Holding Company: Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

by | May 12, 2021 | Bisnis, Blog | 0 comments

Holding-Company

Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar tentang suatu perusahaan yang menjadi satu grup dengan perusahaan lain. Perusahaan-perusahaan ini biasanya dibawahi oleh satu perusahaan yang menjadi induknya. Nah, istilah inilah yang disebut dengan Holding Company. Namun apa sebenarnya holding company itu?

Pengertian Holding Company

Holding Company adalah perusahaan utama yang menjadi induk dan membawahi beberapa perusahaan yang tergabung di dalam satu grup perusahaan. Sedangkan perusahaan yang berada dibawah perusahaan induk disebut sebagai subsidiary company atau biasa disebut anak perusahaan.

Pengertian Holding Company Menurut Ahli

– Bringham dan Houston

Menurut Bringham dan Houston (2001:413), Holding Company adalah korporasi yang memiliki saham biasa perusahaan lain dalam jumlah yang cukup sehingga bisa mengendalikan perusahaan lain tersebut.

– Munir Fuady

Advokat dan ahli hukum, Munir Fuady juga memberikan tanggapannya bahwa Holding Company merupakan perusahaan yang bertujuan memiliki saham dalam satu atau lebih perusahaan lain atau mengatur satu atau lebih perusahaan lain tersebut.

– Komaruddin

Sedangkan menurut Komaruddin, Holding Company merupakan suatu badan usaha yang didirikan dengan tujuan untuk menguasai sebagian besar saham dari badan usaha yang akan dipengaruhinya.

Tujuan Holding Company

Sebagai perusahaan induk, pastinya memiliki tujuan utama. Perusahaan induk biasanya berperan dalam perencanaan, koordinasi, konsolidasi, pengembangan, serta pengendalian dari segala aspek di dalam perusahaan dan anak perusahaan lainnya dengan tujuan agar kinerja dari anak perusahaan menjadi maksimal.

Ketika anak perusahaan dapat memberikan kinerja yang maksimal, maka diharapkan market value pun dapat meningkat. Karenanya perencanaan dan peran dari perusahaan induk sangatlah penting dan berpengaruh besar dalam kesuksesan dari anak perusahaan secara keseluruhan.

Cara Kerja Holding Company

Sebagai sebuah perusahaan induk, holding company memiliki setidaknya 3 proses untuk mengorganisir banyaknya anak perusahaan. 3 proses tersebut adalah :

– Proses Residu

Sebuah perusahaan dapat menjadi perusahaan utama apabila terjadi suatu pemecahan sektor usaha yang dijalankan perusahaan tersebut. Perusahaan yang dipecah ini, akan menjadi sebuah perusahaan mandiri. Sedangkan sisa atau residu dari perusahaan asal akan menjadi Induk atau holdingnya. Perusahaan yang menjadi holding inilah yang nantinya akan memegang saham perusahaan yang menjadi pecahannya.

– Proses Prosedural Penuh

Proses prosedural penuh merupakan sebutan atau istilah yang menyatakan jika sebuah holding company merupakan sebuah perusahaan independen dan bukan dari sisa atas perubahaan yang terjadi dalam perusahaan.

Nantinya, perusahaan independen ini dapat diambil dari salah satu perusahaan yang telah memiliki akta di dalam kepemilikan yang sama atau telah diakuisisi oleh sebuah perusahaan lain. Nantinya, perusahaan ini memiliki kepemilikan yang berbeda dan tidak berhubungan dengan perusahaan sebelumnya.

– Proses Prosedural Terprogram

Sesuai dengan namanya, proses pembentukan dari suatu holding company telah direncanakan atau ter-program semenjak awal. Karena itulah, perusahaan pertama yang didirikan secara otomatis akan menjadi perusahaan induk atau perusahaan holding. Pada proses inilah, jumlah perusahaan anakan yang ada dari perusahaan utama akan terus bertambah. Ini juga disesuaikan dengan perkembangan dari bisnis grup perusahaan tersebut.

Manfaat Holding Company

Setidaknya ada 2 alasan perusahaan menjadi holding company. Seperti yang dikatakan oleh Sulistiowati, yaitu untuk mengakomodasi perundang-undangan serta untuk memperoleh manfaat ekonomi. Berikut adalah penjelasan dari 2 alasan tersebut :

– Mengakomodasi Peraturan Perundang-Undangan

Adanya Holding Company, terkhusus di Indonesia juga didorong oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ada dua hal yang mendorong hal tersebut, yaitu:

  1. Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 1960, Surat Menteri Keuangan No.3-326/MK.016/1995 tentang konsolidasi tiga pabrik semen PT. Semen Tonasa, PT. Semen Padang, dan PT. Semen Gresik, serta Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 1997 tentang peralihan kepemilikan seluruh saham pemerintah pada beberapa industri pupuk kepada PT. Pupuk Sriwidjaya.
  2. Respon dari pelaku usaha terhadap aturan pengecualian yang terdapat dalam suatu perundang-undangan. Hal ini biasanya bersifat sektoral atau hanya mengatur sektor usaha dan industri tertentu.

 

– Strategi untuk Memperoleh Manfaat Ekonomi

Selanjutnya tak terlepas dari motif ekonomi. Perusahaan yang sudah besar akan melakukan ekspansi usahanya untuk memperkuat posisi strategisnya di pasar. Ekspansi tersebut dilakukan dengan integrasi vertikal dan horizontal atau diversifikasi usaha dengan bekerja sama dengan perusahaan lain.

Contoh Holding Company

Ada banyak contoh holding company di indonesia dan sebagian besar berasal dari BUMN. Contoh perusahaan tersebut adalah :

  • Semen Indonesia, yang membawahi beberapa perusahaan seperti PT. Semen Gresik, PT. Semen Padang dll.
  • PT Pupuk Indonesia yang menaungi beberapa perusahaan lain seperti PT. Pupuk Sriwidjaya, PT. Pupuk Kujang, serta beberapa anak perusahaan lainnya.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan.
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday