Laba Ditahan: Pengertian, Manfaat dan Cara Menghitungnya

by | Aug 11, 2021 | Keuangan, Akuntansi, Laporan Keuangan | 0 comments

laba-ditahan

Dalam menjalankan sebuah bisnis, sudah menjadi tujuan untuk mencari laba atau keuntungan dari setiap produk atau jasa yang dijual bisnis tersebut. Nah, dalam ilmu akuntansi ada beberapa istilah mengenai laba ini, salah satunya adalah laba ditahan..

Sebenarnya apa sih laba ditahan itu? Lalu apa tujuannya? Kita bahas yuk..

Pengertian Laba Ditahan

Laba ditahan (Retained Earnings) adalah jenis keuntungan hasil penjualan barang atau jasa yang kemudian dibagikan kepada pemegang saham untuk diinvestasikan kembali ke dalam bisnis.

Jenis laba ini sendiri serta merta mengalami penahanannya bukan hanya karena kemauan perusahaan atau pemilik modal. Namun jenis modal ini bisa diterapkan sesuai perjanjian pemilik perusahaan dengan pemilik saham atau modal.

Laba ditahan umumnya dipengaruhi oleh jenis-jenis transaksi seperti:

  • Pembagian dividen
  • Laba/rugi bersih penjualan
  • Koreksi pembukuan dari laporan laba/rugi periode sebelumnya

Laporan laba ditahan lazimnya masuk di dalam Laporan Perubahan Modal, pun mencakup perubahan laba ditahan tersebut.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi Finata, maka pengelolaan akuntansi dan pembuatan laporan keuangan akan semakin lebih mudah.

Selain itu, Finata juga memiliki fitur untuk mendiagnosis kesehatan bisnis sehingga Anda dapat membuat keputusan dengan lebih tepat.

Manfaat Laba Ditahan

Laba ditahan memiliki dampak positif pada bisnis perusahaan. Manfaat positif laba ditahan antara lain :

– Membiayai Operasional Perusahaan

Pada saat menjalankan sebuah bisnis, perusahaan harus memiliki dana yang cukup dalam kas besar dan kas kecil untuk menjalankan operasional bisnis tersebut.

Laba ditahan menjadi salah satu alternatif perusahaan dalam membiayai operasional ini sehingga perusahaan dapat tetap beroperasi dan berkembang.

– Cadangan Modal

Tidak ada yang tahu persis kapan sebuah perusahaan akan mengalami masalah finansial. Salah satu manfaat laba ditahan adalah untuk menjadi modal cadangan agar perusahaan dapat terus berjalan tanpa harus meminjam kepada pihak lain.

– Pengembangan Bisnis

Laba ditahan dapat digunakan juga untuk pengembangan bisnis perusahaan tersebut. Pengembangan bisnis ini seperti melakukan pembelian tanah, bangunan, atau barang operasional yang dapat membantu dalam pengembangan perusahaan. Selain itu, pengembangan bisnis ini dapat berupa penambahan SDA atau SDM perusahaan.

Karakteristik Laba Ditahan

Laba ini terdiri dari unsur-unsur yang dapat didebitkan atau dikreditkan ke dalam laporan laba ditahan. Unsur tersebut yaitu :

  • Penutupan saldo rekening ikhtisar laba/rugi,
  • Distribusi yang ditujukan untuk para pemegang saham,
  • Perubahan prinsip akuntansi,
  • Koreksi laporan periode sebelumnya,
  • Penyisihan laba ditahan,
  • Transaksi saham treasury,
  • Kuasi reorganisasi.

FaktorFaktor yang Menjadi Alasan Laba Tertahan

Laba tertahan dapat terjadi karena beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Faktor tersebut antara lain :

– Perubahan Metode Perhitungan

Perubahan dalam metode perhitungan perusahaan dapat menjadi salah satu faktor laba tertahan. Perubahan ini seperti perhitungan yang biasanya dilakukan dalam sistem mingguan, lalu diubah menjadi sistem bulanan. Dalam perubahan tersebut akan selalu ada hasil perhitungan yang membingungkan sehingga perhitungan tersebut akan ditahan sementara oleh akuntan.

– Perubahan Manajemen Perusahaan

Pada saat terjadi pergantian manajemen perusahaan, biasanya perusahaan akan menahan laba penjualan. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas kerja dan menekan tindakan kecurangan. Selain itu, hal ini juga bertujuan agar manajemen yang baru dapat menyesuaikan diri dan menunjukkan kinerjanya dalam mengelola keuangan perusahaan.

– Penyesuaian Nilai Rupiah Dari Periode Sebelumnya

Nilai tukar rupiah selalu berubah setiap saat dan menjadi penyebab terjadinya laba tertahan. Hal ini sebetulnya sangatlah wajar mengingat setiap negara dengan mata uangnya masing-masing juga bekerja dalam menaikkan nilai tukar mata uangnya. Namun, hal ini dapat mempengaruhi perhitungan laba perusahaan, sehingga akuntan memutuskan untuk menahan laba yang ada.

– Kesalahan Laporan Keuangan Pada Periode Sebelumnya

Kesalahan laporan keuangan dapat menjadi pemicu terjadinya laba tertahan. Hal ini bertujuan untuk menghindari kecurangan dan kerugian dalam pembagian laba. Pada saat tersebut akuntan akan menghentikan proses pembagian laba hingga mendapatkan laporan keuangan yang benar dan sesuai.

– Perubahan Prinsip Akuntansi dari Periode Sebelumnya

Perubahan prinsip akuntansi yang digunakan yang signifikan dapat menyebabkan laba tertahan. Perubahan ini karena model akuntansi yang sebelumnya harus disesuaikan terlebih dahulu dengan metode akuntansi yang baru agar laba tersebut mendapatkan perhitungan yang benar.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi Finata, maka pengelolaan akuntansi dan pembuatan laporan keuangan akan semakin lebih mudah.

Selain itu, Finata juga memiliki fitur untuk mendiagnosis kesehatan bisnis sehingga Anda dapat membuat keputusan dengan lebih tepat.

Bagaimana Dividen Mempengaruhi Laba Ditahan?

Pembagian dividen kepada pemegang saham dapat berupa uang tunai atau saham. Kedua bentuk tersebut dapat mengurangi nilai RE untuk bisnis.

Dividen tunai merupakan arus kas keluar dan dicatat sebagai pengurangan dalam akun kas. Ini mengurangi ukuran neraca dan nilai aset perusahaan karena perusahaan tidak lagi memiliki sebagian dari aset likuidnya.

Dividen saham, bagaimanapun, tidak membutuhkan arus kas keluar. Sebaliknya, mereka mengalokasikan kembali sebagian dari RE ke saham biasa dan akun modal disetor tambahan. Alokasi ini tidak mempengaruhi ukuran neraca perusahaan secara keseluruhan, tetapi menurunkan nilai saham per saham.

Cara Menghitung Laba Ditahan Perusahaan

Ada beberapa tahapan yang harus dijalankan dalam menghitung laba tertahan. Berikut adalah tahapannya :

1. Hitung Laba Kotor Perusahaan

Rumus menghitung laba kotor adalah:

Laba Kotor = Angka Penjualan – Harga Pokok

2. Hitung Laba Operasional Perusahaan

Setelah menghitung laba kotor maka selanjutnya menghitung laba operasional dengan rumus:

Laba Operasional = Laba Kotor – Biaya Operasional

3. Hitung Laba Bersih Sebelum Pajak

Setelah laba operasional diperoleh maka langkah selanjutnya mengetahui laba bersih sebelum pajak yaitu laba operasional dikurangi dengan bunga, depresiasi dan amortisasi. Depresiasi dan amortisasi adalah penyusutan nilai aktiva (berwujud dan tidak berwujud) selama masa ekonomisnya.

4. Menghitung Laba Bersih Setelah Pajak

Laba bersih setelah pajak didapat dari laba bersih sebelum pajak dikurangi dengan tarif pajak.

5. Hitung Nilai Laba Ditahan

Jika laba bersih setelah pajak didapat maka selanjutnya bisa dihitung dengan rumus:

Laba Ditahan = Laba Bersih Setelah Pajak – Dividen

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi Finata, maka pengelolaan akuntansi dan pembuatan laporan keuangan akan semakin lebih mudah.

Selain itu, Finata juga memiliki fitur untuk mendiagnosis kesehatan bisnis sehingga Anda dapat membuat keputusan dengan lebih tepat.

Untuk menghitung laba ditahan sebetulnya sangatlah mudah, tetapi masih ada cara lebih mudah lagi dalam melakukan perhitungan tersebut. Contohnya adalah dengan menggunakan software akuntansi.

Software akuntansi dapat dengan mudah membantu Anda dalam menghitung laporan keuangan sebuah perusahaan. Hanya dengan melakukan penginputan data saja, maka dengan otomatis perhitungan untuk semua laporannya akan dibuat.

Selain itu dengan menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur diagnosis bisnis, secara mudah juga Anda dapat melihat kesehatan keuangan perusahaan Anda. Dengan begitu, Anda dapat mengambil keputusan bisnis dengan tepat.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan.
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday