Cara Membuat Jurnal Umum dalam Ilmu Akuntansi

by | Feb 1, 2020 | Blog, Akuntansi | 0 comments

Cara Membuat Jurnal Umum

Cara membuat jurnal umum (book of original entry) cukup mudah bagi seseorang yang berprofesi sebagai akuntan. Namun, bagi mereka yang masih awam dengan ilmu akuntansi,tentunya merasa kesulitan dan kewalahan dalam menyusunnya. Padahal, jurnal umum menjadi tahap yang paling mendasar dalam menyusun sebuah laporan keuangan.

Banyak ilmu dasar yang harus dipelajari sebagai pedoman saat mengidentifikasi setiap transaksi yang terjadi. Kesalahan dalam melakukan identifikasi dalam penyusunan book of original entry, maka siklus selanjutnya otomatis akan keliru. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memahami ilmu dasar akuntansi sebagai pedoman awal dalam menyusun keuangan di setiap periode.

Langkah Mudah Mempelajari Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Siklus Akuntansi

Dalam pembuatan jurnal umum, ada tahap-tahap yang harus Anda lalui supaya lebih mudah dalam memahaminya. Berikut ini beberapa metode atau tahapan yang harus dikuasai saat menganalisis suatu transaksi keuangan:

Memahami Sifat Masing-masing Akun pada Jurnal Umum

Terdapat banyak nama-nama akun yang digunakan dalam pembuatan jurnal umum. Anda harus mengetahui sifat serta karakteristik dari akun tersebut. Secara garis besar,akun akan bertambah mana kala berada pada posisi normal atau sering disebut dengan istilah saldo normal. Perhatikan tabel yang tertera di bawah ini agar mudah dalam memahami sifat dari setiap akun.

Tabel Karakteristik Setiap Akun

Nama AkunDebetKreditSaldo Normal
Aktiva (Asset)+Debet
Kewajiban (Hutang)+Kredit
Modal (Ekuitas)+Kredit
Pendapatan (Revenue)+Kredit
Beban (biaya)+Debet
Prive+Debet

Catatan penting:

Tabel di atas sangat membantu Anda untuk menempatkan akun pada book of original entry. Saldo normal menunjukkan bahwa akun tersebut akan bertambah pada posisi tertentu. Sebaliknya, akun akan ditempatkan pada posisi yang berlawanan mana kala terjadi pengurangan. Itulah pentingnya memahami setiap karakteristik transaksi.

Jika Anda masih bingung, mari ambil contoh dari salah satu akun tersebut. Saya akan mengambil contoh akun kewajiban atau hutang. Ketika perusahaan Anda berhutang peralatan atau mesin kepada pihak lain, maka secara otomatis hutang Anda bertambah.

Pencatatannya harus berada di posisi kanan atau kredit. Namun, ketika Anda melunasi hutang mesin tersebut, pencatatan akun hutang harus diletakkan di sebelah kiri atau debet. Secara jelas dapat Anda lihat pada tabel di bawah ini:

Mencatat Transaksi Hutang Atas Pembelian Peralatan (Mesin)

AkunDebetKredit
Peralatan (Mesin)Rp1.000.000,-
                      HutangRp1.000.000,-

Mencatat Transaksi saat Pembayaran hutang

AkunDebetKredit
HutangRp1.000.000,-
                      KasRp1.000.000,-

Keterangan:

Akun kas menggambarkan jika ada uang yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut untuk membayar hutang peralatan (mesin).

Baca juga: Tahapan Menyusun Laporan Keuangan dengan Benar dan Tepat

Mengumpulkan Bukti-bukti Transaksi

Cara membuat book of original entry sebagai dasar pembuatan laporan keuangan harus berdasarkan bukti-bukti transaksi yang terjadi. Bukti transaksi yang jelas menjadi salah satu wujud sistem pengendalian managemen keuangan untuk menghindari kecurangan atau fraud.

Bentuk dari bukti transaksi sendiri bermacam-macam, seperti nota, faktur, kwitansi, bilyet giro, cek, bukti memorandum, rekening koran, dan lain sebagainya. Alangkah baiknya jika perusahaan Anda memiliki kertas bukti transaksi resmi yang dicetak sendiri agar tidak mudah dimanipulasi oleh pihak lain.

Proses pengumpulan bukti transaksi tersebut berlaku untuk transaksi yang bersifat internal serta eksternal. Adapun transaksi internal meliputi segala sesuatu yang terjadi didalam perusahaan, seperti pembelian mesin, peralatan, biaya sewa gedung, gaji karyawan, dan lain-lain.

Berbeda dengan transaksi eksternal yang tak lain adalah penjualan barang atau jasa dari perusahaan itu sendiri. Jika suatu saat nanti terjadi problem pada hasil laporan keuangan yang tidak balance maka bisa dilakukan kroscek lewat bukti transaksi yang ada.

Mengidentifikasi Setiap Transaksi

Langkah selanjutny adalam pembuatan jurnal umum adalah mengidentifikasi setiap bukti transaksi.Tugas ini memang harus dilakukan oleh orang yang mumpuni di bidang pembukuan. Pasalnya, tidak sembarang orang dapat memahami berbagai bentuk bukti transaksi yang ada. Dibutuhkan analisa serta identifikasi yang mendalam agar menghindari terjadinya kekeliruan. Kesalahan yang terjadi pada proses identifikasi akan berakibat cukup fatal.

Hal yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu sebelum membuat bukti transaksi yaitu tidak semua kegiatan atau transaksi bisa dibuat book of original entry. Hanya transaksi yang dapat berpengaruh dalam posisi keuangan dan dapat dihitung dalam satuan uang saja yang dapat dicatatat dalam jurnal.

Adapun transaksi-transaksi lain yang tidak dapat diubah dalam satuan moneter tak dapat dilaporkan dalam jurnal. Secara umum, transaksi yang dapat dijurnal digambarkan dalam sebuah persamaan rumus dasar yaitu: Aktiva = Hutang + Modal

Membuat Jurnal Umum

Setelah terkumpul semua bukti transaksi dan telah dilakukan identifikasi, langkah paling akhir adalah membuat jurnal umum. Istilah yang digunakan untuk aktivitas membuat book of original entry sering disebut penjurnalan. Sistem pencatatan dalam aktivitas perjurnalan bersifat double entry. Maksud dari istilah tersebut adalah setiap transaksi akan berpengaruh pada dua sisi langsung yaitu debet dan kredit.

Agar lebih memahami, berikut ini beberapa contoh spesifik dalam kegiatan penjurnalan:

Transaksi 1: Tanggal 10 November 2019, Ibu Alya memberikan uang investasi sebesar Rp100.000.000,- kepada PT. Jaya Abadi.

Hasil identifikasi: Uang investasi yang diberikan Ibu Alya ke perusahaan dicatat sebagai modal sehingga berada di sebelah kredit. Sejumlah uang yang didapatkan perusahaan akan menambah kas sehingga dicatat dalam bentuk akun kas di sebelah debet.

TanggalAkunDebitKredit
10 /11/2019KasRp100.000.000,-
    ModalRp100.000.000,-

Transaksi 2: Pada tanggal 12 November 2019, PT. Jaya Abadi memperoleh pendapatan dari penjualan barang secara tunai sebesar Rp 500.000,-.

Baca juga : Manfaat Neraca Saldo yang Beraneka Ragam

Hasil identifikasi: Bertambahnya pendapatan atau revenue yang diperoleh perusahaan akan berpengaruh langsung pada saldo kredit. Pendapatan tersebut juga akan menambah jumlah kas perusahaan sehingga menjadi saldo debet transaksi tersebut.

TanggalAkunDebitKredit
12 /11/2019KasRp500.000,-
PendapatanRp500.000,-

Transaksi 3: Pada tanggal 15 November, Pak Budi selaku salah satu investor PT. Jaya Abadi meminjam uang perusahaan untuk kebutuhan pribadinya sebesar Rp2.000.000,-.

Hasil identifikasi: Kas perusahaan yang dipinjam untuk kebutuhan pribadi disebut dengan istilah prive. Saldo normal prive berada di sisi debet dan disandingkan dengan kas yang mengalami pengurangan.

TanggalAkunDebitKredit
15 /11/2019PriveRp2.000.000,-
  KasRp2.000.000,-

Transaksi 4: Pada tanggal 25 November, PT. Jaya Abadi memberikan gaji kepada semua pegawainya dengan total biaya sebesar Rp20.000.000,-.

Hasil identifikasi: Pemberian gaji karyawan termasuk dalam transaksi internal berupa biaya-biaya yang diletakkan di akun debet dan secara langsung mengurangi kas.

TanggalAkunDebitKredit
25 /11/2019Biaya GajiRp20.000.000,-
KasRp20.000.000,-

Cara membuat jurnal umum yang tepat dan akurat dibutuhkan pemahaman serta analisa mendalam. Bagi Anda yang masih merasa kesulitan dalam sistem perjurnalan, Finata siap membantu dan membimbing Anda dalam mengelola keuangan bisnis. Finata menyediakan beragam aplikasi software keuangan yang mudah dan user friendly.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download