Stimulus DP Nol Persen sebagai Pilihan Pembiayaan Bisnis tanpa modal

by | Apr 3, 2021 | Bisnis, Akuntansi | 0 comments

dp nol persen

Apa itu DP Nol Persen?

Seperti yang kita ketahui, beberapa waktu yang lalu pemerintah memberikan keringanan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah ataupun kendaraan pribadi dengan DP NOL PERSEN.

Pada dasarnya sistem pembayaran kredit diperlukan DP (Dana pertama) yang harus dibayarkan oleh pembeli. Besaran DP ini tergantung dari aturan dari pemberi kredit, dan biasanya semakin besar DP maka biaya cicilan kredit yang harus dibayar setiap jatuh tempo akan semakin kecil.

Nah, DP nol persen adalah dana pertama yang harus dibayarkan pembeli sebelum mendapatkan barang yang akan dibeli dengan jumlah NOL RUPIAH. Sungguh menarik sekali bukan?

Pada kesempatan ini Refita tidak akan membahas mengenai kelebihan atau kekurangan DP nol persen tersebut. Tetapi Refita akan menjelaskan bagaimana sih caranya berbisnis tanpa modal?

Bisnis Tanpa Modal

Pertanyaannya apa bisa bisnis sukses tanpa modal ?

Jawabannya bisa jika kita sudah memahami konsep persamaan dasar akuntansi.

Dimana aset sama dengan hutang ditambah modal sendiri. ( Aset = Hutang + Modal)

Aset ini merupakan komponen penggunaan sumber dana  yang ditujukan untuk dapat mencetak penjualan atau menghasilkan pendapatan.

Sumber pembiayaan atau sumber dana aset ini  dapat dibiayai oleh pinjaman pihak ketiga (hutang) atau dari modal sendiri.

Jadi sangat bisa dimengerti sekali bahwa  dari persamaan dasar akuntansi ini  untuk menjalankan bisnis jika kita tidak memiliki cukup sumber dana dari modal sendiri pilihannya yaitu dengan memanfaatkan sumber dana dari pinjaman pihak ketiga atau sering disebut juga dalam akuntansi sebagai hutang atau kewajiban.

Jika kita memahami sumber pinjaman pihak ketiga ini maka kita bisa memilih atau menentukan sumber pinjaman mana yang memiliki resiko yang kecil dan benefitnya yang cukup besar untuk dapat menjalankan kegiatan bisnis.

Ilustrasi Bisnis Tanpa Modal

Sebagai contoh berikut adalah ilustrasinya :

Abdul yang baru saja menyelesaikan kuliah jurusan akuntansi berniat untuk menjalankan bisnis dibidang properti. Setelah sering mengikuti seminar seminar bisnis Abdul.

Tertarik untuk mencari properti yang dapat menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu yang panjang, Abdul memilih mencari ruko. Namun dia terkendala dengan dana untuk membeli ruko 3 lantai ditempat strategis yang  yang harganya dibawah pasaran yaitu sekitar Rp. 750 jt sementara harga pasarannya sekitar 1,4 M.

Melalui negosiasi dengan pemilik rukonya bahwa ruko tersebut dapat dibeli melalui KPR. Untuk itu Abdul berusaha menghitung berapa besar cicilan seandainya dia memilih KPR untuk membeli ruko tersebut.

Setelah dihitung-hitung jika harga ruko Rp. 750 juta tersebut di KPR kan di salah satu bank selama 10 tahun  dengan DP 20 % dan tingkat suku bunga nya flat 15%/tahun maka cicilannya sekitar 6,25 juta an/bulan.

Sementara untuk menyediakan DP sebesar Rp. 150 jt pun Abdul tidak memiliki dananya.

Sehingga Abdul mencari alternatif lain bagaimana caranya agar ruko tersebut dapat dimiliki tapi tanpa harus mengeluarkan DP. Kemudian Abdul mencari relasi teman kuliahnya dulu yang bekerja di salah satu bank terkemuka.

Dari penilaian atau apraisal bank ini ruko tersebut plafondnya sekitar 1,2 M dengan tingkat suku bunga flat 12 %/tahun  selama 10 tahun sehingga cicilannya sekitar Rp.12 juta an/bulan ( pokok pinjaman 10 jt + bunga Pinjaman 2 Jt ).

Dari hasil approval bank ini Abdul mendapatkan dana 1,2 M yang akan digunakan untuk membayar Ruko seharga Rp. 750 Jt sehingga Abdul memiliki surplus dana sebesar Rp. 450 Jt.

Dari surplus dana ini Abdul akan menggunakannya untuk melakukan renovasi Ruko tersebut untuk dijadikan tempat kost ekslusif dengan kapasitas 10 kamar.

Dimana berdasarkan Rencana anggaran renovasinya menghabiskan dana 400 jt yang berarti masih ada sisa dananya sebesar Rp. 50 Jt untuk backup operasional pengelolaan kost.

Adapun rencana 10 kamar kost ini akan di buat beberapa harga sbb :

– 4 kamar kost ekslusif seharga 2 Jt /bulan

– 4 kamar kost superior seharga 1,5 jt/bulan

– 2 kamar kost standar seharga 1 jt/bulan

 

Untuk biaya mengelola kost Abdul mempekerjakan 1 org penjaga kost dengan gaji 2 jt/bulan serta beban operasionalnya sekitar 500/bulan.

Dari data tersebut Abdul membuat proyeksi Laba rugi nya  sbb :

Pendapatan kost       

Eksklusif 4 x 2.000.000  

Rp.  8.000.000

Superior 4 x 1.500.000   

Rp.  6.000.000

Standar 2 x 1.000.000    

Rp.  2.000.000


Total Pendapatan

Rp. 16.000.000

Beban operasional

Gaji penjaga kost

Rp.  2.000.000

beban operasional

Rp.  500.000

Bunga pinjaman

Rp.  2.000.000


Total Biaya operasional

Rp. 4.500.000

Laba bersih

Total Pendapatan

Rp. 16.000.000

Total Biaya operasional

Rp. 4.500.000


Total

Rp. 11.500.000

Dari keuntungan bersih Rp. 11.500.000 ini Abdul masih bisa membayar cicilan pokok pinjamannya sebesar Rp. 10 jt an /bulan.

Sehingga neraca keuangan di bulan pertama nya dapat disajikan sbb :

Kost Abdul

Aset :

Cell

Aset Lancar

Rp. 51.500.000

Aset tetap

Cell

Bangunan kost 10 kamar

Rp. 1.150.000.000

Cell

Total Aset

Rp. 1.201.500.000

Cell
Cell

Hutang :

Cell

Hutang Bank

Rp. 1.190.000.000

Modal :

Cell

Modal sendiri

Rp. -

Laba periode berjalan

Rp.    11.500.000

Cell

Total Hutang + Modal

Rp. 1.201.500.000

Dari proyeksi keuangan diatas tentunya bisnis kost Abdul menghasilkan keuntungan meskipun tanpa modal sendiri didalam menjalankan bisnisnya melainkan menggunakan pembiayaan hutang bank. Pada akhir tahun ke 10 tentunya properti tersebut akan menjadi milik Abdul.

Seperti inilah contoh sederhana bagaimana akuntansi dapat mengukur kelayakan bisnis sukses tanpa modal.

Menarik sekali bukan?

Berbisnis tanpa modal merupakan hal yang cukup populer dikalangan pebisnis. Dengan menggunakan sistem tersebut, pebisnis bisa mendapatkan keuntungan setinggi mungkin dengan modal serendah mungkin bahkan tidak ada modal sama sekali.

Tetapi bisnis pun tidak bisa dilakukan dengan baik bilamana sistem keuangan dan akuntansi perusahaan tidak dibuat dengan baik pula. Di banyak kasus, banyak bisnis yang mengalami kebangkrutan karena lalai dalam membuat laporan keuangan sehingga perusahaan menjadi tidak bisa membaca kesehatan bisnis mereka.

Sekarang para pebisnis sudah tidak perlu khawatir lagi, karena sudah hadir program aplikasi keuangan dan akuntansi Finata. Kenapa Finata? Finata merupakan satu-satunya software akuntansi yang mampu mendiagnosis kesehatan bisnis Anda. 

Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 31 Juli 2021
Hanya Rp 199.000,-
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
Hanya Rp 199.000,-
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 20 Juli 2021
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday