Select Page

Daftar isi:
– Siapkan Data-Data yang Dibutuhkan
– Proses yang Harus Dilakukan dalam Audit Keuangan
– Menyajikan Hasil Audit Keuangan

Pada dasarnya, proses audit keuangan dilakukan untuk menilai seberapa sehat bisnis yang Anda jalankan berdasarkan laporan keuangan yang ada. Kegiatan audit laporan keuangan sendiri sifatnya penting untuk menghindari risiko kesalahan pencatatan yang disengaja maupun tidak. Dengan begitu, bisa diartikan bahwa catatan keuangan yang tidak melalui proses audit maka kredibilitasnya diragukan. Berikut ini sejumlah proses audit yang bisa Anda praktikkan.

  • Siapkan Data-Data yang Dibutuhkan

Dalam melakukan audit keuangan, sebuah perusahaan haruslah memiliki laporan keuangan yang tertib sejak awal berdiri. Untuk itu, catatan keuangan menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum kegiatan audit berlangsung. Namun, sebenarnya data apa saja dari laporan keuangan yang diperlukan selama proses audit? 

Pertama, auditor perlu tahu mengenai catatan primer sejumlah akun yang dimiliki, seperti buku bank, catatan gaji, slip penyetoran, arsip tagihan belanja, kuitansi untuk penerimaan uang, dan buku besar bila ada. Data selanjutnya yang diperlukan ialah ringkasan dan laporan rekonsiliasi; daftar aset tetap; jadwal jatuh tempo untuk utang, piutang, dan hibah yang dijanjikan; serta informasi lain terkait organisasi.

  • Proses yang Harus Dilakukan dalam Audit Keuangan

Dari data yang telah disiapkan, selanjutnya auditor akan melakukan serangkaian proses pengujian untuk melihat bagaimana kondisi keuangan dari perusahaan tersebut. Adapun tahap awal melakukan audit keuangan ialah penerimaan perikatan audit. Apa itu? Pada tahap ini, auditor dan perwakilan dari perusahaan harus membuat kesepakatan yang akan disetujui bersama. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan perencanaan proses audit dengan cara memahami proses bisnis dari perusahaan yang akan diaudit, mengembangkan rencana serta program audit, dan menetapkan risiko audit. 

Masuk ke dalam proses pengujian audit, auditor akan mulai membandingkan data-data yang ada dengan informasi lainnya menggunakan metode pengujian pengendalian, untuk memastikan efektivitas pengendalian internal dan pengujian substantif guna menemukan kesalahan yang berdampak pada laporan keuangan. Terakhir, auditor akan melaporkan hasil audit dengan hati-hati karena termasuk tanggung jawab besar bagi auditor.

  • Menyajikan Hasil Audit Keuangan

Hasil audit keuangan berupa sebuah opini yang dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu:

  1. Wajar tanpa pengecualian, yaitu perusahaan telah menyajikan data secara wajar atau sesuai dengan prinsip akuntansi.
  2. Wajar dengan pengecualian, artinya data yang disajikan cukup wajar, namun ada kekurangan pada pos tertentu yang harus dikecualikan. 
  3. Tidak wajar, artinya data yang diberikan tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. 
  4. Tidak memberikan pendapatan, terjadi akibat ruang lingkup auditor dibatasi sehingga auditor tidak dapat memberikan pendapat sebagaimana mestinya. 

 

Itulah sejumlah proses audit keuangan yang perlu dilakukan untuk mengungkap masalah kritis dalam laporan keuangan. Untuk membantu proses audit, Anda bisa menggunakan sistem akuntansi online seperti Finata yang memiliki fitur indikator bisnis. 

Dengan bantuan fitur Finata ini, Anda akan lebih mudah untuk mengenali keadaan kesehatan perusahaan baik secara umum atau dapat Anda atur sesuai standar kesehatan perusahaan Anda.

Adapun fitur andalan lain dari Finata, yaitu fitur Master Data untuk mengelola informasi data pemasok, pelanggan, dan perusahaan; Transaksi In Out yang membantu Anda untuk menyederhanakan jurnal akuntasi dengan cara mencatat pengeluaran serta pemasukan; Sensor Keuangan untuk mendiagnosis kesehatan bisnis Anda. 

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang Finata? Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut..