Biaya Bahan Baku: Pengertian, Jenis, dan Metode Pencatatannya

by | May 18, 2021 | Bisnis, Keuangan, Laporan Keuangan | 0 comments

biaya-bahan-baku

Ada 3 unsur penting dalam biaya produksi yakni biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Ketiga biaya tersebut adalah bagian penting bagi perusahaan manufaktur. Pengelolaan biaya ini juga penting karena akan mempengarui harga produk yang dijual nantinya dan akan mempengaruhi laba rugi perusahaan.

Saat ini kita akan membahas mengenai biaya bahan baku. Jadi apa sih biaya bahan baku itu? Dan bagaimana cara mencatatnya?

Pengertian Biaya Bahan Baku

Bahan baku adalah seluruh bahan yang digunakan dalam proses produksi suatu produk. Bahan baku ini mencakup seluruh bahan yang terkandung di dalam produk. Contohnya dalam memproduksi sebuah baju, maka biaya bahan bakunya seperti kain, benang, seleting, dan lainnya. Selain itu juga biaya pada lainnya seperti biaya angkut, penyimpanan dan operasional juga termasuk ke dalam biaya bahan baku ini.

Pengertian Bahan Baku Menurut Ahli

Selain penjelasan umum sebelumnya, ada beberapa pendapat dari para ahli mengenai bahan baku ini, antara lain :

– Wikipedia

Bahan baku adalah bahan yang digunakan dalam membuat produk. Sedangkan biaya bahan baku adalah seluruh biaya untuk memperoleh sampai dengan bahan siap untuk digunakan yang meliputi harga bahan, ongkos angkut, penyimpanan dan lain–lain.

– Sofjan Assauri

Bahan baku adalah Semua Bahan Baku meliputi semua bahan yang dipergunakan dalam perusahaan pabrik, kecuali terhadap bahan-bahan yang secara fisik akan digabungkan dengan produk yang dihasilkan oleh perusahaan pabrik tersebut.

– Hanggana

Bahan baku adalah sesuatu yang digunakan untuk membuat barang jadi, bahan pasti menempel menjadi satu dengan barang jadi. Dalam sebuah perusahaan bahan baku dan bahan penolong memiliki arti yang sangat penting, karena menjadi modal terjadinya proses produksi sampai hasil produksi.

Berdasarkan pendapat menurut para ahli yang sudah disebutkan, bisa dikatakan bahwa bahan baku merupakan sebagai bahan utama yang sangat dibutuhkan dalam membuat suatu proses barang dari hasil produksi.

Jenis-Jenis Bahan Pada Bahan Baku

Menurut Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri (1985) jenis bahan baku ada 2 adalah yaitu sebagai berikut :

– Bahan Baku Langsung (Direct Material)

Yaitu bahan pokok utama ini dapat dikatakan direct material atau bahan baku langsung. Bahkan, pengertian lainnya merupakan suatu bahan pokok utama yang merupakan bagian terpenting dari suatu produk barang jadi yang dihasilkan perusahaan. Walaupun, biaya yang sudah di keluarkan dalam hal membeli bahan pokok langsung akan sangat berkaitan erat dengan barang produksi yang dihasilkan.

– Bahan Baku Tidak Langsung (Indirect Material)

Yaitu ialah suatu nama lain dari bahan pokok pendamping pada jenis bahan baku ini. Namun, pengertian lainnya yang dapat diketahui merupakan suatu bahan yang ikut berperan kedalam bahan utama pada saat kegiatan proses produksi tetapi bahan ini tidak secara langsung terlihat pada suatu barang jadi yang sudah dihasilkan oleh perusahaan.

Metode Pencatatan Biaya Bahan Baku

Ada dua macam metode pencatatan biaya bahan baku yang dipakai dalam produksi.

  • Metode Mutasi Persediaan (perpetual inventory method)

Metode mutasi persediaan adalah metode pencatatan biaya bahan baku di mana setiap mutasi bahan baku dicatat dalam kartu persediaan.

  • Metode Persediaan Fisik (physical inventory method)

Metode pencatatan biaya bahan baku di mana hanya tambahan persediaan bahan baku dari pembelian saja yang dicatat.

Untuk mengetahui berapa biaya bahan baku yang dipakai dalam produksi, harus dilakukan dengan cara menghitung sisa persediaan bahan baku yang masih ada di gudang pada akhir periode akuntansi.

Harga pokok persediaan awal bahan baku ditambah dengan harga pokok bahan baku yang dibeli selama periode.

Dikurangi dengan harga pokok persediaan harga pokok persediaan bahan baku yang masih ada pada akhir periode adalah biaya bahan baku yang dipakai dalam produksi selama periode yang bersangkutan.

Metode persediaan fisik adalah cocok digunakan dalam penentuan biaya bahan baku dalam perusahaan yang harga pokok produksinya dikumpulkan dengan metode harga pokok proses.

Metode mutasi persediaan adalah cocok digunakan dalam perusahaan yang harga pokok produksinya dikumpulkan dengan metode harga pokok persediaan.

A: Metode Identifikasi Khusus (Specific Identification Method)

Dalam metode ini, setiap jenis bahan baku yang ada di gudang harus diberi tanda pada harga pokok persediaan berapa bahan baku tersebut dibeli.

Setiap pembelian bahan baku yang harga per satuannya berbeda dengan harga per satuan bahan baku yang sudah ada di gudang, harus dipisahkan penyimpanannya dan diberi tanda pada harga berapa bahan baku tersebut dibeli.

Dalam metode ini, tiap-tiap jenis bahan baku yang ada digudang jelas identitas harga pokoknya.

Sehingga setiap pemakaian bahan baku dapat diketahui harga pokok per satuannya secara tepat.

B: Metode Masuk Pertama Keluar Pertama

Metode masuk pertama keluar pertama atau First in First Out (FIFO) adalah metode untuk menentukan biaya bahan baku.

Dengan anggapan bahwa harga pokok per satuan bahan baku yang pertama masuk dalam gudang, digunakan untuk menentukan harga bahan baku yang pertama kali dipakai.

Perlu ditekankan bahwa untuk menentukan biaya bahan baku, anggapan aliran biaya tidak harus sesuai dengan aliran fisik bahan baku dalam produksi.

Mutasi persediaan bahan baku yang terjadi karena transaksi pembelian dicatat dalam jurnal pembelian dengan jurnal sebagai berikut:

[Debit] Persediaan Bahan Baku  Rp xxx
[Kredit] Utang Dagang  Rp xxx

Jika perusahaan menggunakan metode mutasi persediaan dalam pencatatan persediaannya, pembelian bahan baku tersebut dicatat juga dalam kartu persediaan (sebagai buku pembantu persediaan) pada kolom.

Mutasi persediaan bahan baku yang terjadi karena transaksi pemakaian bahan baku dicatat dalam jurnal umum (atau jurnal pemakaian bahan baku) dengan jurnal sebagai berikut:

[Debit] Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku  Rp xxx
[Kredit] Persediaan Bahan Baku  Rp xxx

Pemakaian bahan baku ini dicatat juga dalam kartu persediaan pada kolom “pemakaian”.

C: Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (Last-in First-out Method)

Metode masuk terakhir, keluar pertama atau Last in First Out (LIFO) adalah cara menentukan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi.

Dengan anggapan bahwa harga pokok per satuan bahan baku yang terakhir masuk dalam persediaan gudang, dipakai untuk menentukan harga pokok bahan baku yang pertama kali dipakai dalam produksi.

D: Metode Rata-rata Bergerak (Moving Average Method)

Metode rata-rata bergerak adalah cara untuk menentukan harga pokok bahan baku dengan menghitung harga pokok rata-rata persediaan bahan baku yang ada di gudang.

Caranya adalah dengan membagi total harga pokok dengan jumlah satuannya.

Setiap kali terjadi pembelian yang harga pokok satuannya berbeda dengan harga pokok rata-rata persediaan yang ada di gudang, harus dilakukan perhitungan harga pokok rata-rata per satuan yang baru.

Bahan baku yang dipakai dalam proses produksi dihitung harga pokoknya dengan mengalikan jumlah satuan bahan baku yang dipakai dengan harga pokok rata-rata per satuan bahan baku yang ada di gudang.

Metode ini juga disebut dengan metode rata-rata tertimbang.

Karena dalam menghitung rata-rata harga pokok persediaan bahan baku menggunakan kuantitas bahan baku sebagai angka penimbangnya.

E: Metode Biaya Standar

Pengertian metode biaya standar adalah metode penentuan harga pokok bahan baku dengan cara mencatat bahan baku yang dibeli dalam kartu persediaan sebesar harga standar (standard price).

Yaitu harga taksiran yang mencerminkan harga yang diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang.

Harga standar adalah harga yang diperkirakan untuk anggaran tertentu.

Pada saat dipakai, bahan baku dibebankan pada produk di harga standar tersebut.

F: Metode Rata-rata Harga Pokok Bahan Baku pada Akhir Bulan.

Dalam metode ini pada tiap akhir bulan dilakukan penghitungan harga pokok rata-rata per satuan tiap jenis persediaan bahan baku yang ada di gudang.

Harga pokok rata-rata per satuan ini kemudaian digunakan untuk menghitung harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi pada bulan berikutnya.

Menghitung harga pokok penjualan dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani.

Di jaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.