Keuntungan dan Kerugian Hutang dalam Berbisnis

by | Jun 30, 2020 | Keuangan, Featured | 1 comment

Bagi para pebisnis, dalam melakukan pengembangan usahanya atau expansi hanya ada 2 pilihan, yaitu dengan menambah jumlah modal yang ditanamkan dengan cara mengundang investor lain, atau melakukan pinjaman (hutang) kepada pihak ketiga yaitu melalui lembaga keuangan. Nah, dari opsi kedua, ada beberapa keuntungan dan kerugian hutang yang berdampak pada perkembangan bisnis Anda.

Tentunya pilihan tersebut tidaklah mudah dan pasti akan ada konsekuensinya, apalagi jika mengundang investor lain. Hal ini tentu akan mengurangi porsi kepemilikan usaha dan harus berbagi keuntungan dengan pemilik modal lainnya.

Kemudian, apabila melakukan pinjaman kepada pihak ketiga (lembaga keuangan), tentunya kita harus menghitung besaran bunga dan biaya lainnya yang akan timbul dari pinjaman tersebut.

Untuk itu, kita harus mampu menganalisanya sehingga keputusannya akan bermanfaat bagi keberlangsungan bisnis kita. Sebelum menganalisa, Anda perlu mengetahui keuntungan dan kerugian hutang terlebih dahulu.

Keuntungan dan Kerugian Hutang dalam Berbisnis

Berikut akan dijelaskan mengenai keuntungan dan kerugian hutang dalam sebuah bisnis yang sedang melakukan scale up.

Keuntungan dan Kerugian Melakukan Hutang dalam Berbisnis
Keuntungan dan Kerugian Melakukan Hutang dalam Berbisnis

Keuntungan Berhutang dalam Berbisnis

Mungkin hutang selalu dikaitkan dengan konotasi yang negatif. Namun, jika Anda pelajari lebih dalam tentang ilmu keuangan bisnis, hutang dalam berbisnis ternyata bisa mendatangkan manfaat. Beberapa manfaat tersebut di antaranya:

  1. Hutang memberikan daya ungkit (leverage) yang lebih besar dibandingkan dengan menambah modal. Misalnya, sebuah perusahaan memenangkan suatu proyek. Di saat bersamaan, perusahaan tidak memiliki ekuitas yang cukup untuk menjalankan proyek tersebut sehingga terbitlah hutang senilai Rp 1 Milyar. Diproyeksikan perusahaan akan memperoleh Rp 300 juta per tahun dari proyek tersebut. Inilah yang dimaksud dengan daya ungkit yang lebih besar. 
  2. Hutang memiliki pengaruh terhadap pengurangan pajak penghasilan. Undang-undang Tahun 2016 tentang Tax Amnesty menyatakan bahwa hutang yang berkaitan langsung dengan perolehan harta akan mengurangi penghitungan dasar pajak yang harus dibayar. Pajak yang dikenakan kepada perusahaan adalah pajak dari penghasilan yang telah dikurangi dengan hutang yang dimiliki.
  3. Pemberi hutang obligasi. Sekalipun memegang jaminan dari perusahaan, tetap tidak bisa melakukan intervensi terhadap keberlangsungan perusahaan. Dengan demikian perusahaan tidak perlu melakukan perubahan baik di dalam manajemen maupun operasionalnya.
  4. Dalam pembayaran, hutang jangka panjang tentunya akan disertai dengan bunga, seperti hutang hipotek maupun hutang obligasi. Namun bunga tersebut masih lebih ringan dibandingkan dengan pembayaran dividen kepada pemegang saham perusahaan.

Kerugian Berhutang dalam Berbisnis

Seperti yang kita bahas sebelumnya, jika kita tidak bisa mengelola hutang dengan baik alias tidak tepat dalam membayar hutang tersebut, maka apa yang akan terjadi? Tentu cepat atau lambat kita akan merasakan kerugian.

Jadi, di samping mendatangkan manfaat, berikut beberapa kerugian yang ditimbulkan dari berhutang yang harus Anda pahami dan perhatikan agar bisa mencegah hal buruk tersebut:

  1. Dunia ekonomi terus berubah. Faktor-faktor eksternal seperti pertumbuhan ekonomi dan mekanisme pasar tentunya akan mempengaruhi keberlangsungan suatu perusahaan. Yang berarti, semakin lama suatu hutang dilunasi, akan semakin banyak resiko dari eksternal perusahaan yang akan menyebabkan tambahan beban.
  2. Harus tetap diingat bahwa hutang adalah beban tetap yang harus ditanggung sampai selesai periode pelunasan. Pendapatan yang diperoleh pada masa itu tidak sepenuhnya dimiliki perusahaan karena adanya hutang yang harus dilunasi.
  3. Pengaturan atau pengelolaan keuangan perusahaan harus dilakukan dengan lebih jeli lagi dengan adanya hutang. Perusahaan harus mampu mengalokasikan dana untuk melunasi hutang dengan tepat waktu.

Demikian penjelasan mengenai poin-poin dari keuntungan dan kerugian hutang dalam menjalani bisnis. Dari beberapa keuntungan dan kerugian hutang tersebut, tentunya kita harus lebih jeli lagi dalam mengelola hutang bisnis. Karena jika kita tidak mampu mengelola bisa membuat bisnis menjadi kacau bahkan menimbulkan kebangkrutan.

Agar hal tersebut tidak menimpa bisnis Anda, ada baiknya Anda menganalisa manfaat hutang sesuai dengan kondisi laporan keuangan bisnis Anda. Salah satu tools yang bisa Anda gunakan untuk menganalisa manfaat hutang tersebut adalah software keuangan Finata.

Finata memiliki fitur unggulan yang disebut sebagai fitur Diagnosis Bisnis untuk menganalisa apakah kondisi keuangan bisnis Anda sangat baik, baik, sedang, buruk, atau sangat buruk. Ada 4 diagnosis utama yang Finata lakukan untuk menganalisa keuangan bisnis Anda, di antaranya diagnosis tingkat keuntungan, diagnosis kesehatan kas, diagnosis manfaat hutang, dan diagnosis efisiensi dan efektivitas operasional bisnis (aktivitas).

Dengan keempat diagnosis ini akan menjaga keuangan bisnis Anda tetap sehat dan bisnis bisa bertumbuh secara eksponensial. Semoga penjelasan mengenai keuntungan dan kerugian hutang pada sebuah perusahaan ini bermanfaat bagi Anda yang sedang menumbuhkembangkan bisnis ya!

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

1 Comment

  1. yudi

    mantap minta lanjutan e-book nya dong

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download