Laporan Laba Rugi: Cara Membuat dan Contohnya

by | Apr 30, 2021 | Akuntansi, Laporan Keuangan | 0 comments

laporan-laba-rugi

Laporan laba rugi merupakan hal yang pasti sering kamu dengar di dalam dunia usaha. Laporan ini dapat menjelaskan mengenai keuntungan dan kerugian yang dialami oleh suatu bisnis dalam periode tertentu. Nah, pada kesempatan kali ini refita akan menjelaskan tentang laporan laba rugi dan cara membuatnya ya.

Pengertian Laporan Laba Rugi

Sebelum kita mempelajari cara membuat laporan laba rugi, Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu pengertiannya.  Laporan laba rugi adalah laporan yang berisi informasi tentang pendapatan, pengeluaran, dan laba rugi selama masa tertentu sehingga dapat menunjukkan kinerja keuangan suatu perusahaan. Oleh para pengusaha, laporan ini dapat digunakan sebagai penentu profitabilitas dan nilai investasi dari perusahaannya.

Umumnya, laporan ini dibuat pada akhir periode tertentu atau akhir tahun. Jika jumlah pendapatan lebih besar dibandingkan dengan jumlah pengeluaran, perusahaan akan mendapatkan laba. Tetapi jika jumlah pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan jumlah pengeluaran, perusahaan akan mendapatkan rugi.

Komponen Pada Laporan Laba Rugi

Untuk membuat laporan laba rugi, Anda membutuhkan beberapa komponen penyusun, seperti berikut ini.

– Keuntungan

Keuntungan adalah hasil bersih yang didapat dari kegiatan non-usaha atau kegiatan perusahaan lainnya, seperti penjualan anak perusahaan dan penjualan aset.

 

– Kerugian

Kerugian adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk kegiatan di luar usaha utama, seperti biaya penjualan aset yang merugi dan menurun.

 

– Laba Sebelum Pajak

Laba sebelum pajak adalah komponen yang didapat dari total pendapatan sebelum dikurangi pajak. Laba operasional dikurangi beban bunga menjadi cara menghitung laba sebelum pajak.

 

– Laba Sebelum Bunga Dan Pajak

Laba sebelum bunga dan pajak adalah komponen yang didapat dari jumlah laba kegiatan operasional tanpa memasukkan pajak dan biaya bunga.

 

– Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan (HPP) adalah beban dan seluruh pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi produk.

 

– Pendapatan

Pendapatan dalam laporan laba rugi terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Pendapatan non-operasional adalah pendapatan yang didapat dari usaha non-utama dan usaha sekunder atau pendapatan di luar pembelian dan penjualan, seperti sewa properti, kemitraan, dan bunga dari modal usaha di bank.
  • Pendapatan operasional adalah pendapatan yang didapat dari kegiatan utama perusahaan, seperti memproduksi, menjual, dan memasarkan produk.

 

– Biaya Operasional

Biaya operasional adalah seluruh biaya yang harus dikeluarkan di luar HPP, seperti pelatihan, sewa gedung, perjalanan, iklan, penggajian, serta pembelian perangkat lunak dan keras.

 

– Beban

Beban adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional dan menghasilkan laba. Beban dalam laporan laba rugi terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Beban aktivitas sekunder adalah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan usaha non-utama, seperti bunga pinjaman.
  • Beban kegiatan utama adalah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan utama, seperti biaya penyusutan aset, biaya pokok penjualan, biaya pengeluaran umum dan administrasi, serta biaya pengembangan.

 

Baca jugaKomponen Laporan Neraca Untuk Menyusun Laporan Keuangan yang Sistematis

Macam-Macam Laba Dalam Laporan Laba Rugi

Cara membuat laporan laba rugi yang benar sangatlah penting untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan. Untuk membuat laporan tersebut, ada beberapa laba yang harus Anda ketahui, di antaranya:

– Laba Sebelum Pajak

Laba sebelum pajak (pretax income) didapat dari laba operasi dikurangi biaya bunga (interest expenses) yang terjadi karena adanya pinjaman atau utang modal. Rumus laba sebelum pajak:

Pretax Income=Operating Income-Interest Expenses

 

– Laba Operasi

Laba operasi (operating income) didapat dari laba kotor dikurangi biaya umum dan penjualan, selling general and administrative expenses (SG&A), serta biaya administrasi. SG&A expenses adalah seluruh biaya operasional usaha di luar biaya produksi, seperti biaya logistik, biaya marketing, dan gaji karyawan. Rumus laba operasi:

Operating Income=Gross Profit-SG&A Expenses

 

– Laba Kotor

Laba kotor (gross profit) menjadi laba teratas dalam laporan laba rugi. Ada 2 hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan laba ini, yaitu menekan HPP atau meningkatkan penjualan bersih. Rumus laba kotor:

Laba Kotor (Gross Profit)=Penjualan Bersih (Net Sales)-Cost of Good Sold (COGS) atau HPP

 

– Laba Bersih

Laba bersih (net income) didapat dari laba sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan (income tax). Rumus laba bersih:

Net Income=Pretax Income-Income Tax

Cara Membuat Laporan Laba Rugi

Umumnya, setiap perusahaan membuat laporan laba rugi dengan cara yang sama. Adapun cara membuat laporan laba rugi adalah sebagai berikut.

  1. 1
    Membuat jurnal transaksi terlebih dahulu.
  2. 2
    Menuliskan transaksi di dalam buku besar.
  3. 3
    Membuat laporan neraca saldo dan menyusun neraca lajur atau kertas kerja.
  4. 4
    Membuat format laporan laba rugi.
  5. 5
    Menuliskan header berupa identitas perusahaan pada laporan laba rugi.
  6. 6
    Menuliskan periode atau waktu pembuatan laporan.
  7. 7
    Menuliskan komponen-komponen laporan laba rugi, seperti total pendapatan, total beban, dan laba rugi. Rincian pendapatan dan beban didapat dari neraca lajur atau kertas kerja yang ada di kolom laba rugi. Sementara hasil laba rugi, didapat dari total pendapatan dikurangi total beban.
  8. 8
    Jika total pendapatan lebih besar dibandingkan dengan total beban, perusahaan akan mendapatkan laba.
  9. 9
    Jika total pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan total beban, perusahaan akan mendapatkan rugi.

Contoh Laporan Laba Rugi

Dalam membuat laporan laba rugi, ada 2 format yang digunakan oleh perusahaan, yaitu:

– Single Step

Dalam format ini, seluruh pendapatan, keuntungan, dan hal yang termasuk kegiatan operasi dituliskan di awal laporan laba rugi. Setelah itu, Anda tuliskan seluruh beban dan kerugian kegiatan operasi di bawahnya. Rumus laba operasi single step:

Laba Operasi=Total Pendapatan dan Keuntungan-Total Beban dan Kerugian

Berikut adalah contoh laporan laba rugi single step.

laporan laba rugi single step

– Multiple Step

Dalam format ini, transaksi operasional dan non-operasional dipisahkan, kemudian melakukan perbandingan antara biaya serta beban dan pendapatan. Rumus laba operasi multiple step:

Laba Operasi=Aktivitas Biasa-Aktivitas Tidak Biasa (Insidentil)

Berikut adalah contoh laporan laba rugi multiple step.

laporan laba rugi

Manfaat Laporan Laba Rugi

Setelah mengetahui cara membuat laporan laba rugi yang benar, Anda juga harus mengetahui manfaat pembuatannya. Adapun manfaat laporan laba rugi, di antaranya:

  1. 1
    Sebagai informasi mengenai jumlah pajak yang harus dibayarkan.
  2. 2
    Sebagai laporan perincian kegiatan usaha dan profitabilitas.
  3. 3
    Sebagai laporan untuk mengetahui perkembangan perusahaan sehingga akan berpengaruh pada prospek ke depannya.
  4. 4
    Sebagai bahan evaluasi keuangan perusahaan dari data-data finansial yang dicatat secara lengkap.
  5. 5
    Sebagai pengatur kebijakan atasan perusahaan terkait pembiayaan.

Risiko Atau Kerugian Jika Tidak Membuat Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi memang memiliki peran yang sangat penting pada setiap perusahaan. Jika tidak memilikinya, perusahaan akan mengalami risiko atau kerugian, seperti berikut.

  1. 1
    Tidak mengetahui jika terjadi kebocoran aset pada perusahaan.
  2. 2
    Tidak mengetahui biaya-biaya yang dikeluarkan.
  3. 3
    Tidak memiliki tanggung jawab pada pihak yang berkepentingan, seperti pada pemegang saham.
  4. 4
    Tidak memiliki proyeksi dan langkah usaha yang baik.
  5. 5
    Tidak dapat mengetahui kewajiban dan aset perusahaan yang dimiliki.

Untuk setiap perusahaan, cara membuat laporan laba rugi yang benar menjadi hal yang sangat penting. Dengan laporan ini, Anda dapat memantau seluruh pendapatan dan pengeluaran perusahaan.

 

Baca juga: Kenali Pentingnya Peran Akuntansi dalam Bisnis

Ada cara yang lebih mudah untuk membuat laporan laba rugi yaitu menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani.

Di jaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 31 Juli 2021
Hanya Rp 199.000,-
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
Hanya Rp 199.000,-
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 20 Juli 2021
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday