Bank Sentral: Pengertian, Tugas dan Wewenangnya

by | Jul 19, 2021 | Keuangan, Blog, Laporan Keuangan | 0 comments

bank sentral

Ekonomi merupakan salah satu poin penting yang dibutuhkan dalam suatu kehidupan bernegara. Dalam perekonomian tersebut ada sebuah lembaga yang bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang disebut dengan bank sentral.

Apa sih bank sentral itu?

Pengertian Bank Sentral

Secara singkat, Bank Sentral adalah suatu insitusi nasional atau lembaga nasional yang bertanggung jawab dalam menjaga kestabilan harga dan nilai suatu mata uang yang berlaku di suatu negara.

Peran bank sentral di Indonesia diserahkan pada Bank Indonesia yang memiliki tanggung jawab dalam hal stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, menjaga tingkat inflasi, dan semua sistem keuangan dalam suatu negara.

bank indonesia

Tugas Bank Sentral

Sebagai lembaga yang mengatur kestabilan ekonomi dalam suatu negara, bank sentral memiliki beberapa tugas penting, yaitu :

– Mengendalikan Kebijakan Moneter

Pembuatan kebijakan moneter merupakan tugas dari bank sentral. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat sehingga harga barang dan jasa dapat terkendali

– Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran

Jenis pembayaran yang dilakukan di masyarakat saat ini adalah tunai dan non tunai. Tugas bank sentral adalah menciptakan aturan, kesepakatan, standar, dan prosedur yang digunakan dalam peredaran uang di masyarakat

– Mengatur dan Mengawasi Perbankan

Bank sentral melakukan makroprudensial untuk menjaga kestabilan sistem keuangan. Kebijakan makroprudensial adalah kebijakan yang disusun untuk memberikan batasan pada risiko dan biaya krisis yang sinematik agar keseimbangan sistem keuangan tetap terjaga.

Wewenang Bank Sentral

Beberapa kewenangan bank sentral dalam perekonomian negara adalah sebagai berikut :

  • Menentukan dan menetapkan tingkat diskonto, cadangan minimum bank umum, pembiayaan atau kredit. Serta target moneter dengan menghitung tingkat inflasi di Indonesia,
  • Mengendalikan moneter pada operasi pasar terbuka di pasar uang,
  • Kewenangan Mengatur Sistem Pembayaran,
  • Menentukan dan menetapkan pemakaian instrumen pembayaran,
  • Mengawasi penyedia jasa sistem pembayaran,
  • Membuat dan memberikan izin atas penyelenggaraan sistem pembayaran,
  • Kewenangan Mengatur dan Mengawasi Perbankan,
  • Membuat dan menetapkan peraturan perbankan di Indonesia,
  • Memberikan sanksi kepada bank yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Sesuai peraturan perundang-undangan,
  • Memberikan dan mencabut izin terhadap kelembagaan dan aktivitas usaha dari sebuah bank,
  • Mengawasi bank sebagai sistem perbankan.

Sejarah Bank Sentral

Sejarah bank sentral tidak terlepas dari sejarah dikenalnya sistem uang sebagai alat tukar dalam perdagangan dan perekonomian secara umum, dan mulai ditemukannya metode perbankan untuk pertama kalinya dalam perekonomian dan perdagangan suatu negara. Di mana pada zaman dahulu alat tukar yang digunakan adalah memang berupa uang yang memang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap material yang terbuat dari uang tersebut. Biasanya berupa uang logam (emas, perak, perunggu, dll) yang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap nilai dari uang logam tersebut. Artinya jika uang logam emas seberat 1 gram bernilai 1000 misalnya, pada saat itu memang karena emas dengan kondisi 1 gr tersebut ketika diperdagangkan/dipertukarkan di mana-mana nilainya adalah 1000. Alat tukar dengan uang logam seperti ini sudah lebih maju dibandingkan dengan kondisi sebelumnya di mana perdagangan dilakukan dengan alat tukar yang belum bisa diterima oleh banyak kalangan atau bahkan sistem barter langsung terhadap barang yang diperdagangkan di mana ini menjadi cikal-bakal dimulainya perdagangan dalam sejarah peradaban manusia.

bank indonesia

Untuk itulah kemudian dikenal sistem uang kertas yang pertama kali ditemukan melalui sistem penjaminan yang dalam hal ini dilakukan oleh suatu badan penjamin sekaligus penyimpan yang disebut bank, di mana uang kertas yang dikeluarkan oleh bank tersebut dijamin memiliki nilai yang sama atau dijanjikan akan memiliki nilai beberapa kali lebih besar terhadap emas atau uang logam yang di simpan oleh nasabah/masyarakat pada waktu mendatang atau pada masa yang ditentukan. Pada praktik dan perkembangannya masing-masing, bank-bank yang pada saat itu membuat aturannya sendiri-sendiri dan jenis-jenis jaminan/uang kertasnya masing-masing yang sangat potensial merugikan masyarakat karena belum dikelola negara untuk memastikan tidak adanya penyimpangan atau aturan yang tidak adil. Di mana pada suatu ketika seorang nasabah berniat untuk mengambil kembali emas atau uang logam yang disimpan pada bank tersebut dengan cara menukar kembali uang kertas yang dia dapat dari bank tersebut ternyata harus kecewa karena uang logam yang dia terima lebih sedikit dari yang dijanjikan atau bahkan lebih kecil dari jumlah yang sama dari yang pernah ia simpan ke bank tersebut. Pada masa itulah mulai terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah model-model fraud dan rekayasa dalam sektor industri yang baru ini, yaitu sektor keuangan.

 

Sejak itulah negara menyadari perlunya suatu bank sentral yang selanjutnya didirikan dengan tujuan untuk memastikan adanya satu jenis mata uang kertas yang sama dan berlaku di suatu negara tersebut agar memiliki nilai yang stabil dan dapat dipercaya karena dijamin oleh negara (dengan cara awalnya negara menjamin uang kertas tersebut dengan sejumlah emas deposit atau logam berharga lainnya yang dicadangkan setiap mencetak nominal uang tersebut, namun belakangan tidak lagi dan jaminannya hanya atas nama negara saja atau sejumlah kecil emas) dan dapat dipergunakan terus menerus oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas perekenomiannya di negara tersebut. Dan dengan kewenangannya bank sentral mengatur jumlah uang yang beredar tersebut agar dapat menggerakkan roda perekonomian dengan keseimbangan yang tepat antara peredaran jumlah uang dan barang, dan dapat terus saling mengembangkan, dengan cara tidak sampai menyebabkan kelebihan jumlah likuiditas/uang yang beredar dalam perekonomian negara tersebut yang dapat menyebabkan inflasi (naiknya harga-harga atau turunnya nilai uang), dan juga sebaliknya jangan sampai terjadi kekurangan likuiditas yang dapat menyebabkan perekonomian sulit bergerak apalagi untuk berkembang. (Wikipedia – Bank Sentral)

Peranan Bank sentral sangat penting dalam menjaga perekonomian dalam suatu negara. Dengan perekonomian yang terjaga, maka perputaran ekonomi dan krisis yang tidak diinginkan akan terkendali dengan baik.

Tentu saja pengelolaan bank sentral harus dilakukan dengan baik sebagaimana mestinya. Pengambilan keputusan yang tepat sesuai dengan laporan keuangan sangatlah penting dikarenakan masa depan perusahaan akan dipengaruhi oleh pengambilan keputusan tersebut. Dengan sistem diagnosis kesehatan bisnis yang dimiliki oleh finata, perusahaan akan mendapatkan acuan dalam pengambilan keputusan dari suatu perusahaan.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 31 Juli 2021
Hanya Rp 199.000,-
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
Hanya Rp 199.000,-
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Diskon 60%+60% Khusus Selama PPKM
DISKON TERBATAS !! Sampai dengan 20 Juli 2021
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday