Cara Dan Contoh Metode Garis Lurus Penyusutan Aset

by | Sep 11, 2020 | Akuntansi, Laporan Keuangan | 0 comments

Perlunya memahami metode garis lurus untuk menghitung penyusutan aset. Sebuah perusahaan pasti memiliki aset tetap atau aktiva yang dimiliki untuk melakukan produksi dalam bidang barang maupun jasa. Aset tetap yang dimiliki nilainya akan semakin berkurang dari waktu ke waktu, hal ini menyebabkan penyusutan aktiva tetap. Tetapi ada satu aktiva tetap yang tidak berkurang nilainya, yaitu tanah. Nilai tahan tidak akan berkurang dari waktu ke waktu justru akan semakin naik. Nilai aktiva tetap bisa berkurang karena barangnya dipakai terus menerus. Berikut ini adalah jenis aset yang biasanya dimiliki oleh suatu perusahaan.

  1. Aset Lancar (Current Assets)

Aset lancar adalah aset yang hanya berlangsung dan berguna dalam kurun waktu yang cukup singkat, rata-rata tidak lebih dari satu tahun. Aset ini bisa dipindahkan dalam bentuk kas kurang dari satu tahun. Contohnya adalah uang tunai, investasi jangka pendek, piutang dagang, beban dibayar di muka dan lainnya.

  • Aset Tidak Berwujud (Intangible Assets)

Sesuai namanya aset ini memang tidak berwujud tetapi bisa terlihat manfaat yang dihasilkannya. Hal ini  dikarenakan aset ini adalah hak-hak perusahaan yang kepemilikannya sudah diatur dan dilindungi oleh undang-undang yang berlaku. Contohnya adalah hak paten, hak sewa, hak kontrak, dan hak guna bangunan

  • Aset Tetap (Fixed Assets)

Perusahaan pastinya memiliki aset tetap, yaitu sumber daya atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang sifatnya permanen dan sudah jelas. Penggunaan aset ini adalah dalam waktu yang cukup lama , biasanya satu tahun atau lebih. Tujuan perusahaan memiliki aset ini bukan untuk dijual, tetapi digunakan sendiri untuk menghasilkan barang atau jasa yang diproduksi. Contoh dari aset tetap yang dimiliki perusahaan adalah

Dalam bidang akuntansi, hal ini juga bisa disebut depresiasi atau penyusutan aktiva tetap, ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk menghitung penyusutan, salah satunya dengan metode garis lurus. Di artikel kali ini akan dibahas mengenai metode yang banyak digunakan oleh perusahaan karena kemudahannya.

Baca juga: Aset dalam Akuntansi : Pengertian, Jenis dan Siklus Hidup

Faktor yang menyebabkan depresiasi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan aktiva mengalami penyusutan atau depresiasi, di antaranya adalah:

  1. Umur Ekonomis Aktiva (Economical Life Time)

Ada dua jenis umur yang dimiliki oleh aktiva; umur fisik dan umur fungsional. Umur fisik adalah umur yang berhubungan dengan konisi fisik suatu barang yang dimiliki perusahaan tersebut. Sebuah barang dikategorikan memiliki umur aktiva fisik yang baik apabila kondisi fisiknya masih bagus walaupun fungsinya sudah mulai menurun.

  • Harga Perolehan (Acquisition Cost)

Ini adalah faktor yang paling berperan dalam menentukan biaya penyusutan yang dialami. Harga ini diperoleh dari berapa jumlah uang yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang ini hingga siap digunakan.

  • Nilai Residu (Salvage Value)

Sebenarnya nilai residu tidak selalu ada karena ada kalanya barang tersebut tidak dijual pada masa penarikannya. Takaran nilai atau potensi arus kas masuk untuk suatu aktiva biasanya terjadi pada saat penarikan atau penghentian barang tersebut

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk perusahaan dalam menghitung penyusutan aktiva, berikut ini adalah sedikit penjelasan singkatnya sebelum membahas lebih lanjut tentang metode garis lurus yang banyak digunakan oleh perusahaan.

  1. Metode Penyusutan Saldo Menurun (Double Declining Balance Method)

Perhitungan yang dilakukan dengan metode ini berdasarkan pada persentase tertentu yang sudah dihitung dari harga pokok pada tahun yang bersangkutan. Persentase yang dihasilkan oleh metode ini adalah dua kali lipat dari persentase yang dihasilkan oleh metode garis lurus.

  • Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun (Sum Of The Year Digit Method)

Menghitung menggunakan metode ini akan menunjukkan penyusutan aktiva yang terjadi tiap tahun.

  • Metode Penyusutan Jam Kerja (Service Hour Method)

Berdasarkan metode ini beban penyusutan tetap ada yang didasarkan pada jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.

  • Metode Penyusutan Hasil Satuan Produksi (Productive Output Method)

Hasil yang didapatkan jika menghitung menggunakan metode ini adalah berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu.

Baca juga: 5 Metode Penyusutan Aktiva Tetap dan Contohnya

Metode garis lurus untuk menghitung penyusutan aset

Metode garis lurus atau bisa juga disebut straight line method adalah salah satu metode yang paling sering digunakan oleh perusahaan untuk menghitung nilai dari penyusutan aset tetap; bangunan dan peralatan. Penyusutan berarti anggaran biaya yang sudah ditetapkan untuk aset tetap yang ada di dalam suatu perusahaan dalam periode tertentu. Metode garis lurus lebih menekankan pada aspek waktu daripada aspek kegunaan, banyak perusahaan menggunakan metode ini karena pengunaannya lebih mudah. Jika perusahaan menerapkan metode ini, ada tiga anggapan yang memastikan perusahaan menerapkan metode ini:

  1. Kegunaan ekonomis dan aktiva menurun adalah proporsional setiap periode.
  2. Biaya yang terlihat tidak dipengaruhi penyimpangan efisiensi atau produktivitas.
  3. Pengeluaran untuk pemeliharaan dan perbaikan pada suatu periode dengan jumlah yang relatif stabil.

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan memilih menggunakan metode ini untuk menghitung biaya penyusutan aset tetapnya, metode garis lurus memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain:

  1. Metode ini lebih mudah digunakan dan diaplikasikan di akuntansi serta lebih mudah untuk menentukan tarif penyusutannya.
  2. Manfaat ekonomi aktiva yang dimiliki perusahaan setiap tahunnya sama. 
  3. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dianggap sama tiap tahunnya.
  4. Keuntungan yang dihasilkan tidak menunjukkan tingkat pengembalian yang sebenarnya dari umur kegunaan aset tetap. 
  5. Beban penyusutan yang dihasilkan tidak menggambarkan usaha dan upaya yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan.

Cara menghitung penyusutan dengan metode garis lurus cukup mudah, berikut ini adalah rumus dan contoh kasusnya.

Depresiasi= (HP – NS) : n

Dengan keterangan sebagai berikut

HP: harga perolehan

NS: nilai sisa

n: taksiran umur kegunaan

Contoh kasus:

Perusahaan kertas membeli mesin cetak pada awal tahun dengan harga Rp.100.000.000 dengan nilai sisa sejumlah Rp.10.000.000, umur ekonomis dai mesin tersebut selama 10 tahun adalah:

Penyusutan per tahun= (HP-NS) : n

           = (100.000.000-10.000.000) : 10

           = 90.000.000 : 10

           = 9.000.000

Jumlah penyusutan dan akumulasi mesin pencetak tersebut disusun dalam bentuk tabel seperti berikut ini.

Akhir tahun ke- Biaya Penyusutan (Debet) Akumulasi Penyusutan (Kredit) Nilai Buku
      100.000.000
1 9.000.000 9.000.000 92.000.000
2 9.000.000 18.000.000 83.000.000
3 9.000.000 27.000.000 74.000.000
4 9.000.000 36.000.000 65.000.000
5 9.000.000 45.000.000 56.000.000
  45.000.000    

Metode garis lurus ini sangat cocok digunakan oleh perusahaan yang menghitung penyusutan aktiva tetapnya berdasarkan waktu ke waktu yang terus berjalan, bukan berdasarkan tingkat pemakaian yang ada oleh perusahaan tersebut. Nilai penyusutan bisa didapatkan dari mengurangi biaya perolehan aset tetap dengan nilai residunya, kemudian membaginya dengan jumlah estimasi masa kegunaan.

Jika aset hanya digunakan selama beberapa waktu dalam satu tahun, itu berarti penyusutan tahunannya dihitung secara proporsional. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mempermudah penerapan metode garis lurus adalah dengan cara mengubahnya menjadi persentase terhadap biaya yang disusutkan.

Menghitung depresiasi atau penyusutan aset dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Baca juga: Metode Fifo Harga Pokok Penjualan, Kelebihan Dan Kelemahannya

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

software analisa keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis - 7 kesalahan fatal pebisnis

Download