Jurnal Penutup: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

by | Sep 2, 2020 | Akuntansi, Laporan Keuangan | 0 comments

jurnal-penutup-finata

Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup akun sementara dan memindahkan saldo dari akun sementara tersebut ke akun permanen. Akun sementara yang ditutup tersebut merupakan akun nominal dan akun pembantu modal. Dengan ditutupnya akun-akun tersebut, maka saldo akun-akun sementara tersebut akan menjadi 0 (nol) pada awal periode akuntansi berikutnya.

Jurnal penutup merupakan salah satu bagian dari dunia akuntansi, maka istilah Jurnal penutup pasti sudah tidak asing didengar oleh orang yang mengerti tentang akuntansi. Bila anda seorang akuntan, sudah pasti paham akan jenis jurnal yang satu ini. Namun, jika anda belum mengetahui lebih banyak tentang dunia akuntansi, anda dapat membaca penjelasan berikut.

Jurnal ini dapat diartikan sebagai entri jurnal, yaitu jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi. Jurnal ini dibuat untuk mentransfer saldo ke berbagai akun yang terdapat di buku besar.

Pengertian Jurnal Penutup

Sebagai orang awam yang belum mengerti banyak tentang akuntansi, pasti akan berpikir tentang jurnal yang satu ini. Terdapat kata penutup, sudah pasti difungsikan untuk menutup segala jurnal yang sudah dibuat. Benar saja, jurnal penutupan merupakan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi.

Jurnal ini difungsikan untuk mentransfer saldo yang berasal dari akun sementara menuju ke akun permanen. Selain itu, jurnal ini berfungsi untuk mengatur ulang saldo yang terdapat di akun sementara. Sehingga akun yang terdapat saldo selama periode akuntansi, akan menunjukkan nol.

Jumlah saldo dalam satu periode akuntansi harus menunjukkan angka nol dalam jurnal ini. Mengapa? Karena jika tidak, maka saldo ini akan terbawa ke dalam saldo periode akuntansi berikutnya. Tentu hal ini akan memberikan kesulitan bagi pihak perusahaan.

Maka dari itu, perusahaan harus membuat jurnal ini, dengan cara memindahkan saldo ke dalam rekening permanen di dalam neraca. Alasannya karena di dalam neraca akan menunjukkan kondisi keuangan lama dari suatu perusahaan.

Untuk membuat jurnal ini, ada beberapa langka yang harus dilakukan terlebih dahulu. Langkah tersebut berupa pembuatan akun biaya dan akun beban dari perusahaan pada satu periode akuntansi. Akun biaya didapatkan dari laporan laba rugi yang telah ada, sedangkan akun beban didapatkan dari neraca.

Hasil akhir dari pembuatan jurnal ini harus menunjukkan nol, agar tidak bertambah transaksi, di periode akuntansi berikutnya.

Contoh Jurnal Penutup

Untuk lebih mudah dalam memahami penjelasan, berikut ini adalah contoh dari jurnal penutup. Sebuah perusahaan jasa, akan menutup periode akuntansinya pada akhir tahun 2018. Dalam sebuah periode, terdapat beberapa akun yang akan digunakan dalam menyusun jurnal ini.

Akun tersebut berupa modal, pendapatan, beban biaya, beban penyusutan, hutang pinjaman dan masih terdapat akun lain. Supaya lebih jelas, Anda dapat melihat tabel dibawah ini.

PT KITA ABADI

Laporan keuangan

31 Desember 2018

Nama Akun

Debit(Rp)

Kredit(Rp)

Uang tunai

7.480.000


Piutang usaha

3.700.000

Cell

Persediaan layanan

600.000

Cell

Mebel dan peralatan

3.000.000

Cell

Peralatan servis

16.000.000

Cell

Akumulasi depresiasi

Cell

720.000

Hutang akun

Cell

9.000.000

Utilitas utang

Cell

1.800.000

Hutang pinjaman

Cell

12.000.000

Modal pemilik

Cell

13.200.000

Prive pemilik

7.000.000

Cell

Pendapatan layanan

Cell

9.850.000

Biaya sewaBiaya gaji

1.500.000

Cell

Biaya gaji

3.500.000

Cell

Pajak dan lisensi

370.000

Cell

Biaya utilitas

1.800.000

Cell

Biaya persediaan layanan

900.000

Cell

Beban penyusutan

720.000

Cell


Cell
Cell

Total

46.570.000

46.570.000

Pada contoh diatas, total dari keseluruhan transaksi menghasilkan angka yang sama. Artinya, tidak ada saldo yang tersisa dari transaksi transaksi tersebut. Dapat juga diartikan, bahwa saldo yang tersisa adalah nol. Dengan demikian, pembuatan jurnal ini sudah dalam kondisi yang benar, karena hasil akhir menunjukkan tidak ada saldo tersisa atau nol.

Baca juga: Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Ilmu Akuntansi

Cara Membuat Jurnal Penutup

Untuk membuat jurnal penutupan, ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan. Langkah pertama adalah menutup akun pendapatan dari sebuah perusahaan. Berdasarkan contoh yang sudah diberikan, menutup akun pendapatan dapat dilakukan dengan menjumlahkan beberapa akun yang termasuk dalam akun pendapatan dan diposisikan pada kolom debit. Kemudian jumlahkan akun yang termasuk dalam akun pendapatan pada kolom kredit.

Nama akun

Debit(Rp)

Kredit(Rp)

Pendapatan layanan

9.850.000

Cell

Ringkasan pendapatan

Cell

9.850.000

Dalam tabel tersebut, menunjukkan bahwa dalam transaksi perusahaan Kita Abadi, hanya terdapat satu akun pendapatan. Akun tersebut bernama Akun Pendapatan Layanan. Karena akun tersebut merupakan akun pendapatan, maka dimasukkan ke dalam kategori debit.

Untuk dapat menutup transaksi tersebut, perusahaan melakukan ringkasan pendapatan yang bersifat kredit. Tentunya dalam kepentingan yang sama. Akun ringkasan pendapatan berfungsi untuk menutup sementara pendapatan dan pengeluaran suatu perusahaan.

Langkah selanjutnya dalam membuat jurnal ini yaitu menutup akun pengeluaran. Kelompokkan akun yang termasuk pengeluaran ke dalam kolom kredit, dan masukkan ringkasan pendapatan ke dalam kolom debit. Untuk saldo dari akun ringkasan pendapatan, berasal dari pendapatan bersih pada periode yang sedang berlangsung.

Apa itu penghasilan bersih? Penghasilan bersih adalah seluruh pendapatan dikurangi seluruh biaya, termasuk di dalamnya biaya tidak terduga. Berikut tabel penutupan akun pengeluaran.

Nama akun

Debit(Rp)

Kredit(Rp)

Ringkasan pendapatan

8.790.000

Cell

Biaya sewa

Cell

1.500.000

Biaya gaji

Cell

3.500.000

Pajak dan lisensi

Cell

370.000

Biaya utilitas

Cell

1.800.000

Biaya persediaan layanan

Cell

900.000

Biaya penyusutan

Cell

720.000

Langkah ketiga, menutup ringkasan pendapatan ke akun modal. Untuk langkah ini, digunakan jika usaha yang dijalankan adalah milik perorangan dan mitra. Dengan memasukkan ringkasan pendapatan ke kolom debit, dan memasukkan akun modal ke kolom kredit. Sehingga nilai yang dihasilkan harus sama, untuk menunjukkan saldo sudah nol.

Berikut merupakan contoh penutupan ringkasan pendapatan dalam kasus yang sama.

Nama akun

Debit(Rp)

Kredit(Rp)

Ringkasan pendapatan

1.060.000

Cell

Modal pemilik

Cell

1.060.000

Langkah terakhir, yaitu menutup penarikan ke akun modal. Dalam kasus ini, penarikan modal dimasukkan dalam prive pemilik. Sehingga prive pemilik akan berada pada kolom kredit, dan pada kolom debit terdapat akun modal.

Seperti tabel yang dapat Anda lihat berikut ini.

Nama akun

Debit(Rp)

Kredit(Rp)

Modal pemilik

7.000.000

Cell

Prive pemilik

Cell

7.000.000

Manfaat Dari Pembuatan Jurnal Penutup

Pembuatan jurnal penutupan bukanlah tanpa alasan dan tujuan. Dengan membuat jurnal ini, akan ada manfaat yang diperoleh dari sebuah perusahaan. Manfaat yang diperoleh perusahaan jika membuat jurnal ini antara lain, menutup saldo dalam rekening sementara.

Dalam proses penutupan, saldo yang ada di rekening akan berkurang sampai nol. Sehingga, untuk periode akuntansi berikutnya, rekening sementara memulai periodenya dengan saldo nol.

Manfaat lain yang diperoleh yaitu menunjukkan nilai yang sesuai antara rekening modal dengan saldo di akhir periode. Saldo rekening modal akan menunjukkan angka yang sama dengan modal akhir suatu perusahaan. Selain hal itu, manfaat yang lebih besar bagi perusahaan adalah tersajinya kondisi keuangan yang nyata sesuai dengan keadaan.

Jika suatu saat terdapat pemeriksaan administrasi, maka perusahaan dengan mudah mengatasi mengenai seluruh transaksi periode sekarang dan periode sebelumnya. Hal itu karena dengan membuat jurnal ini, seluruh transaksi akan terpisah per periodenya.

Risiko Perusahaan Tidak Membuat Jurnal Penutup

Membuat jurnal penutupan, merupakan langkah yang tepat untuk mengakhiri suatu periode akuntansi sebuah perusahaan. Hal itu menjadikan jurnal ini merupakan sesuatu yang sangat penting dalam siklus akuntansi.

Dengan membuat jurnal ini, perusahaan lebih tau mengenai kinerja yang dilakukan selama periode tersebut. Sehingga, jika suatu perusahaan tidak membuat jurnal ini, sudah dipastikan bahwa perusahaan tidak dapat mengetahui kinerja selama suatu periode.

Selain itu, perusahaan tidak dapat mengevaluasi kondisi keuangan yang terjadi selama suatu periode. Hal tersebut tentu tidak dapat mendukung kemajuan perusahaan, untuk menghasilkan laba yang lebih banyak.

Dalam pembuatannya pun harus dilakukan secara cermat dan teliti. Mengingat seluruh transaksi berhubungan dengan hal yang sensitif, yaitu uang.

Itulah beberapa ulasan mengenai jurnal penutupan. Semoga hal ini dapat bermanfaat bagi Anda, dan membantu dalam proses penyusunan jurnal penutup.

Seiring perkembangan zaman, telah muncul berbagai aplikasi akuntansi yang dapat membantu Anda dalam proses penyusunan terkait akuntansi. Anda dapat mencobanya melalui web atau dapat mengunduhnya terlebih dahulu.

Baca juga: Tahapan Menyusun Laporan Keuangan dengan Benar dan Tepat

Membuat jurnal untuk laporan keuangan dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani.

Di jaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.