Audit: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Tahapannya

by | May 28, 2021 | Akuntansi, Bisnis, Laporan Keuangan | 0 comments

audit

Dalam bisnis, terdapat beberapa data-data penting yang mempengaruhi jalannya perusahaan secara keseluruhan. Poin penting tersebut meliputi data penjualan, data stok yang tersedia, serta data keuangan. Beberapa poin tersebut harus akurat agar perusahaan dan bisnisnya dapat tetap berjalan dan semakin berkembang.

Namun bagaimana bila data tersebut ternyata tidak akurat? Tentu saja bila data tersebut tidak akurat, maka data tersebut menjadi tidak berguna. Bahkan kekeliruan data penyesuaian data dengan aktual di lapangan dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian bahkan menjadi pailit.

Untuk meminimalisir resiko kerugian, perusahaan biasanya melakukan suatu kegiatan yang disebut dengan audit. Singkat kata, audit adalah kegiatan yang dilakukan untuk meninjau kembali informasi atau data konkrit pada laporan agar menjadi akurat.

Peran dari audit ini sangat besar. Dengan melakukan audit pada laporan, perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat untuk perusahaan.

Apa itu Audit?

Audit adalah kegiatan peninjauan data-data konkrit pada suatu laporan agar menjadi akurat. Audit melakukan pemeriksaan data laporan secara detail untuk mengetahui bila ada kekeliruan dalam data tersebut dengan kenyataan di lapangan.

Biasanya, audit dilakukan untuk memeriksa laporan keuangan baik perusahaan maupun perorangan. Hasil dari audit ini sangat penting karena akan mempengaruhi perusahaan dalam mengambil keputusan kedepannya.

Sebagai contoh, bila pabrik garment melakukan audit pada laporan keuangan, dapat diketahui apakah modal dari pembelian material bahan baku telah sesuai dengan kenyataan dan tertulis pada laporan tersebut. Bila terlihat ada yang ganjil, maka auditor dapat melakukan pemeriksaan sedetail mungkin untuk menguji kebenarannya.

Jenis-Jenis Audit

Ada dua jenis audit yang biasa dilakukan oleh perusahaan, yaitu :

1. Audit Umum

Audit umum adalah usaha peninjauan kembali dan evaluasi oleh auditor independen. Audit umum mengikuti standar profesional akuntan publik serta kode etik yang berlaku. Audit ini merupakan jenis audit yang banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam menguji kebenaran sebuah laporan.

2. Audit Khusus

Audit khusus adalah pemeriksaan laporan keuangan dengan ruang lingkup yang terbatas. Misalnya perusahaan akan mengaudit divisi marketing dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.

Tahapan Audit

Ada beberapa tahapan dalam melakukan sebuah audit. Tahapan tersebut antara lain :

1. Tahap Perencanaan dan Persiapan

Merupakan tahap awal dalam melakukan audit. Pihak auditor akan melakukan pembuatan rencana audit, mencatat semua audit sepanjang tahun, menguraikan ruang lingkup, dan mengidentifikasi orang-orang yang bertanggung jawab untuk melakukan audit.

2. Tahap Eksekusi

Pada tahap ini auditor mulai melakukan pengumpulan dan analisis data dan informasi dengan memeriksa dokumen, pengumpulan data, dan lainnya.

3. Tahan Pelaporan dan Review

Laporan ini merupakan kompilasi dan temuan dari proses audit dan rekomendasi yang diajukan oleh auditor. Laporan dikirimkan untuk direview oleh pihak manajemen.

4. Tindakan Korektif dan Pencegahan

Pihak auditor akan melakukan tindakan korektif dan preventif. Tindakan ini memperbaiki kekeliruan yang terbukti pada saat proses audit. Selain itu pihak auditor juga akan memberikan rekomendasi untuk tindakan pencegahan guna menghilangkan kekeliruan kembali di masa depan.

Fungsi Audit

Pada dasarnya, fungsi audit adalah untuk membantu perusahaan atau bisnis agar dapat berkembang di masa yang akan datang. Dengan melakukan audit diharapkan perusahaan akan terhindar dari kecurangan dan penipuan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, dengan melakukan audit maka karyawan akan semakin teliti dalam membuat laporan agar tidak terjadi lagi kesalahan dan kekeliruan di masa yang akan datang.

Jenis Opini Auditor Pada Audit Keuangan

Dalam melakukan audit, auditor biasanya akan memberikan opini terkait laporan keuangan. Beberapa opini dari auditor tersebut dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

1. Unqualified Opinion

Merupakan opini yang dikeluarkan oleh auditor tanpa adanya suatu keberatan apapun atas laporan keuangan yang disajikan oleh pihak manajemen. Biasanya opini ini diberikan pada saat bukti audit yang dibutuhkan telah terkumpul secara mencukupi dan auditor telah menjalankan tugasnya sedemikian rupa, sehingga ia dapat memastikan kerja lapangan telah ditaati.

Selanjutnya opini ini juga dikeluarkan bila laporan keuangan yang di audit disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang umum berlaku di Indonesia dan ditetapkan secara konsisten pada laporan-laporan sebelumnya. Demikian pula penjelasan yang mencukupi telah disertakan pada catatan kaki dan bagian-bagian lain dari laporan keuangan.

Terakhir, opini ini juga dikeluarkan bila tidak terdapat ketidakpastian yang cukup berarti mengenai perkembangan di masa mendatang yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya atau dipecahkan secara memuaskan.

2. Qualified Opinion

Opini ini dikeluarkan bila auditor merasa keberatan atas salah satu perkiraan yang tercatat pada laporan keuangan, namun tidak mempengaruhi secara material atas laporan keuangan yang disajikan manajemen.

Beberapa faktor keluarnya opini ini adalah pada saat tidak adanya bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan lingkup audit yang material tetapi tidak memengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan.

Selain itu opini ini dapat keluar pada saat auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum yang berdampak material tetapi tidak memengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan. Penyimpangan tersebut dapat berupa pengungkapan yang tidak memadai, maupun perubahan dalam prinsip akuntansi.

3. Disclaimer Opinion

Opini ini dikenal sebagai opini penolakan. Maksud dari opini ini adalah pada saat pihak auditor menolak untuk memberikan pendapat perihal laporan keuangan yang diberikan oleh pihak manajemen.

Penyebab dari penolakan tersebut biasanya karena adanya pembatasan ruang lingkup pada luasnya pemeriksaan, atau adanya ketidakpastian pada jumlah suatu perkiraan pada laporan keuangan tersebut.

4. Adverse Opinion

Opini terakhir ini merupakan opini yang dikeluarkan oleh auditor yang menyatakan tidak setuju pada laporan keuangan tersebut. Auditor benar-benar merasa yakin bila isi dari laporan keuangan tersebut tidak layak untuk disajikan.

Memiliki data yang lengkap dan akurat merupakan hal yang penting bagi bisnis dan perusahaan. Alasannya karena masa depan perusahaan ditentukan oleh keputusan-keputusan oleh pemimpin perusahaan yang mengacu pada data-data tersebut. Karena itulah melakukan audit adalah hal yang penting untuk perusahaan dalam memastikan kebenaran dari laporan yang disajikan oleh pihak manajemen.

Melakukan analisis laporan keuangan secara terperinci memang sangat penting untuk melihat keadaan perusahaan dan menjadi acuan dalam pengambilan langkah-langkah bisnis di kemudian hari. Pembuatan laporan keuangan dan analisis laporan keuangan dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya.

Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Di jaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.