Apa Itu Debt Stacking Dan Cara Menggunakannya Dengan Baik Dan Benar
Apa Itu Debt Stacking
Apa Itu Debt Stacking
Apa Itu Debt Stacking

Suatu pernyataan tentang apa itu debt stacking tengah menjadi sorotan. Karena kata tersebut sering dijadikan sebagai suatu saran untuk melunasi hutang. Mungkin untuk sebagian orang tidak begitu paham tentang makna dari debt stacking.

Pengertian Debt Stacking

Sebelum tertarik dalam melunasi hutang dengan metode debt stacking, sebaiknya kenali terlebih dahulu tentang apa itu debt stacking dengan mendalam. Supaya dapat dimanfaatkan untuk melunasi hutang dengan sangat baik.

Debt stacking juga dikenal dengan nama debt avalanche. Arti metode debt stacking / avalanche ialah salah satu teknik untuk melunasi hutang dengan cara membuat daftar piutang dari urutan bunga yang paling tinggi ke bunga yang paling rendah.

Sehingga piutang yang mempunyai bunga tinggi akan mendapatkan prioritas dan dilunasi terlebih dahulu. Sedangkan untuk piutang dengan bunga rendah, dapat dilunasi di kemudian hari setelah piutang dengan bunga tinggi terbayar lunas.

Metode ini memiliki beberapa kelebihan secara logika. Piutang dengan bunga tinggi pasti akan sangat mengganggu keuangan dan menjadi salah satu kendala untuk memenuhi kebutuhan pokok serta melunasi piutang lainnya.

 Jika piutang dengan bunga tinggal dilunasi terlebih dahulu, maka kondisi keuangan akan menjadi membaik di kemudian hari. Lalu dapat dengan mudah untuk melunasi piutang dengan bunga rendah. Kondisi keuangan pun akan membaik di kemudian hari.

Cara Kerja Debt Stacking

Debt stacking ini sangat direkomendasikan oleh ahli keuangan, seperti Kolumnis Nerd Wallet Liz Weston. Dia pun berpendapat jika dengan metode ini dapat terlepas dari jeratan hutang. Karena piutang yang paling mencekik, akan diselesaikan terlebih dahulu.

  • Melihat daftar piutang terlebih dahulu

Langkah untuk melunasi piutang dengan metode ini yaitu dengan melihat daftar piutang yang ada. Oleh karena itu sebaiknya gunakan finata. Supaya lebih mudah untuk mengetahui daftar piutang yang harus dibayar.

Apalagi dalam software akuntansi ini terdapat fitur rekapitulasi piutang. Sehingga dapat mengecek daftar pituang dengan lebih detail beserta bunga yang harus dibayarkan.

Baca juga : Telat Lapor SPT Tahunan? Siap Bayar Denda

  • Urutkan pituang dari bunga paling tinggi ke bunga yang paling rendah

Setelah menyaksikan daftar piutang yang ada, urutkan daftar piutang tersebut mulai dari bunga besar hingga bunga kecil. Untuk langkah yang satu ini merupakan mungkin harus jeli.

Karena jumlah pituang yang tinggi belum tentu mempunyai bunga yang tinggi pula. Dan sebaliknya pituang dengan jumlah kecil, sangat memungkinkan untuk dikenakan bunga tinggi.

Jadi untuk melunasi hutang dengan metode ini hanya fokus pada besarnya bunga. Dan abaikan besarnya piutang dan jumlah cicilan di setiap bulannya. Sehingga jangan mudah terkecoh dengan piutang dengan jumlah cicilan paling tinggi.

  • Mengecek anggaran / gaji per bulan

Setelah melihat daftar piutang dan mengurutkannya, langkah selanjutnya yaitu melihat nominal dari sumber anggaran yang ada. Untuk sumber anggaran, mengacu pada gaji per bulan.

Dalam hal ini harus membuat daftar pengeluaran untuk bulan terlebih dahulu. Daftar pengeluaran tersebut harus mencangkup dengan pengeluaran untuk membayar hutang. Susun pengeluaran sepadat mungkin.

Untuk cara ini sebaiknya tidak disalah artikan dengan hanya terfokus pada piutang dengan bunga paling tinggi semata. Sebab untuk hutang lainnya juga harus masuk ke dalam anggaran pengeluaran. Hanya saja untuk piutang dengan bunga tinggi mendapat perlakuan yang lebih.

Jika hutang lain tidak dimasukkan ke dalam anggaran, maka jumlah bunga akan bertambah tinggi. Sehingga untuk metode ini sebenarnya tidak mengabaikan pituang dengan bunga rendah sepenuhnya.

Lalu untuk besarnya cicilan pada hutang dengan bunga tinggi, sebaiknya dibayarkan secara double. Dengan membayar cicilan pada bunga paling besar secara double, maka piutang akan cepat teselesaikan.

Mungkin untuk bulan ini dan bulan berikutnya pengeluaran akan membengkak. Tetapi setelah hutang dengan bunga paling tinggi lunas, maka kondisi keuangan pun akan segera stabil. Dengan kata lain dapat segera terlepas dari tanggungan yang paling besar.

Baca juga : Berbagai Macam Investasi Jangka Panjang Kini Semakin Mudah diatasi

Setelah hutang dengan bunga paling tinggi lunas, selanjutnya harus menerapkan cara yang sama untuk melunasi sisa hutan yang sama. Jadi lakukan pembayaran double untuk hutang selanjutnya.

  • Buat reminder

Langkah yang satu ini mungkin cukup sepele, tetapi sangat berguna dan bermanfaat. Untuk membuat reminder tentang piutang, dapat dibuat melalui finata. Meskipun akan sel aluminum ingat untuk membayar hutang, namun dengan adanya reminder, akan menolak untuk lupa membayar cicilan yang ada.

Keuntungan Dept Stacking

Jika melakukan pembayaran piutang dengan debt stacking dengan konsisten dan disiplin, akan merasakan dengan baik metode ini. Dengan memanfaatkan metode debt stacking, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melunasi hutang akan lebih efektif. Jadi tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk melunasi semua hutang yang ada. Jika dapat segera terlepas dari jeratan hutang, kondisi keuangan pun dapat segera membaik.

Tetapi tidak jika tidak melakukan metode ini secara konsisten, maka keuntungan daripada dept stacking tidak akan dirasakan sepenuhnya. Bahkan akan menjadikannya hal yang sangat sia – sia dalam mengetahui setiap langkah daring dept stacking.

Kekurangan Dept Stacking

Kekurangan dari metode dept stacking terletak dari cara melunasinya. Dengan metode ini, harus menekan biaya untuk melunasi hutang terlebih dahulu. Sedangkan untuk biaya lain harus ditunda. Jadi dengan metode ini harus rela menghilangkan suatu keinginan untuk membelinya barang yang sangat diinginkan. Karena hal itu pula membuat metode terkadang sama sekali tidak berguna.

Tips Dalam Dept Stacking

Sebenarnya metode ini cukup sulit untuk digunakan dilakukan. Karena sangat tidak mungkin untuk memuaskan / menekan biaya pengeluaran hanya untuk piutang semata. Apalagi dalam setiap bulan, sering kali mengalami pengeluaran yang tidak terduga. Misalnya biaya untuk berobat.

Disamping kekurangan tersebut, ada suatu tips yang cukup efektif untuk melunasi hutang dengan metode dept stacking. Caranya dengan melakukan pembayaran piutang secara regular terlebih dahulu. Hal tersebut dapat dilakukan selama ±3 – 6 bulan.

Selama melakukan pembayaran piutang secara regular, harus menambah anggaran khusus untuk biaya tidak terduga. Dengan kata lain menyisihkan sebagian pendapatan hanya demi pengeluaran tidak terduga.

Setelah nominal dalam pembayaran tidak terduga cukup, maka dapat menerapkan metode dept stacking dengan lancar. Setelah pembayaran piutang untuk bunga paling tinggi lunas, dapat dengan mudah melunasi pituang selanjutnya dengan memanfaatkan biaya yang tidak terduga.

Kemudian dengan menyisihkan biaya yang tidak terduga, tidak akan lagi masalah / kendala untuk melunasi hutang dengan dept stacking. Jika terdapat suatu permasalahan, tidak akan mempengaruhi ataupun mengganggu pengeluaran yang memang telah dipusatkan untuk melunasi piutang. Sebab telah ada dana khusus untuk suatu pengeluaran yang tidak terduga.

Itulah penjelasan tentang apa itu debt stacking. Serta bagaimana cara untuk menggunakan metode pelunasan hutang dept stacking dengan baik dan benar. Metode dept stacking akan jauh lebih efektif dan teroganisir jika disertai dengan penggunaan Finata. Sebab detail anggaran yang harus dikeluarkan di setiap bulannya akan jauh lebih jelas.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

software analisa keuangan bisnis