Deflasi adalah istilah ekonomi yang mengatakan bahwa harga barang turun sementara nilai mata uang tetap. Hal ini membuat konsumen merasa diuntungkan karena dapat memiliki semua barang yang sebelumnya mahal. Keadaan ini bisa terjadi dalam kurun waktu yang lama sehingga membuat keadaan ekonomi suatu negara menjadi tidak stabil. Jika bagi konsumen ini adalah hal yang menguntungkan, maka tidak bagi para investor dan perekonomian negara. Lalu, apa saja dampak positif dan negatif yang bisa ditimbulkan dari permasalahan ekonomi ini?

Seramnya Dampak Deflasi Berkepanjangan

Dampak dari keadaaan ekonomi ini diakibatkan oleh beberapa faktor yang terjadi. Faktor pertama adalah keadaan bank sentral yang memberikan suku bunga terlalu tinggi kepada nasabah. Banyak produk serupa yang ada di pasar juga menjadi faktor terjadinya deflasi di suatu negara. Ketika konsumen diberikan berbagai macam pilihan produk yang serupa, persaingan harga pasti akan terjadi. Sehingga para produsen berlomba menurunkan harga produk dan membuat harga pasaran suatu produk menjadi anjlok.

Faktor ketiga yang juga tidak kalah penting sebagai penentu terjadinya deflasi adalah permintaan konsumen yang menurun atas suatu produk. Hal ini dikarenakan para konsumen sudah beralih ke produk yang lebih baru atau menarik sehingga para produsen mengalami kerugian. Dampak yang ditimbulkan ternyata memiliki efek negatif bagi masyarakat sebagai konsumen dan produsen, berikut dampak negatifnya.

Dampak Negatif Deflasi untuk Keuangan

Deflasi juga bisa memberikan dampak negatif pada suatu negara seperti inflasi. Bedanya, inflasi adalah ketika produk atau barang mengalami kenaikan harga dan kenaikan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Kejadian ini akan membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan yang akan menyelamatkan perekonomian suatu negara. Beberapa dampak negatif bisa Anda hindari ketika munculnya deflasi dengan cara mengetahui dan mempelajarinya terlebih dahulu.

Jumlah Pengangguran yang Meningkat

Hal ini terjadi karena harga produk yang semakin murah tidak bisa menutupi biaya produksi sehingga para produsen terpaksa untuk melakukan PHK. Kebijakan ini ditempuh sehingga para produsen tidak menanggung kerugian yang terlalu tinggi. Namun, ini sangat merugikan para pekerja yang kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian. Selain itu, produsen atau perusahaan akan menurunkan upah minimum karena keuangan yang tidak stabil dalam masa resesi.

Pendapatan Bisnis Menurun

Keadaan ekonomi atau masa resesi ini bisa membuat para investor rugi dan membuat penghasilan bisnis mereka menurun. Tidak jarang banyak investor yang langsung menjual seluruh aset di negara yang mengalami deflasi dan berpindah negara tujuan untuk investasi. Hal ini pastinya akan merugikan negara yang mengalami deflasi karena kehilangan investor dan peluang terciptanya lapangan pekerjaan yang baru.

Baca juga : Pengertian Devaluasi : Tujuan, Penyebab dan Dampak

Macetnya Kredit

Para produsen yang rugi akan mengalami masa krisis tidak bisa membayarkan kredit ke bank-bank terkait. Jika produsen atau para pelaku bisnis tidak mampu membayar cicilan ke bank, maka bank juga akan mengalami kesulitan dalam masalah keuangan. Pengangguran juga menjadi faktor terjadinya kemacetan kredit. Hal ini dikarenakan para pengangguran tidak memiliki pekerjaan dan sulitnya mendapatkan pekerjaan di masa resesi ini.

Turunnya Nominal Pembayaran Pajak

Dikarenakan pendapatan masyarakat yang rendah diakibatkan oleh keadaan ekonomi ini, maka pemerintah juga harus menurunkan kebijakan membayar pajak. Semakin masyarakat membayar pajak dengan rendah maka negara akan kesulitan dalam mengatur keuangan dan merancang APBN. Hal ini pastilah sangat merugikan negara dalam sektor perekonomian.

Dampak Positif Deflasi

Pada nyatanya, keadaan ekonomi ini tidak hanya memberikan dampak negatif tetapi juga dampak positif. Bagi sebagian kalangan, masa-masa ini terlihat sangat menguntungkan bagi mereka. Jika para pelaku bisnis mengalami kerugian, maka masyarakat pada umumnya bisa bernafas lega dalam proses membeli barang. Pilihan produk serupa yang beragam dengan harga yang jauh lebih murah membuat para konsumen merasa bebas membeli barang. Berikut adalah beberapa dampak positif yang bisa dimanfaatkan dalam masa resesi ini.

Membuat Masyarakat Gemar Menabung

Kejadian ekonomi ini bisa membuat masyarakat sadar akan pentingnya menabung. Jika menabung, maka Anda tidak mengalami kesulitan dalam masa ini. Kesadaran ini sangat penting untuk ditumbuhkan dalam masyarakat demi kestabilan perekonomian negara. Dengan adanya proses menabung di bank, maka perbankan suatu negara tidak akan mengalami kehancuran dalam masa resesi seperti ini.

Nilai Mata Uang yang Menguat

Walaupun barang atau produk menjadi murah, namun dalam keadaan ini nilai mata uang suatu negara akan stabil. Menguatnya nilai mata uang suatu negara akan membuat investor asing mengalami kerugian namun menguntungkan investor lokal. Harga saham lokal atau dalam negeri akan terus naik atau minimal stabil mengikuti nilai mata uang.

Baca juga : Aset dalam Akuntansi : Pengertian, Jenis dan Siklus Hidup

Mengajarkan Masyarakat Berhemat

Dengan keadaan ekonomi suatu negara yang terus berubah dan bertumbuh, hal semacam ini sangat wajar untuk terjadi. Memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya menghemat melalui masa resesi ini akan sangat efisien. Masyarakat akan mulai sadar pentingnya menghemat dan tidak berbelanja secara berlebihan.

Bagaimana Cara Menangani Deflasi?

Untuk Anda yang memilih untuk berbisnis, keadaan ini sangat penting dipelajari untuk mencegah terjadinya banyak kerugian. Pemerintah dari negara yang mengalami deflasi biasanya akan mengambil beberapa kebijakan untuk menyelamatkan ekonominya. Salah satu yang bisa dilakukan pemerintah setempat adalah memerintahkan bank sentral menurunkan suku bunga. Dengan seperti ini, masyarakat akan lebih memilih menabung uangnya dan minat untuk membeli produk akan meningkat.

Selain itu, pemerintah juga dapat menggunakan kebijakan fiskal demi menolong keuangan negara. Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dibuat untuk menambah jumlah yang beredar di masyarakat. Beberapa kebijakan lain juga harus diterapkan oleh pemerintah setempat agar masalah ekonomi ini tidak berlangsung lama. Pastikan juga Anda sudah mengatur keuangan secara baik dan benar sehingga tidak akan merasakan dampak masa resesi ini.

Cara Mengatur Keuangan

Untuk Anda yang memiliki usaha bisnis, tidak perlu khawatir untuk mengatur keuangan saat masa deflasi datang. Finata hadir sebagai software keuangan usaha yang membuat Anda dengan mudah melakukan pengecekan terhadap keuangan. Mengatur keuangan merupakan hal tersulit dalam suatu bisnis, oleh sebab itu Finata menawarkan kemudahan dengan berbagai fitur yang ditawarkan. Dengan menggunakan Finata, Anda tidak perlu memikirkan bisnis dengan susah payah saat terjadinya deflasi.

Ancaman deflasi tidak akan membuat Anda khawatir jika sudah menyusun keuangan yang baik. Melalui Finata, keuangan bisa Anda cek dimanapun dan kapanpun dengan ponsel pintar. Selain itu Finata juga memiliki software akuntansi, pajak, dan software lain yang akan membantu Anda. Untuk fitur lain yang disediakan Finata, bisa di cek melalui halaman https://finata.id. Segera dapatkan Finata dalam genggaman Anda dan nikmati beragam tawaran menarik yang sudah disediakan, khusus untuk Anda.