BUMN: Pengertian, Tujuan dan Fungsinya

by | May 10, 2021 | Bisnis | 0 comments

BUMN

BUMN adalah singkatan dari Badan Usaha Milik Negara. Ada banyak BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia di berbagai sektor. Contoh sektor yang memiliki peran BUMN di dalamnya seperti pertanian, transportasi, telekomunikasi, perdagangan, keuangan, listrik, hingga kontruksi.

Tujuan dibentuknya BUMN ini adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta memenuhi kebutuhan masyarakat. Tanggung jawab dari BUMN juga langsung kepada pemerintah.

BUMN bisa sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat Indonesia, karenanya mengenal pengertian, tujuan, dan fungsi dari BUMN merupakan hal yang penting untuk dipelajari.

Pengertian BUMN

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, BUMN merupakan singkatan dari Badan Usaha Milik Negara. Pada jaman dahulu, BUMN disebut dengan PN atau Perusahaan Negara.

BUMN adalah perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah baik sepenuhnya, sebagian besar ataupun sebagian kecilnya dan dikontrol langsung oleh pemerintah itu sendiri.

BUMN berbentuk Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 dan Perusahaan Umum (PERUM) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1998.

Ciri-Ciri BUMN

Sebagai badan usaha yang dikelola oleh pemerintah, BUMN memiliki beberapa ciri yang melekat di dalamnya, ciri tersebut adalah :

1. BUMN merupakan sumber pemasukan negara

Tidak perlu diragukan lagi bila BUMN merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Semua keuntungan dari pelayanan serta penyediaan barang yang dilakukan oleh BUMN untuk masyarakat akan masuk ke kas negara.

2. Kekuasaan penuh di tangan pemerintah

BUMN dikelola penuh oleh pemerintah, mulai dari pengontrolan, pengawasan, hingga kekuasan dimiliki oleh pemerintah. Hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan dan menghindari terjadinya penyelewengan dari pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.

3. Resiko ditanggung pemerintah

Dengan kekuasaan penuh pemerintah terhadap BUMN, maka resiko yang terjadi pada BUMN tersebut juga ditanggung oleh pemerintah.

4. Saham bisa dimiliki masyarakat

Walaupun dikuasai penuh oleh pemerintah, namun saham dari BUMN dapat dimiliki oleh masyarakat umum. Namun tidak semua saham tersebut boleh dimiliki, pemerintah harus memiliki lebih dari 50 persen dari saham BUMN tersebut

5. Bertujuan untuk kepentingan umum dan pelayanan publik

BUMN dibentuk untuk menjadi instansi yang melayani kepentingan umum dan memberikan pelayanan publik. Ini merupakan tugas utama dari BUMN.

6. Produk dan Jasanya dibutuhkan oleh masyarakat

Semua produk ataupun jasa yang dimiliki oleh BUMN merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karenanya bila produk atau jasa BUMN tersebut tidak ada, maka masyarakat dipastikan akan kebingungan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Bentuk BUMN

BUMN terbagi menjadi dua bentuk perusahaan yaitu PERSERO dan PERUM, berikut penjelasannya :

– Persero

Persero atau Perseroan terbatas adalah bentuk BUMN yang menyediakan barang dan jasa bermutu tinggi dan berdaya kuat serta mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai badan usaha. Bentuk BUMN ini memiliki modal yang terbagi dalam saham dimana 51% atau lebih sahamnya dimiliki oleh negara.

– PERUM

Perum adalah singkatan dari Perusahaan Umum. Bentuk BUMN ini menyelenggarakan usaha yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyedia barang dan jasa berkualitas dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat menurut prinsip pengelolaan badan usaha yang sehat.

Modal dari Perum ini seluruhnya dimiliki oleh negara dan tidak terbagi dalam saham.

Contoh BUMN

Ada banyak BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia, badan umum tersebut juga tersebar diberbagai sektor. Contoh BUMN tersebut adalah sebagai berikut :

Sektor Energi

  • PT Perusahaan Gas Negara, Tbk, PT PLN,
  • PT Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk.

Bandar Udara

  • PT Angkasa Pura

Angkutan Darat

  • Perum DAMRI
  • PT Kereta Api Indonesia

Logistik

  • Perum Bulog
  • PT Pos Indonesia

Perbankan

  • PT Bank Negara Indonesia, Tbk (BNI)
  • PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BRI)
  • PT Bank Tabungan Negara (BTN)
  • PT Bank Mandiri Tbk.

Asuransi

  • PT Asuransi Jasa Raharja
  • PT Asuransi Jiwasraya
  • PT Jamsostek
  • PT Taspen

Jasa Pembiayaan

  • PT Danareksa
  • Perum Pegadaian
  • PT Permodalan Nasional Madani

Jasa Konstruksi

  • PT Adhi Karya Tbk
  • PT Brantas Abipraya
  • PT Hutama Karya
  • PT Istaka Karya
  • PT Nindya Karya
  • Perum Pengembangan Perumahan Nasional.

Pelabuhan

  • PT Pelabuhan Indonesia I
  • PT Pelabuhan Indonesia II (PELINDO II)
  • PT Pelabuhan Indonesia III
  • PT Pelabuhan Indonesia IV

Pelayaran

  • PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI)

Industri Farmasi

  • PT Bio Farma
  • PT Indofarma Tbk
  • PT Kimia Farma Tbk

Usaha Penerbangan

  • PT Garuda Indonesia

Perkebunan

  • PT Perkebunan Nusantara (PTPN)

Diatas merupakan beberapa contoh perusahaan BUMN yang ada di Indonesia. Selain nama-nama diatas, masih banyak perusahaan BUMN lain yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan.
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday