Komponen Laporan Neraca Untuk Menyusun Laporan Keuangan yang Sistematis

by | Apr 6, 2020 | Akuntansi, Blog, Keuangan | 0 comments

Komponen Laporan Neraca
Komponen Laporan Neraca

Komponen laporan neraca merupakan beberapa hal yang dibutuhkan untuk menyusun laporan keuangan. Adapun penyusunan neraca keuangan bertujuan untuk menampilkan aset atau kekayaan perusahaan dalam periode tertentu. Dengan adanya laporan tersebut, maka data keuangan perusahaan dapat diketahui secara terperinci. Laporan neraca banyak dipilih oleh perusahaan atau bidang bisnis karena data yang disajikan mudah untuk dibaca dan dipahami. 

Laporan neraca dalam perusahaan harus disusun secara  kronologis dan sistematis. dalam hal ini neraca terdiri dari tiga hal utama yaitu aktiva (aset), kewajiban ( utan) serta ekuitas (modal).  Dalam penyusunannya ketiga hal tersebut harus berada dalam jumlah yang sama atau seimbang. Proses penyusunan keseimbangan ini yang membutuhkan perhitungan yang terperinci dan ketelitian yang tinggi sehingga antara kedua kolom dapat menyajikan data yang seimbang. 

Tiga Komponen Laporan Neraca 

Dalam pembahasan komponen laporan neraca, sama halnya membahas tentang persamaan dasar akuntansi. Persamaan tersebut identik dengan rumus aset + utang + modal. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasan tentang aset, utang dan modal. 

Aset (Aktiva) atau Harta 

Aset (aktiva) sering disebut juga sebagai harta. Aset merupakan sumber ekonomi yang dapat memberikan manfaat usaha pada masa yang akan datang serta berada dalam saldo normal debit. Aset dalam hal ini terdiri dari piutang usaha, aset tetap, persediaan, biaya dibayar muka, serta aset tidak berwujud. 

Kewajiban atau Utang 

Kewajiban atau hutang merupakan pembayaran yang ditunda hingga periode tertentu berdasarkan kesepakatan kepada pihak lain. Dengan begitu hutang tersebut harus dilunasi sebelum batas jatuh tempo pembayaran. Dalam hal ini kewajiban secara garis besar terdiri dari utang usaha, utang pajak dan utang non usaha. 

Ekuitas (Modal)

Ekuitas atau modal merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Modal berfungsi sebagai sumber keuangan utama sebelum perusahaan memperoleh pendapatan serta laba dari laba produk atau jasa yang dihasilkan. Modal atau ekuitas terdiri dari modal yang disetor serta laba atau rugi yang diperoleh oleh perusahaan. 

Komponen Laporan Neraca 

Komponen laporan neraca sangat dibutuhkan untuk kebutuhan penyusunan laporan yang sistematis dan kronologis. Komponen-komponen tersebut akan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan secara detail. Adapun berikut ini adalah beberapa komponen penyusun laporan keuangan dalam bentuk neraca. 

Baca juga : Pengertian Reksadana Beserta Jenis-Jenis, Ciri-Ciri serta Manfaat yang Diperoleh

Kas dan Setara Kas

Kas merupakan aktiva lancar yang meliputi uang kertas atau logam dan benda lain yang dapat digunakan sebagai media untuk media atau alat tukar pembayaran. Adapun fungsi dari kas adalah sebagai alat tukar baik dalam jumlah besar atau kecil. Komponen atau bagian ini merupakan hal utama yang harus ada dalam  setiap laporan keuangan baik dalam perusahaan jasa atau perusahaan dagang. Untuk komponen-komponen dari kas dan setara kas disini antara lain adalah kas, deposito dan kas di bank. 

Piutang Usaha 

Piutang usaha merupakan suatu jumlah pembelian kredit dari pelanggan. Piutang muncul sebagai akibat dari berbagai penjualan barang atau jasa dan memiliki kemungkinan akan tertagih dalam kurun waktu 30-60 hari.  Komponen dalam piutang usaha adalah piutang penjualan yang terbentuk dari kegiatan bisnis seperti penjualan dokumen, tiket dan lain sebagainya. 

Uang Muka 

Uang muka atau sering disebut dengan advance atau down payment merupakan pembayaran uang yang dilakukan kepada pihak lain yang belum memenuhi kewajiban. Uang muka ini digunakan untuk pembayaran dimuka atau deposit sebagai tanda jadi dalam transaksi pembelian. 

Aset Tetap 

Aset tetap merupakan aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan barang atau jasa dalam proses produksi.  Komponen aset tetap dalam hal ini berupa kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Komponen dalam hal ini diantaranya adalah kendaraan, tanah, dan bangunan. Aset dihitung dan diperoleh dari biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan rugi  dari penurunan nilai. 

Hutang Bisnis dan Utang Lain-lain

Hutang bisnis dalam hal ini adalah hutang tiket atau biaya transportasi, dokumen dan lain sebagainya. sedangkan untuk hutang-hutang yang lain diantaranya adalah hutang pengembalian dari penjualan yang sudah tidak digunakan oleh pelanggan. 

Hutang Pajak 

Komponen utang pajak merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada negara. Pajak dalam hal ini terdiri dari pajak penghasilan seperti yang tertera dalam pasal 21 , 23, 29, 25 serta pajak pertambahan nilai atau PPN. 

Pendapatan Diterima Di Awal

Pendapatan diterima dimuka merupakan sumber pendapatan yang didapatkan dari pelanggan atas penjualan yang belum direalisasikan. Hasil tersebut diakui sebagai pendapatan jika pendapatan sudah berjalan.

Baca juga : Macam-macam Deposito dan Ciri Khas serta cara Memilihnya 

Modal Saham 

Modal saham merupakan modal yang ditempatkan  serta disetor penuh. Dari pengertiannya, modal saham merupakan tanda penyertaan kepemilikan seseorang, perseroan terbatas hingga perusahaan. Wujud saham berupa selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut merupakan pemilik perusahaan yang mengeluarkan surat berharga tersebut. 

Bentuk-bentuk Laporan Neraca 

Secara umum, laporan neraca memiliki dua bentuk yaitu skontro dan staffel.  Skontro merupakan bentuk laporan neraca yang mengelompokkan harta atau aktiva pada kolom sebelah kiri. Sedangkan untuk bagian kewajiban dan modal berapa pada bagian kolom sebelah kanan. 

Bentuk laporan keuangan yang kedua adalah neraca staffel. Staffel merupakan bentuk laporan keuangan neraca yang disajikan dengan cara penulisan kelompok harta atau aktiva pada bagian atas. sedangkan untuk kelompok kewajiban dan modal berada pada bagian bawah. Selain istilah staffel, bentuk neraca ini juga sering disebut dengan bentuk laporan neraca vertikal. 

Peran Neraca dalam Laporan Keuangan 

Neraca merupakan laporan keuangan yang vital dalam sebuah laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan neraca yang terupdate, akurat dan sistematis sangat penting bagi pemilik bisnis atau perusahaan untuk mencari pendanaan tambahan atau pembiayaan ekuitas. Selain itu, neraca juga dapat digunakan untuk menjual bisnis guna menentukan kekayaan bersih dari bisnis atau perusahaan yang dikelola. 

Jika anda sedang menjajaki dunia bisnis, menyusun laporan keuangan memang membutuhkan ketelitian dan langkah yang sedikit rumit. Hal itu tentunya karena dalam laporan neraca membutuhkan data yang kronologis dan sistematis sehingga membutuhkan ketelitian. Namun anda tidak perlu khawatir karena saat ini terdapat software akuntansi yang akan membantu anda menyusun laporan keuangan dengan cara yang mudah. 

Selain memudahkan dalam cara penyusunan, menggunakan aplikasi juga menyingkat waktu menjadi lebih cepat dan hasil laporan  yang lebih tepat. Dengan bersumber pada sistem, data yang dimasukkan lebih akurat dibandingkan dengan memasukkan data secara manual atau dengan pembukuan manual. Salah satu aplikasi yang dapat dipercaya untuk membantu penyusunan laporan keuangan anda adalah Finata.

Komponen laporan neraca dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita. 

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download