Cara Mengelola Keuangan Startup secara Bijak

by | Aug 28, 2019 | Blog, Keuangan | 0 comments

Setiap perusahaan yang tidak bisa melakukan pengelolaan finansial pasti akan berakhir dengan kebangkrutan. Begitu pula dengan startup. Meskipun secara fisik perusahaan ini berbeda dengan jenis usaha konvensional lainnya, tetapi prosedur dan pengelolaannya tidak jauh berbeda dengan kebanyakan perusahaan.

Inilah mengapa, mengelola sebuah startup terutama soal keuangannya bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Lalu, bagaimana cara mengelola keuangan startup yang bijak dan tepat? Berikut ulasannya:

1. Pisahkan Rekening Pribadi dan Perusahaan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pengusaha startup adalah menggunakan rekening pribadi untuk transaksi bisnis mereka.

Awalnya mungkin hal ini tidak akan terlalu mempengaruhi arus keuangan perusahaan, tapi jika diteruskan, akan ada kerancuan terhadap keuangan pribadi dan perusahaan. Itulah mengapa salah satu cara mengelola keuangan startup ini penting Anda lakukan.

Apalagi jika pihak pajak tahu bahwa Anda masih menggunakan rekening pribadi. Setiap transaksi yang terjadi pasti akan dikenai pajak, tidak peduli apakah dana tersebut milik pribadi atau perusahaan. Karena itulah, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, usahakan untuk membuat rekening khusus perusahaan.

2. Bayar Kewajiban Pajak secara Tertib

Banyak yang belum mengetahui bahwa startup memiliki kewajiban perpajakan yang sama seperti UMKM atau perusahaan konvensional lainnya. Jadi, jika ingin kondisi keuangan lancar tanpa kendala, sebaiknya tunaikan kewajiban pajak secara tertib.

Untuk startup, pajak yang diberlakukan adalah PPh sebesar 1% dari pendapatan bersih jika pendapatan di atas 4,8 miliar, dan PPN.

Pembayaran pajak bisa dilakukan saat SPT Tahunan atau setiap bulan melalui bank-bank yang telah ditunjuk. Untuk perhitungan pajaknya sendiri, ada beberapa pedoman yang bisa dijadikan acuan, atau Anda bisa menggunakan jasa pengelolaan keuangan seperti Finata.

3. Hindari Penambahan Karyawan

Kebiasaan “buruk” lain pengusaha startup adalah melakukan penambahan karyawan secara berkala tanpa mempertimbangkan untung rugi perusahaan di masa yang akan datang. Berbeda dengan perusahaan biasa, startup tidak membutuhkan banyak karyawan untuk memastikan bisnis tetap berjalan.

Jika Anda baru memulai, rintislah perusahaan dengan 2 atau 3 karyawan yang mampu menjalankan beberapa tugas sekaligus untuk menghemat keungan. Karena biasanya, pada awal pendirian startup berfokus pada peningkatan value sehingga cash flow-nya minimal.

Dengan meminimalisir penambahan karyawan inilah bisa dipastikan keuangan bisnis Anda lebih aman karena ini termasuk cara mengelola keuangan startup Anda.

4. Gunakan Jasa Pengelola Keuangan

Cara mengelola keuangan startup yang terakhir adalah menggunakan jasa pengelola keuangan. Jika Anda merasa kurang ahli dalam mengelola keuangan UMKM atau startup, gunakan jasa pengelola keuangan Finata yang menyediakan software untuk membantu mengatur finansial perusahaan.

Perangkat lunak yang disediakan Finata berbasis web, sehingga penggunanya bisa mengakses dari mana dan kapan saja.

Selain mengelola keuangan, Finata juga mampu mendiagnosis kesehatan finansial perusahaan, membuat pembukuan atau akuntansi, dan membantu proses penghitungan sekaligus pembayaran pajak. Menarik, bukan?

Jadi, sudah tahu bagaimana cara mengelola keuangan startup secara bijak? Kini saatnya Anda memulai langkah Anda untuk memperbaiki pengelolaan keuangan bisnis Anda dengan baik, dengan cara mengunjungi situsnya di sini. Semoga sukses!

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download