Apa Itu Green Finance
Apa Itu Green Finance

Apa itu green finance serta apa kaitannya dengan konsep keuangan dalam bisnis. Pertanyaan-pertanyaan tersebut belakangan ini sering kali didengar. Bukan Tanpa Alasan soalnya 30 tahun belakangan, tentang pasar modal sudah berkembang dan tumbuh secara pesat di seluruh dunia. Sekarang ini Hutang pasar modal dibutuhkan untuk menjalankan proyek hijau yang seyogyanya mengedepankan lingkungan. Agar lebih jelas berikut yang lengkap mengenai Green Finance.

Pengertian Green Finance

Green finance sendiri merupakan sebuah konsep keuangan hijau guna menciptakan setelah mendistribusikan produk layanan keuangan yang akan mendorong terjadinya investasi ramah lingkungan serta pembangunan berkelanjutan. Dari konsep green Finance ialah modal yang digunakan untuk pembangunan maupun proyek yang ramah lingkungan. Untuk itu Green Finance akan meliputi berbagai sektor, diantaranya: transportasi berkelanjutan keanekaragaman hayati pencegahan atau pengendalian polusi pariwisata berkelanjutan dan manajemen sumber daya alam.

Alasan Pentingnya Green Finance

Hasil analisa Asian Development Bank atau ADB memperlihatkan bahwa benua Asia saat ini sedang berkembang dan membutuhkan sekitar 1,7 triliun dolar tiap tahunnya untuk pembangunan infrastruktur. Adapun infrastruktur tersebut meliputi listrik transportasi air telekomunikasi dan lain sebagainya. Sementara itu fokus terbarunya diperkirakan pada sektor pertanian kelautan Kehutanan dan keanekaragaman hayati.

Apabila negara-negara di Asia ingin mencapai pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan PBB maka investasi di bidang-bidang tersebut haruslah hijau dan menerapkan konsep green Finance. Green Finance ini akan membantu dalam mengatasi sistem keuangan pasar dan lainnya termasuk untuk hal-hal dibawah ini:

  • Bank pada umumnya tidak berkenan dalam melakukan pinjaman untuk proyek infrastruktur berkelanjutan dalam jangka panjang
  • Manfaat kegiatan ekonomi atau eksternalitas meliputi polusi udara air tidak diinternalisasi di dalam penetapan harga
  • Banyak  investor yang bertanggung jawab perihal lingkungan serta sosial tidak tahu tempat perusahaan untuk melakukan investasi karena kurangnya informasi.
  • Investor tidak mempunyai data maupun alat menganalisa investasi di dalam proyek ramah lingkungan

Masalah-masalah di atas bisa diatasi dengan penerapan Green Finance. Selain itu Green Finance juga bisa membantu mengubah pola pikir dan perilaku seseorang. Iya Abang juga bisa meminta pertanggungjawaban terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan perusahaan yang sedang mereka pinjami.  Konsep ini biasanya disebut dengan lender’s liability.

Baca juga : Pengaruh Inflasi Terhadap Ekonomi Negara

Peran Sektor Swasta Dalam Green Finance

Laporan ADB Catalyzing Green Finance menyebutkan bahwa semua sistem keuangan Perlu untuk di reorientasi guna  mewujudkan ekonomi hijau. Selain itu guna meningkatkan serta mendorong pendanaan sektor swasta Pemerintah perlu melakukan kerjasama dengan sejumlah pelaku. 

Adapun tujuan dilakukannya hal tersebut ialah meningkatkan aliran mudah dan mengembangkan pendekatan keuangan yang inovatif. Ada dua kategori yang perta perantara keuangan meliputi bank komersial bank investasi, perusahaan manajemen investasi, perusahaan ekuitas swasta dan perusahaan manajemen investasi. Identitas dapat digunakan para penyedia modal yang kemudian digunakan untuk menghubungkan peluang investasi.

Peranan Utama Green Finance

Terdapat tiga peranan utama dari green Finance yaitu sebagai berikut:

Pertama menghijaukan Sistem perbankan. Green banking atau konsep perbankan hijau memerlukan kerjasama dengan pihak bank serta memasukkan faktor lingkungan dalam  por portofolio pinjaman. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap perbandingan penetapan harga dengan hasil lingkungan. Hal ini kemudian akan berpotensi untuk peningkatan terhadap biaya hutang perusahaan yang mengeluarkan polusi tinggi. Sebaliknya perusahaan yang sadar akan lingkungan akan memudahkan akses terhadap ke pendanaan yang rendah. Keduanya akan saling membantu dalam penerapan praktik ramah lingkungan di berbagai sektor. 

Kedua dapat menghijaukan pasar obligasi. Hal ini merupakan instrumen hutang yang digunakan dalam pembiayaan proyek ramah lingkungan pasar obligasi yang hijau akan bermanfaat bagi proyek hijau serta investor tidak hanya itu, manfaat lain ialah bisa menyediakan sumber tambahan pembiayaan hijau. Mandiri obligasi hijau diterbitkan oleh ADB guna mengefisiensi energi kota hijau dan juga transportasi berkelanjutan.

Ketiga dapat menghijaukan investor institusional. Adanya investasi berkelanjutan yang mengutamakan lingkungan, tata kelola pemilihan, manajemen portofolio dan sosial akan mencakup beberapa kegiatan dan strategi meliputi:

  • Investasi bertema berkelanjutan investasi dampak atau komunitas penapisan negatif atau exclusionary penyaringan berbasis norma
  • Penapisan positif atau best in class
  • Keterlibatan pemegang saham dan perusahaan
  • Integrasi faktor-faktor lingkungan sosial dan tata kelola 

Baca juga : Apa Itu Beban Administrasi Dalam Membangun Usaha

Syarat Mempromosikan Green Finance

Setelah mengetahui apa itu green finance, maka selanjutnya ialah mengetahui syarat untuk mempromosikannya. Terdapat beberapa syarat untuk mempromosikan green finance yang nantinya akan membantu mewujudkan proyek berkelanjutan serta ramah lingkungan. Adapun syarat untuk mempromosikannya ialah sebagai berikut:

  • Pertama pengungkapan yang baik akan berfungsi dalam meningkatkan Green Finance Contohnya seperti ADB yang menerbitkan laporan keberlanjutan sekali dalam 2 tahun
  • Kedua evaluasi diperlukan guna menetapkan harga aset yang terdapat pada instrumen keuangan yang erat kaitanya dengan modal alam seperti hutan atau sungai melalui analitik prediktif.
  • Ketiga, pengembangan kapasitas dan kebijakan contohnya dengan berpacu terhadap standar pasar hijau ASEAN dan juga forum pasar modal ASEAN semua itu juga disesuaikan dengan tingkatan negara.

Green Finance Publik Masih Penting

Walaupun sebagian besar green finance dilakukan oleh pihak swasta, namun green finance publik akan tetap memainkan peranannya. Pihak pemerintah bisa mendukung dengan memberikan inovasi di dalam sisi penawaran meningkatkan alokasi terhadap anggaran. Jika hal tersebut bisa dilakukan maka fleksibilitas dana program hijau akan tercipta dengan adanya pembangunan sekarang ini biasanya aliran dana Green Finance berasal dari negara maju ke negara berkembang.

Mengatur Keuangan Bisnis Green Finance

Seperti apapun konsep keuangan hijau yang diberlakukan yang perlu dipastikan adalah kesehatan bisnis yang harus selalu terjaga. Hal tersebut bisa dilakukan setelah paham dengan jelas apa itu green finance. Tidak lupa pula kepraktisan dan jangka waktu yang digunakan untuk mendiagnosis nya haruslah efektif serta efisien. Pada zaman teknologi yang canggih ini hal tersebut tidak perlu lagi Anda khawatirkan ada banyak software yang bisa mendiagnosis kesehatan bisnis. Meskipun demikian pilihan terbaiknya hanya ada pada Finata.

Finata merupakan software akuntansi dan analisa keuangan bisnis yang akan memudahkan anda dalam mengelola serta mendiagnosis kesehatan bisnis. Tidak hanya itu, keperluan lain seperti transaksi dan jurnal, laporan keuangan yang lengkap, dashboard personalisasi dan juga utiliti dan administrasi bisa dilakukan dengan Finata. 

Mengapa harus Finata? Karena banyak pilihan yang ditawarkan dengan harga yang bersahabat. Pengelolaan inventory menjadi praktis, karena secara sistematis dihitung berdasarkan aktivitas-aktivitas transaksi perusahaan. Pencatatan dan perhitungan persediaan barang pun akan menjadi lebih akurat. 

Hitung setor dan lapor pajak akan menjadi lebih mudah karena Finata melalui pengisian form. Tidak sampai disitu saja, manajemen produksi juga akan lebih mudah karena proses pencatatan transaksi tersebut untuk mengubah bahan barang baku menjadi bahan jadi serta menghitung rata-rata biaya produksi yang diperlukan juga mudah. Nah, tunggu apalagi? Segera gunakan Finata sekarang juga.