Jenis Pajak Hiburan dan Segala Hal yang Berkaitan

by | Dec 21, 2019 | Blog, Pajak | 0 comments

Ada beberapa jenis pajak hiburan yang perlu Anda ketahui. Kemakmuran dan berkembangnya suatu bangsa merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan. Salah satunya tersedianya infrastruktur atau fasilitas yang ditujukan untuk kemaslahatan rakyat.

Dalam pemenuhan fasilitas tersebut suatu negara tidak hanya membutuhkan sedikit biaya, namun banyak sekali yang harus menjadi pengeluaran suatu negara. Dengan itu, Indonesia menerapkan pemungutan pajak kepada masyarakat sebagai sumber dana negara Indonesia.

Pengertian Pajak Hiburan

Pajak merupakan iuran seluruh warga negara yang sifatnya memaksa demi pemenuhan kemakmuran  rakyat. Pajak memiliki 2 macam jenis, yakni pajak pusat dan pajak daerah. Pajak pusat seperti PPh, PPN dan lain-lain.

Pajak hiburan sendiri salah satu pajak daerah. Pajak hiburan sendiri merupakan pajak yang dikenakan dalam pelaksanaan pertunjukan, tontonan ataupun keramaian yang dinikmati bersama.

Objek pajak ini adalah jasa penyelenggaraan hiburan yang tidak dikenakan bayaran, kecuali penyelenggaraan hiburan pada acara pernikahan, keagamaan, ataupun upacara adat. Yang termasuk Jenis Pajak Hiburan adalah :

  1. Tontonan film
  2. Pagelaran kesenian
  3. Kontes
  4. kecantikan
  5. Pameran
  6. Karaoke
  7. Sirkus
  8. Permainan bilyar dan bowling
  9. Pacuan kuda
  10. Permainan ketangkasan
  11. Panti pijat atau yang sejenisnya
  12. Pertandingan olahraga

Subjek dan Wajib Pajak Hiburan

Hampir sama dengan pajak lainnya, subjek pajak hiburan adalah orang pribadi atau badan yang ikut menikmati hiburan yang diselenggarakan. Selanjutnya, berlaku kebalikan dari subjek pajak hiburan, wajib pajak hiburan adalah orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan hiburan.

Dasar Pengenaan dan Tarif Pajak Hiburan

Dasar pengenaan Pajak Hiburan adalah jumlah uang yang oleh penyelenggara hiburan. Jumlah uang yang diterima, termasuk tarif yang berlaku seperti tiket cuma-cuma yang diberikan kepada penikmat jasa hiburan.

Baca juga : Syarat Pelaporan SPT Tahunan

Dengan berbagai Jenis Pajak Hiburan di atas, maka diketahui tarif pajak hiburan yang berbeda-beda. Tarif pajak hiburan diketahui sebagai berikut:

  1. Pertunjukan film, tarif pajaknya dikenakan sebesar 10% (sepuluh persen).
  2. Pagelaran kesenian, musik, tari dan/atau busana yang berkelas lokal/ tradisional tarif pajaknya sebesar 0% (nol persen).
  3. Pagelaran kesenian, musik, tari dan/atau busana yang berkelas nasional tarif pajaknya sebesar 5% (lima persen).
  4. Pagelaran kesenian, musik, tari dan/atau busana yang berkelas internasional tarif pajaknya sebesar 15% (lima belas persen).
  5. Kontes kecantikan yang berkelas lokal/ tradisional tarif pajaknya sebesar 0% (nol persen).
  6. Kontes kecantikan yang berkelas nasional tarif pajaknya sebesar 5% (lima persen).
  7. Kontes kecantikan yang berkelas internasional tarif pajaknya sebesar 15% (lima belas persen).
  8. Pameran yang bersifat non komersial tarif pajaknya sebesar 0% (nol persen).
  9. Pameran yang bersifat komersial tarif pajaknya sebesar 10% (sepuluh persen).
  10. Diskotik, karaoke, klab malam, pub, bar, musik hidup (live music), musik dengan disck jockey (DJ) dan sejenisnya tarif pajaknya sebesar 25% (dua puluh lima persen).
  11. Sirkus, akrobat, dan sulap yang berkelas lokal/ tradisional tarif pajaknya sebesar 0% (nol persen).
  12. Sirkus, akrobat, dan sulap yang berkelas nasional dan internasional tarif pajaknya sebesar 10% (sepuluh persen).
  13. Permainan bilyar, bowling tarif pajaknya sebesar 10%(sepuluh persen).
  14. Pacuan kuda yang berkelas lokal/ tradisional tarif pajaknya sebesar 5% (lima persen).
  15. Pacuan kuda yang berkelas nasional dan internasional tarif pajaknya sebesar 15% (lima belas persen).
  16. Pacuan kendaraan bermotor tarif pajaknya sebesar 15% (lima belas persen).
  17. Permainan ketangkasan tarif pajaknya sebesar 10% (sepuluh persen).
  18. Panti pijat, mandi uap, dan spa tarif pajaknya sebesar 35% (tiga puluh lima persen).
  19. Refleksi dan pusat kebugaran/fitness center tarif pajaknya sebesar 10% (sepuluh persen).
  20. Pertandingan olah raga yang berkelas lokal/ tradisional tarif pajaknya sebesar 0% (nol persen).
  21. Pertandingan olah raga yang berkelas nasional tarif pajaknya sebesar 5% (lima persen).
  22. Pertandingan olah raga yang berkelas internasional tarif pajaknya sebesar 15% (lima belas persen).

Cara Perhitungan Pajak Hiburan

Untuk mengetahui besaran pokok pajak hiburan yang terhutang adalah dengan cara mengalikan tarif pajak seperti penjelasan di atas dengan jumlah uang yang harus diterima. Ada cara khusus untuk menghitung pajak hiburan seperti pada rumus di bawah ini:

  • Pajak Terhutang = (Dasar Pengenaan Pajak) x (Tarif Pajak Hiburan)

Dasar yang dijadikan patokan pengenaan pajak yaitu jumlah yang seharusnya didapatkan oleh penyelenggara hiburan. Jumlah uang yang seharusnya diterima seperti potongan harga dan tiket yang diberikan kepada penerima jasa hiburan dengan cuma-cuma.

Umumnya, tarif pajak tertinggi untuk para penyelenggara hiburan mencapai 35%. Sedangkan untuk event khusus seperti pagelaran busana, karaoke, kontes kecantikan, permainan ketangkasan, mandi uap bisa mencapai 75%. Bagaimana dengan hiburan kesenian? Untuk hiburan ini, tarif yang dikenakan hanya sebesar 10%.

Cara Mudah dalam Pembayaran Pajak Hiburan

Berkembangnya era digital masa kini, membuat aktivitas menjadi lebih mudah dilakukan. Semua tidak lepas dari yang namanya gadget.

Dalam penggunaan atau pemanfaatan teknologi Indonesia jug mengembangkan software pajak yang mencakup banyak fitur yang dapat membantu wajib pajak dalam pemrosesan pajaknya.

Baca juga : Jenis Jenis Pajak

Perhitungan Pajak Hiburan Insidentil

Setelah mengetahui objek-objek pajak, Anda perlu tahu bahwa jika dilihat dari penyelenggaraannya, beberapa dari yang disebutkan dikategorikan dalam penyelenggaraan hiburan insidentil.

Contoh jenis hiburan ini antara lain fashion show, tari, dan pertunjukan musik. Ini semua merupakan jenis hiburan yang tidak diselenggarakan berkali-kali dalam sepanjang tahun. Seperti halnya konser musik yang hanya diselenggarakan beberapa kali saja di suatu kabupaten maupun kota.

Karena perbedaan karakteristik itu, proses pemungutan pajak hiburan menjadi berbeda dari jenis hiburan yang sering diselenggarakan sepanjang tahun.

Pemungutan pajak di sepanjang tahunnya biasanya menggunakan patokan pemberian nomor pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) ataupun Nomor Objek Pajak Daerah (NOPD). Karena karakteristiknya berbeda, bisa jadi sistem dan prosedur dari pajak hiburan insidentil ini berbeda dari jenis pajak lainnya.

Dari informasi di atas, dapat diketahui bahwa pajak hiburan memiliki aturan khusus dan sistem tertentu dalam menerapkannya. Tentu, sebagian besar dari Anda yang sudah pernah menyelenggarakan suatu event tertentu pasti sudah tidak asing dengan istilah pajak ini.

Nah, bagi Anda yang belum paham betul mengenai pajak ini, pastinya informasi di atas dapat dijadikan sebagai panduan ketika ingin menyelenggarakan acara.

Berbicara mengenai jenis pajak hiburan, Anda sebagai pelaksana acara tentu perlu merencanakan keuangan yang tepat. Tujuannya supaya dana yang Anda miliki cukup untuk menjalankan acara sekaligus membayar pajak. Jika Anda bingung, Anda bisa mengonsultasikannya ke Finata yang akan membantu Anda mengelola keuangan Anda.

Mulai dari membuat perencanaan bisnis, pembukuan, dan lainnya. Finata ini memang didesain untuk membantu akuntansi dari segala bisnis. Mulai dari bisnis kesehatan, konsultan, distributor, hingga properti bisa mengonsultasikan segala keluhannya di sini. Penasaran? Ayo kunjungi https://finata.id sekarang juga!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

software analisa keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis - 7 kesalahan fatal pebisnis

Download