutuhkan ketelitian dan langkah yang sedikit rumit. Hal itu tentunya karena dalam laporan neraca membutuhkan data yang kronologis dan sistematis sehingga membutuhkan ketelitian.

Namun anda tidak perlu khawatir karena saat ini terdapat software akuntansi yang akan membantu anda menyusun laporan keuangan dengan cara yang mudah. 

Selain memudahkan dalam cara penyusunan, menggunakan aplikasi juga menyingkat waktu menjadi lebih cepat dan hasil laporan  yang lebih tepat. Dengan bersumber pada sistem, data yang dimasukkan lebih akurat dibandingkan dengan memasukkan data secara manual atau dengan pembukuan manual. Salah satu aplikasi yang dapat dipercaya untuk membantu penyusunan laporan keuangan anda adalah Finata.

Pembuatan laporan neraca dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani.

Di jaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita. 

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 31 Juli 2021
Hanya Rp 199.000,-
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
Hanya Rp 199.000,-
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 20 Juli 2021
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday