Select Page

Kaum milenial dan internet sangat mempengaruhi perubahan iklim kewirausahaan di Indonesia, salah satunya yakni dengan berkembangnya tren bisnis Social Entrepreneur atau Sociopreneur di kalangan milenial dan masyarakat urban. Kegiatan wirausaha yang dipadukan dengan aktivitas sosial ini memiliki peluang yang sangat besar dalam mengatasi masalah-masalah sosial di Indonesia.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard University menunjukkan bahwa perusahaan yang baik adalah perusahaan yang berbasis Sociopreneur dan perusahaan yang buruk adalah perusahaan yang hanya mengejar profit saja. Sociopreneur inilah yang memadukan antara keduanya, yakni dengan mendapatkan profit serta memberikan dampak sosial kepada masyarakat.

Oleh karena itu, perkembangan Sociopreneur di Indonesia semakin banyak digemari khususnya kaum milenial yang melihat gejala ketimpangan sosial dengan dipadukan oleh kegiatan berwirausaha sebagai solusi mengatasinya.

Bonus demografi yang dimiliki Indonesia memberikan peluang besar untuk terus mengembangkan bisnis di era digital ini. Nah, dalam mengembangkan peluang bagi pelaku Sociopreneur, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin membangun Sociopreneur:

  • Visi dan Misi¬†

Dalam membuat sebuah wirusaha baik itu UMKM, Start-up maupun Sociopreneur perlu mempunyai visi dan misi yang jelas. Tujuannya agar pelaku usaha mempunyai target dan mengenal usaha apa yang sedang dijalankan sehingga memberikan motivasi untuk terus mengembangkan usahanya.

  • Berinovasi

Menurut GEI (Global Enterpreneurship Index), Indonesia menempati urutan 94 dari 137 negara di dunia dengan Sumber Daya Manusia yang didominasi oleh usia produktif. Dengan peluang SDM produktif ini, bisa juga menjadi keuntungan bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produknya terlebih lagi Indonesia memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah.

  • Memberi Solusi

Hadirnya Sociopreneur memberikan solusi atas tidak meratanya kesempatan kerja terutama bagi masyarakat miskin atau berkebutuhan khusus yang sulit mencari pekerjaan. Dengan berkembangnya Sociopreneur karyawan yang diangkat oleh pelaku usaha didominasi oleh masyarakat miskin, pengangguran dan juga berkebutuhan khusus dengan memberikan keterampilan dan mengembangkan kreativitas, sehingga menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan sosial yang ada.

  • Fokus Pada Perubahan Sosial

Bornstein berpendapat, salah satu ciri Sociopreneur yakni paham akan karakteristik perilaku manusia. Seorang Sociopreneur perlu memikirkan apakah produk yang dihasilkan digunakan dan sukai oleh konsumennya, oleh karena itu, perlu mengetahui membuat perencanaan target yang akan dicapai untuk kedepannya, serta membaca rintangan dalam menjalankan misi visi sebagai agen perubahan sosial.

  • Pengelolaan Keuangan yang Baik

Banyak faktor yang menyebabkan gagalnya seorang wirausaha dalam menjalankan bisnisnya baik itu UMKM, Start-up maupun Sociopreneur faktor-faktor seperti pencatatan administrasi yang berantakan dengan proses manual, laporan keuangan yang tidak cocok antara buku dan komputer, data pembelian dan pengeluaran yang berceceran, dan sebagainya yang membuat kondisi keuangan perusahaan memburuk.

Padahal, keberlangsungan sebuah perusahaan sangat tergantung pada pelaporan akuntansi yang baik, sehingga pelaku pengusaha bisa lebih dini mendiagnosis apabila keuangan yang dikelolanya tidak sehat, oleh karenanya di era digital ini pelaku Sociopreneur pun bisa menggunakan teknologi berbasis pengelolaan keuangan untuk keberlangsungan perusahaan kedepannya.

Walaupun model wirausaha ini berbasis pada kegiatan sosial, namun tetap saja pemasukan dan pengeluaran harus di-manage secara baik dan terstruktur serta transparan sehingga pelaku bisnis Sociopreneur bisa terus mengembangkan bisnisnya.

Nah salah satu cara agar pengembangan sociopreneur agar tetap sustainable yakni dengan menggunakan software keuangan Finata. Finata bisa menjadi pilihan dalam mengelola keuangan dengan menganalisa aktivitas pemasukan dan pengeluaran secara otomatis melalui fitur unggulan yaitu fitur diagnosis kesehatan keuangan bisnis, sehingga bisnis bisa tumbuh lebih terukur dan terarah.