Select Page

Mengukur kesehatan keuangan bisnis tidak sesederhana menghitung beban utang dan aset. Untuk memastikan kondisi keuangan perusahaan tetap stabil dalam jangka panjang, seorang pengusaha perlu melakukan analisis rasio keuangan secara mendalam.

Selain mengukur kinerja perusahaan, analisis rasio juga bisa dijadikan patokan untuk menilai tepat tidaknya keputusan finansial yang telah diambil, termasuk yang berkaitan dengan investasi, permodalan, sampai kebijakan deviden.

Daftar isi:
1. Rasio Likuiditas
2. Rasio Profitabilitas
3. Debt Service Ratio
4. Rasio Solvabilitas

Lalu, apa saja sih indikator kesehatan keuangan sebuah bisnis?

1. Rasio Likuiditas

Liquidity ratio merujuk pada kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya, seperti gaji karyawan, utang perusahaan, biaya operasional, dan sebagainya. Rumus perhitungannya adalah total aset (kas) dibagi jumlah pengeluaran bulanan. Satuannya adalah bulan.

Jadi, misalnya perusahaan Anda memiliki aset sebesar Rp500 juta dengan pengeluaran bulanan rutin Rp100 juta, maka rasio likuiditasnya adalah 5 bulan. Artinya, sisa aset saat ini bisa dipakai untuk menyokong segala biaya operasional selama 5 bulan dalam kondisi tidak ada pemasukan sama sekali.

2. Rasio Profitabilitas

Profabilitas merupakan rasio yang dipakai untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, dan kelangsungan hidup bisnis ke depannya. Nilai profabilitas bisnis dapat dihitung sesuai jenis labanya dengan menggunakan rumus Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin, Return on Assets (ROA), atau Return on Investment (ROI).

3. Debt Service Ratio

Utang merupakan hal yang wajar dalam bisnis. Nah, untuk menilai apakah kondisi keuangan perusahaan Anda masih sehat atau tidak meski berutang, cobalah hitung menggunakan rasio pelunasan utang.

Angkanya dapat diperoleh dengan cara membagi beban cicilan utang dengan nilai pendapatan. Misalnya perusahaan dengan aset sebesar Rp5 miliar memiliki beban mencicil utang Rp500 juta setiap tahun. Maka debt service ratio-nya adalah 10%.

Ingat, angka maksimal debt service ratio adalah 35% dan tidak boleh lebih dari itu. Jika melebihi angka ideal, artinya keuangan perusahaan Anda bermasalah.

4. Rasio Solvabilitas

Untuk mengetahui seberapa besar risiko bangkrut perusahaan Anda di masa depan, hitunglah dengan rumus rasio solvabilitas. Caranya dengan membagi total kekayaan bersih dengan aset yang dimiliki.

Misal, total kekayaan bersih perusahaan adalah Rp50 miliar dengan nilai aset sebesar Rp75 miliar. Maka rasio solvabilitasnya adalah 66%. Artinya perusahaan tetap bisa bertahan meski terjadi penurunan aset sampai 66%.

Finata: Solusi Praktis Menganalisis Kondisi Keuangan Perusahaan 

Untuk mengukur kesehatan finansial bisnis, Anda wajib berpedoman pada hasil laporan keuangan. Nah, agar segala aktivitas pencatatan keuangan perusahaan tersusun dengan rapi dan sistematis, penggunaan teknologi komputasi accounting seperti Finata bisa dijadikan solusi.

Finata merupakan satu-satunya software akuntansi yang menawarkan fitur lengkap untuk mendukung segala aktivitas akuntansi bisnis Anda, mulai dari pencatatan, analisis keuangan untuk menilai kesehatan bisnis, sampai perhitungan pajak, dengan sistem berbasis web yang mudah diakses kapan pun dan di mana pun.

Yuk, cek kesehatan keuangan bisnis Anda dengan Finata dan dapatkan manfaat GRATIS SELAMANYA untuk UMKM beromzet di bawah Rp300 juta!