Ada beberapa jenis
pajak hiburan
yang perlu Anda ketahui. Kemakmuran dan berkembangnya suatu
bangsa merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan. Salah satunya
tersedianya infrastruktur atau fasilitas yang ditujukan untuk kemaslahatan
rakyat. Dalam pemenuhan fasilitas tersebut suatu negara tidak hanya membutuhkan
sedikit biaya, namun banyak sekali yang harus menjadi pengeluaran suatu negara.
Dengan itu, Indonesia menerapkan pemungutan pajak kepada masyarakat sebagai
sumber dana negara Indonesia.

Pengertian Pajak Hiburan

Pajak merupakan iuran seluruh warga negara yang sifatnya memaksa demi pemenuhan kemakmuran  rakyat. Pajak memiliki 2 macam jenis, yakni pajak pusat dan pajak daerah. Pajak pusat seperti PPh, PPN dan lain-lain. Pajak hiburan sendiri salah satu pajak daerah. Pajak hiburan sendiri merupakan pajak yang dikenakan dalam pelaksanaan pertunjukan, tontonan ataupun keramaian yang dinikmati bersama. Objek pajak ini adalah jasa penyelenggaraan hiburan yang tidak dikenakan bayaran, kecuali penyelenggaraan hiburan pada acara pernikahan, keagamaan, ataupun upacara adat. Yang termasuk Jenis Pajak Hiburan adalah :

  1. Tontonan film
  2. Pagelaran
    kesenian
  3. Kontes
    kecantikan
  4. Pameran
  5. Karaoke
  6. Sirkus
  7. Permainan bilyar
    dan bowling
  8. Pacuan kuda
  9. Permainan
    ketangkasan
  10. Panti pijat tau yang sejenisnya
  11. Pertandingan olahraga

Subjek dan Wajib Pajak Hiburan

Hampir sama dengan pajak lainnya, subjek pajak hiburan adalah orang pribadi
atau badan yang ikut menikmati hiburan yang diselenggarakan. Selanjutnya,
berlaku kebalikan dari subjek pajak hiburan, wajib pajak hiburan adalah orang
pribadi atau badan yang menyelenggarakan hiburan.

Dasar Pengenaan dan Tarif Pajak Hiburan

  1. Dasar pengenaan Pajak Hiburan
    adalah jumlah uang yang oleh penyelenggara hiburan.
  2. Jumlah uang yang diterima, termasuk
    tarif yang berlaku seperti tiket cuma-cuma yang diberikan kepada penikmat jasa
    hiburan.

Baca juga : Syarat Pelaporan SPT Tahunan

Dengan berbagai Jenis Pajak Hiburan di atas, maka diketahui tarif pajak hiburan yang berbeda-beda. Tarif pajak hiburan diketahui sebagai berikut :

  1. Pertunjukan film, tarif
    pajaknya dikenakan sebesar 10% (sepuluh persen).
  2. Pagelaran kesenian, musik,
    tari dan/atau busana yang berkelas lokal/ tradisional tarif pajaknya sebesar 0%
    (nol persen).
  3. Pagelaran kesenian, musik,
    tari dan/atau busana yang berkelas nasional tarif pajaknya sebesar 5% (lima
    persen).
  4. Pagelaran kesenian, musik,
    tari dan/atau busana yang berkelas internasional tarif pajaknya sebesar 15%
    (lima belas persen).
  5. Kontes kecantikan yang
    berkelas lokal/ tradisional tarif pajaknya sebesar 0% (nol persen).
  6. Kontes kecantikan yang
    berkelas nasional tarif pajaknya sebesar 5% (lima persen).
  7. Kontes kecantikan yang
    berkelas internasional tarif pajaknya sebesar 15% (lima belas persen).
  8. Pameran yang bersifat non
    komersial tarif pajaknya sebesar 0% (nol persen).
  9. Pameran yang bersifat
    komersial tarif pajaknya sebesar 10% (sepuluh persen).
  10. Diskotik, karaoke, klab malam,
    pub, bar, musik hidup (live music), musik dengan disck jockey (DJ) dan
    sejenisnya tarif pajaknya sebesar 25% (dua puluh lima persen).
  11. Sirkus, akrobat, dan sulap
    yang berkelas lokal/ tradisional tarif pajaknya sebesar 0% (nol persen).
  12. Sirkus, akrobat, dan sulap
    yang berkelas nasional dan internasional tarif pajaknya sebesar 10% (sepuluh
    persen).
  13. Permainan bilyar, bowling
    tarif pajaknya sebesar 10%(sepuluh persen).
  14. Pacuan kuda yang berkelas
    lokal/ tradisional tarif pajaknya sebesar 5% (lima persen).
  15. Pacuan kuda yang berkelas
    nasional dan internasional tarif pajaknya sebesar 15% (lima belas persen).
  16. Pacuan kendaraan bermotor
    tarif pajaknya sebesar 15% (lima belas persen).
  17. Permainan ketangkasan tarif
    pajaknya sebesar 10% (sepuluh persen).
  18. Panti pijat, mandi uap, dan
    spa tarif pajaknya sebesar 35% (tiga puluh lima persen).
  19. Refleksi dan pusat
    kebugaran/fitness center tarif pajaknya sebesar 10% (sepuluh persen).
  20. Pertandingan olah raga yang
    berkelas lokal/ tradisional tarif pajaknya sebesar 0% (nol persen).
  21. Pertandingan olah raga yang
    berkelas nasional tarif pajaknya sebesar 5% (lima persen).
  22. Pertandingan olah raga yang berkelas
    internasional tarif pajaknya sebesar 15% (lima belas persen).

Cara Perhitungan Pajak Hiburan

Untuk mengetahui besaran pokok pajak hiburan yang terhutang
adalah dengan cara mengalikan tarif pajak seperti penjelasan di atas dengan
jumlah uang yang harus diterima. Ada cara khusus untuk menghitung pajak hiburan
seperti pada rumus di bawah ini:

*Pajak Terhutang = (Dasar
Pengenaan Pajak
) x (Tarif Pajak
Hiburan
)

Dasar
yang dijadikan patokan pengenaan pajak yaitu jumlah yang seharusnya didapatkan
oleh penyelenggara hiburan. Jumlah uang
yang seharusnya diterima seperti potongan harga dan tiket yang diberikan kepada
penerima jasa hiburan dengan cuma-cuma.

Umumnya, tarif pajak tertinggi untuk para
penyelenggara hiburan mencapai 35%. Sedangkan untuk event khusus seperti
pagelaran busana, karaoke, kontes kecantikan, permainan ketangkasan, mandi uap
bisa mencapai 75%. Bagaimana dengan hiburan kesenian? Untuk hiburan ini, tarif
yang dikenakan hanya sebesar 10%.

Cara Mudah dalam Pembayaran Pajak Hiburan

Berkembangnya era digital masa kini, membuat aktivitas menjadi lebih mudah dilakukan. Semua tidak lepas dari yang namanya gadget. Dalampenggunaanatau pemanfaatan teknologi Indonesia jug mengembangkan Software Pajak yang mencakup banyak fitur yang dapat membantu wajib pajak dalam pemrosesan pajaknya.

Baca juga : Jenis Jenis Pajak

Perhitungan Pajak Hiburan Insidentil

Setelah mengetahui objek-objek pajak, Anda perlu tahu bahwa
jika dilihat dari penyelenggaraannya, beberapa dari yang disebutkan
dikategorikan dalam penyelenggaraan hiburan insidentil. Contoh jenis hiburan ini
antara lain fashion show, tari, dan pertunjukan musik. Ini semua merupakan jenis
hiburan yang tidak diselenggarakan berkali-kali dalam sepanjang tahun. Seperti halnya konser
musik yang hanya diselenggarakan beberapa kali saja di suatu kabupaten maupun
kota.

Karena perbedaan karakteristik itu, proses pemungutan
pajak hiburan menjadi berbeda dari jenis hiburan yang sering diselenggarakan
sepanjang tahun. Pemungutan pajak di sepanjang tahunnya biasanya menggunakan
patokan pemberian nomor pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) ataupun Nomor Objek
Pajak Daerah (NOPD). Karena karakteristiknya berbeda, bisa jadi sistem dan
prosedur dari pajak hiburan insidentil ini berbeda dari jenis pajak lainnya.

Dari informasi di atas, dapat diketahui bahwa pajak hiburan
memiliki aturan khusus dan sistem tertentu dalam menerapkannya. Tentu, sebagian
besar dari Anda yang sudah pernah menyelenggarakan suatu event tertentu pasti
sudah tidak asing dengan istilah pajak ini. Nah, bagi Anda yang belum paham betul
mengenai pajak ini, pastinya informasi di atas dapat dijadikan sebagai panduan
ketika ingin menyelenggarakan acara.

Berbicara mengenai jenis pajak hiburan, Anda sebagai pelaksana acara tentu perlu merencanakan keuangan yang tepat. Tujuannya supaya dana yang Anda miliki cukup untuk menjalankan acara sekaligus membayar pajak. Jika Anda bingung, Anda bisa mengonsultasikannya ke Finata yang akan membantu Anda mengelola keuangan Anda. Mulai dari membuat perencanaan bisnis, pembukuan, dan lainnya. Finata ini memang didesain untuk membantu akuntansi dari segala bisnis. Mulai dari bisnis kesehatan, konsultan, distributor, hingga properti bisa mengonsultasikan segala keluhannya di sini. Penasaran? Ayo kunjungi https://finata.id sekarang juga!