Jenis Laporan Keuangan Perusahaan sebagai Indikator Kinerja

by | Dec 27, 2019 | Blog, Laporan Keuangan | 0 comments

Jenis laporan keuangan perusahaan sangat beragam dan masing-masing memiliki peran yang penting. Secara garis besar, laporan keuangan akan menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan.

Pencapaian visi dan misi akan tergambar dari setiap pembukuan yang dilakukan oleh akuntan. Pengambilan strategi bisnis yang sesuai juga dapat ditentukan melalui analisa laporan keuangan yang dihasilkan.

Proses pembukuan laporan harus dirancang meskipun perusahaan tersebut masih dalam masa rintisan. Laporan keuangan tersebut akan menjadi senjata untuk menggaet para investor agar mau menanamkan sahamnya di perusahaan Anda. Pembuatan laporan bisa dalam bentuk manual ataupun melalui aplikasi software akuntansi agar lebih mudah diarsip.

Mengenal 5 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan sebagai Alat Ukur Keberhasilan Berbisnis

Keberadaan laporan keuangan suatu perusahaan dapat menjadi alat pantau mengenai kondisi kesehatan bisnis yang dijalani. Berikut ini 5 macam laporan keuangan yang harus dibuat oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya.

1. Laporan Laba Rugi (L/R)

Laporan keuangan yang satu ini sering disebut dengan istilah profit and loss statement. Tujuan dari laporan L/R ini tidak lain untuk mengetahui hasil kinerja dari perusahaan dalam satu periode akuntansi.

Keuntungan maupun kerugian yang dialami perusahaan akan terpapar jelas melalui setiap unsur yang ada di dalamnya. Performa serta kondisi perekonomian internal perusahaan dapat dilihat secara intensif melalui data keuangan.

Selain itu, laporan L/R juga akan menjadi acuan bagi kantor perpajakan untuk menentukan besarnya pajak yang dibebankan kepada perusahaan. Beban atau biaya yang tercantum akan menjadi acuan pihak manajemen untuk mengukur efisiensi kinerjanya di periode sekarang dan akan datang.

Terdapat 2 jenis laporan L/R yang diterapkan oleh perusahaan yaitu single step dan multiple step. Berikut penjelasan rinci mengenai dua model laporan tersebut:

Single Step

Metode single step lebih praktis dan mudah dipahami karena setiap penghasilan serta biaya yang dikeluarkan digabung dalam satu kelompok. Setiap penghasilan ataupun beban baik yang berasal dari kegiatan usaha maupun di luar usaha akan ditulis secara rinci. Terakhir, total beban yang ada akan menjadi pengurang dari setiap penghasilan yang didapatkan.

Multiple Step

Metode multiple step ini sedikit berbeda dengan single step. Metode ini jauh lebih terperinci antara penghasilan serta beban yang berasal dari kegiatan usaha dan di luar usaha. Kedua hal tersebut akan dipisah sehingga lebih jelas kedudukannya.

Baca juga : Pengertian PPh Pasal 21

2. Laporan Neraca

Laporan keuangan neraca juga dikenal dengan istilah balance sheet yang memberikan informasiĀ  tentang kondisi atau posisi keuangan perusahaan. Pada laporan yang satu ini, Anda akan melihat seberapa besar aset yang dimiliki. Tiga elemen penting yang terdapat pada neraca antara lain besarnya aset, hutang atau liabilitas, serta modal atau ekuitas yang dimiliki.

Neraca memberikan gambaran tentang rumus dasar pada ilmu akuntansi yaitu aset merupakan penjumlahan antara hutang dan modal (aset = hutang + modal). Secara lebih terperinci, berikut ulasan 3 elemen penting dalam sebuah neraca.

Aset atau kekayaan yang merupakan segala sesuatu atau hak yang nantinya akan digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan. Aset tersebut bisa berupa gedung ataupun bangunan serta investasi lainnya yang memiliki sifat liquid.

Liabilitas dapat dikatakan sebagai kewajiban yang harus ditunaikan kepada pihak lain. Bentuk dari liabilitas dapat berupa hutang yang harus segera dilunasi. Selain itu, liabilitas juga diartikan sebagai pelayanan yang harus diberikan kepada pihak lain di masa mendatang.

Modal atau ekuitas ini merupakan kekayaan bersih yang menjadi hak perusahaan. Besarnya aset yang dimiliki oleh perusahaan akan dikurangi dengan total hutang atau liabilitas yang ada.

3. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal menggambarkan tentang perubahan ekuitas atau modal yang dimiliki perusahaan dalam satu periode akuntansi. Seiring berjalannya waktu, modal yang digunakan dalam kegiatan operasional tentunya akan mengalami perubahan. Modal akan berkurang atau bertambah sangat tergantung dari besarnya keuntungan serta kerugian yang dialami oleh perusahaan.

Laporan keuangan tersebut juga akan memberikan informasi tentang sebab-sebab terjadinya perubahan modal tersebut. Sebaiknya, simak ulasan tentang unsur-unsur yang terdapat dalam laporan perubahan modal agar lebih memahaminya.

Modal Awal

Modal awal tak lain merupakan kekayaan atau aktiva yang diinvestasikan untuk kegiatan operasional perusahaan sejak awal pendiriannya. Nominal modal awal tidak akan berubah selama tidak ada penambahan modal yang diberikan oleh para investor selaku pemilik perusahaan.

Laba/Rugi

Laba atau rugi yang diperoleh perusahaan dapat dilihat secara rinci pada laporan keuangan L/R. Selisih antara penghasilan dengan beban yang dikeluarkan perusahaan dalam kegiatan operasional dapat dilihat.

Prive

Prive merupakan modal yang dikeluarkan untuk kebutuhan selain kegiatan operasional perusahaan. Prive biasanya digunakan untuk kebutuhan pribadi dari pemilik perusahaan itu sendiri. Unsur prive tidak selamanya ada dalam laporan karena sifatnya kondisional.

Penambahan Modal

Penambahan modal ini merupakan selisih dari laba bersih perusahaan yang dikurangi dengan prive yang digunakan oleh pemilik saham. Jika tidak ada prive, maka keseluruhan laba bersih yang diperoleh akan menambah modal.

Baca juga : Cara Menghitung Pajak Penghasilan

4. Laporan Arus Kas

Jenis laporan keuangan perusahaan yang selanjutnya adalah laporan arus kas atau disebut juga dengan istilah cash flow. Laporan ini bertujuan untuk melihat aliran kas perusahaan baik yang masuk maupun keluar. Nantinya hasil laporan tersebut akan menjadi indikator atau tolak ukur dalam penentuan arus kas di periode mendatang.

Beberapa unsur atau elemen yang menjadi sumber perputaran arus kas antara lain:

Kegiatan Usaha atau Operating Activities

Arus kas yang berasal dari kegiatan usaha ini meliputi pengeluaran serta penerimaan kas. Beberapa contoh yang menggambarkan arus kas pada kegiatan usaha, seperti penerimaan uang dari usaha serta pembayaran pajak, deviden, maupun hutang perusahaan.

Kegiatan Investasi atau Investing Activities

Perubahan arus kas dari kegiatan investasi juga berasal dari penerimaan serta pengeluaran kas. Kegiatan Pendanaan disini meliputi pembelian atau penjualan aset yang dimiliki perusahaan.

Kegiatan Pendanaan

Kegiatan pendanaan berisi tentang arus kas masuk serta keluar dari pembayaran dividen, hasil penjualan obligasi, serta pelunasan kredit kepada bank.

Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan ini dianggap penting untuk melengkapi laporan keuangan yang telah disusun oleh perusahaan. Informasi yang dihasilkan sangat penting karena berisi ringkasan tentang keseluruhan laporan keuangan yang dibuat. Catatan atas laporan keuangan dibuat dengan menggunakan data berupa angka maupun teks narasi sebagai penjelas.

Jenis laporan keuangan perusahaan menjadi hal yang sangat penting ketika Anda mendirikan sebuah usaha baik berupa barang maupun jasa.

Jika Anda masih kesulitan untuk membuatnya, Finata dapat memberikan solusi dalam mengelola keuangan bisnis yang dijalani. Finata siap membantu dalam membuat perencanaan bisnis, pembukuan, serta sistem pengendalian kerja.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download