Pengertian Dan Contoh Analisis Rasio Solvabilitas Untuk Menilai Kinerja Perusahaan

by | Sep 15, 2020 | Keuangan, Akuntansi | 0 comments

Analisis Rasio solvabilitas atau bisa juga disebut dengan leverage ratio merupakan suatu rasio yang digunakan untuk menilai dan menghitung kemampuan sebuah perusahaan dalam membayar kewajiban yang dimiliki. Rasio ini juga membandingkan beban hutang yang dimiliki perusahaan secara menyeluruh dengan aset yang sudah dikelola dan dimiliki. Ada dua hal yang harus diperhatikan ketika membuat analisis rasio solvabilitas ini; jika aset dari suatu perusahaan ini lebih banyak dimiliki dari yang memegang, hal itu berarti menandakan perusahaan yang kurang leverage, akan berbeda hal jika pemegang aset dalma hal yang dominan adalah bank, maka perusahaan yang disebut mempunyai tingkat leverage cukup tinggi.

Satu hal penting yang perlu diingat tentang analisis rasio ini adalah, rasio ini sangat penting untuk asuransi karena bisa melihat seberapa sehat dan baik perusahaan tersebut membayar kewajibannya.

Jenis-jenis analisis rasio solvabilitas

Ada beberapa jenis rasio solvabilitas yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui kemampuan solvabilitasnya. Solvabilitas sendiri adalah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban atau hutang yang dimiliki menggunakan semua aset yang dimiliki. Berikut adalah jenis-jenis rasio solvabilitas.

Rasio Hutang (Debt Ratio)

Rasio hutang menilai dengan cara seberapa besar suatu perusahaan menggunakan hutang untuk membiayai aset yang dimiliki, dengan cara membandingkan total hutang dan total dari aset yang dimiliki. Perlu diingat bahwa aset serta ekuitas merupakan 2 hal yang sudah pasti berbeda. Aset dari perusahaan ialah sumber daya atau transaksi yang diperoleh di masa sebelumnya sehingga menjadi milik pengusaha tersebut.

Sementara itu, ekuitas ialah hak residual dari aset perusahaan setelah adanya pengurangan dari seluruh liabilitas. Persentase yang digunakan menggunakan metode ini adalah 100% minimum atau 1:1, maksudnya adalah utang Rp.1 dapat dijamin oleh aktiva tetap Rp.1 yang dimiliki dari perusahaan. Biasanya kreditur akan memilih perusahaan yang memiliki rasio hutang rendah, hal ini dikarenakan kondisi perusahaan yang aman sehingga terhindari kebangkrutan

analisis rasio solvabilitas

Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt To Equity Ratio)

Jenis analisis rasio solvabilitas selanjutnya adalah DER, rasio yang satu ini membandingkan total lilabilitas dan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Perusahaan yang memiliki hutang lebih besar daripada modal yang dimiliki dinilai kurang baik karena akan menambah beban perusahaan yang bisa mengakibatkan pailit. Tujuannya dihitung dengan rasio ini untuk mengetahui besar bagian dari modal yang dimiliki perusahaan tersebut. Semakin kecil rasio yang dihasilkan dengan perhitungan ini, maka semakin baik.

Times Interest Earned Ratio

Rasio ini memiliki tujuan untuk mengetahui adanya kemampuan dari perusahaan untuk dapat membayar juga melunasi dari beban bunga yang ada di masa depan. Caranya dengan membandingkan laba dari sebelum pajak, dengan bunga terhadap biaya bunga itu sendiri.

Menggunakan analisis rasio solvabilitas memiliki tujuan dan maksud yang ingin dicapai dan diketahui, yaitu sebagai berikut.

  1. Melakukan analisa pengaruh hutang terhadap pengelolaan aset.
  2. Mengetahui posisi dari perusahaan apabila diketahui dari posisi hutangnya.
  3. Memastikan berapa banyak aset perusahaan yang dibantu dengan hutang.
  4. Mengetahui sampai mana pengusaha itu mampu membayar hutang beserta bunganya
  5. Untuk memastikan jatuh tempo terhadap modal perusahaan.
  6. Melalukan peninjauan keseimbangan dari suatu nilai aktiva terhadap modal yang dimiliki perusahaan.
  7. Dapat mengetahui banyaknya porsi dari modal perusahaan yang dijadikan jaminan dari hutang untuk jangka yang panjang.

Baca juga: Apa Saja Analisis Rasio Keuangan Perusahaan Dan Cara Membacanya

Berikut ini akan dijelaskan beberapa rumus untuk analisis rasio solvabilitas berserta contoh soalnya.

  1. Debt To Equity Ratio

DER=TOTAL HUTANG/EKUITAS (MODAL) X 100%

  • Debt Ratio Atau Rasio Hutang

RASIO HUTANG=TOTAL HUTANG/TOTAL ASET X 100%

  • Times Interest Earned Ration

TIMES INTEREST EARNED RATIO=LABA SEBELUM PAJAK DAN BUNGA/BEBAN BUNGA X 100%

Contoh soal 1

Jika perusahaan Maju Makmur memiliki neraca seperti berikut.

  • Saham : Rp.210.000.000
  • Laba ditahan: Rp.72.500.000
  • Kas: Rp.12.500.000
  • Piutang dagang: Rp.37.500.000
  • Barang dagangan: Rp. 100.000.000
  • Mesin: Rp.125.000.000
  • Bangunan: Rp.175.000.000
  • Tanah: Rp.50.000.000
  • Obligasi: Rp.90.000.000

Maka berapa solvabilitas perusahaan jika dihitung memakai Rasio Modal dengan Aktiva?

Diketahui:
a. Modal sendiri: Saham + Laba ditahan = 210.000.000 + 72.500.000 = 282.500.000
b. Total aktiva : Kas + Piutang dagang + Barang dagangan + Mesin + Bangunan + Tanah = 12.500.000 + 37.500.000 + 100.000.000 + 125.000.000 + 175.000.000 + 50.000.000 = 500.000.000

Ditanyakan: Berapa rasio modal dengan aktiva?

Dijawab:

RASIO MODAL DENGAN AKTIVA = (MODAL SENDIRI/TOTAL AKTIVA) X 100%

   = (282.500.000/500.000.000) x 100%

   = 28,25%

Contoh soal 2

Perusahaan ABC memiliki total aktiva sebesar Rp. 16.000.000, hutang lancar sebesar Rp. 30.000.000 dan hutang jangka panjang sebesar 46.000.000. Maka berapa rasio hutang terhadap ekuitas nya?

Diketahui:
a. Total aktiva : Rp. 16.000.000
b. Total hutang : hutang lancar + hutang jangka panjang = 30.000.000 + 46.000.000 = 76.000.000

Ditanya: Berapa rasio hutang terhadap ekuitas?

Dijawab:

RASIO HUTANG TERHADAP EKUITAS = (TOTAL HUTANG/TOTAL AKTIVA) X 100%

           = (76.000.000/16.000.000) X 100%

           = 95%

Sangat penting untuk semua perusahaan memahami dan membuat analisis rasio solvabilitas untuk pengembangan perusahannya. Tidak bisa dipungkiri pada suatu waktu pasti perusahaan akan kekurangan dana dan membutuhkan suntikan dana guna melanjutkan bisnis dan usahanya. Tetapi mencairkan dana untuk hutang tidak hanya sembarangan, semua membutuhkan perhitungan yang tepat dan bijak supaya tidak memberatkan perusahaan di kemudian hari.

Satu hal penting yang perlu diingat adalah apabila rasio solvabilitas sebuah perusahaan tinggi, maka akan memiliki risiko kerugian yang lebih tinggi. Ketika hutang sudah didapatkan, analisis rasio solvabilitas masih harus tetap dilakukan untuk menjaga cash flow perusahaan agar tetap aman.

Analisis rasio solvabilitas dapat diketahui dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Baca juga: 5 Klasifikasi, Pengertian, dan Contoh Analisis Rasio Likuiditas

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download