Pengertian Dan Contoh Analisis Rasio Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Perusahaan

by | Sep 16, 2020 | Keuangan, Akuntansi | 0 comments

Analisis Rasio Profitabilitas ialah suatu metode perbandingan yang dipakai oleh perusahaan untuk mengetahui jumlah laba yang didapatkan dalam kurun waktu tertentu. Laba yang dihitung adalah hasil memanfaatkan dari sumber daya yang sudah diolah dan dimiliki oleh perusahaan tersebut, antara lain modal atau penjualan. Analisis Rasio Profitabilitas ini dapat menunjukkan tingkat efektivitas perusahaan tersebut, dengan mengacu pada satu hal, yaitu, jika nilai rasio profitabilitas semakin tinggi, maka perusahaan tersebut dalam kondisi baik.

Analisis rasio profitabilitas memiliki fungsi, beberapa di antaranya adalah:

  • Memberikan nilai dari laba bersih setelah membayar pajak dan jumlah modal.
  • Mengetahui keuntungan yang diperoleh suatu perusahaan dalam periode tertentu.
  • Menilai kemampuan kredit perusahaan tersebut berdasarkan jumlah aset dan sumber daya yang sudah dimiliki (biasanya hal ini dilakukan oleh bank), tujuannya adalah untuk bank itu sendiri; menilai efisiensi perusahaan tersebut.
  • Membandingkan laba suatu perusahaan pada tahun ini dan tahun sebelumnya.
  • Memperlihatkan hitungan laba dari waktu ke waktu yang didapat perusahaan
  • Investor akan menanyakan hal ini dan menilai jumlah laba yang akan diperoleh jika mereka memutuskan untuk investasi.

Jenis-jenis analisis rasio profatibilitas

Ada beberapa jenis analisis rasio profitabilitas yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk kepentingan , yakni:

Rasio Pengembalian Aset (Return On Assets Ratio)

Dengan menggunakan rasio ini, efisiensi suatu perusahaan untuk mengelola dan mengatur aset akan terlihat. Rasio ini juga menunjukkan berapa persen laba atau keuntungan yang diperoleh dari perusahaan yang berhubungan dengan sumber daya atau total aset yang dimiliki.

Rumus:

analisis rasio profitabilitas - Finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Contoh:

Perusahaan kertas memiliki laba bersih Rp400.000.000 dengan total aset Rp80.000.000, maka rasio pengembalian asetnya adalah

Rasio Pengembalian Aset=(400.000.000:80.000.000) x 100%

      = 5 x 100%

      = 50%

Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Jenis perhitungan yang digunakan di analisis rasio profitabilitas ini digunakan untuk mengetahui laba yang diperoleh dari suatu perusahaan dilihat dari biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa. Jika laba kotor semakin besar, hal ini berarti semakin baik dan efisien dari kegiatan dalam operasional perusahaan tersebut karena menunjukkan adanya harga pokok untuk penjualan yang lebih rendah dari penjualan itu sendiri.

Rumus:

(Laba Kotor:Pendapatan Penjualan) x 100%

Contoh:

Pendapatan penjualan yang diperoleh dari perusahaan kayu selama satu tahun adalah Rp 120.000.000 dengan laba kotor sebesar Rp 100.000.000

Marjin Laba Kotor=(100.000.000: 120.000.000) x 100%

      = 0,83% x 100%

      = 8,33%

Baca juga: Apa Saja Analisis Rasio Keuangan Perusahaan Dan Cara Membacanya

Rasio Pengembalian Ekuitas (Return On Equity Ratio)

Biasa disingkat ROE, rasio ini digunakan untuk menghitung laba yang diperoleh dari investor yang melakukan investasi di perusahaan tersebut. Cara menghitungnya adalah, penghasilan perusahaan yang didapat terhadap modal yang diinvestasikan oleh investor.

Rumus: (Laba Bersih Setelah Pajak:Ekuitas Pemegang Saham) x 100%

Contoh:

Laba yang diperoleh pada perusahaan baja setelah dikurangi pajak adalah  Rp500.000.000 dengan total ekuitas dari pemegang saham  Rp600.000.000, maka berikut adalah REO-nya

Rasio Pengembalian Ekuitas=(500.000.000:600.000.000) x 100%

          =0,83 x 100%

          =83,33%

Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Jenis perhitungan selanjutnya dari analisis rasio profitabilitas merupakan langkah untuk mengetahui laba bersih yang sudah diperoleh perusahaan setelah dikurangi pajak yang sudah dibayarkan. Jika marjin yang dihasilkan semakin tinggi maka hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki tingkat operasional yang baik.

Rumus: (Laba Bersih Setelah Pajak:Penjualan) x 100%

Contoh:

Jumlah penjualan yang diperoleh dari perusahaan minyak goreng adalah Rp90.000.000 dengan laba bersih setelah dikurangi pajak adalah Rp9.000.000

Marjin Laba Bersih=(9.000.000:90.000.000) x 100%

       =0,1×100%

       =10%

Earning Per Share

Rasio yang satu ini juga bisa disebut EPS, digunakan untuk menilai kemampuan per lembar saham dalam memberikan keuntungan untuk perusahaan. Investor sangat memperhatikan hal ini karena ini adalah salah satu indikator suatu perusahaan.

Rumus: (Laba Bersih Setelah Pajak-Dividen Saham):Jumlah Saham yang Beredar

Contoh:

Perusahaan karet memiliki sahan yang beredar sejumlah 50.000 lembar pada tahun 2016. Laba bersih yang diperoleh setelah membayar pajak adalah Rp250.000.000. dividen yang dibagikan oleh perusahaan karet tersebut adalah sebesar 10% atau senilai Rp25.000.000.

Earning Per Share=(Laba Bersih Setelah Pajak-Dividen Saham):Jumlah Saham yang Beredar

      =(250.000.000-25.000.000):50.000

      =225.000.000:50.000

      =Rp 4.500

Return On Investment

Biasa disingkat ROI, rasio digunakan untuk mengukur adanya tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam mendapatkan adanya keuntungan terhadap semua jumlah aktiva yang dimiliki.

Rumus: ((Laba Atas Investasi-Investasi Awal):Investasi) x 100%

Contoh:

Sebuah perusahaan kapas mendapatkan investasi sebesar Rp300.000.000, kemudian mendapatkan penjualan sebesar 500 barang. Hasil penjualan yang diperoleh, memberikan keuntungan sebesar Rp400.000.000

ROI=((Laba Atas Investasi-Investasi Awal):Investasi) x 100%

       =((400.000.000-300.000.000):400.000.000) x 100%

       =(100.000.000:400.000.000) x 100%

       =25%

Pengembalian Modal Yang Digunakan (Return On Capital Employed)

ROCE adalah salah satu analisis rasio profitabilitas yang bisa dipakai untuk menghitung dan mengukur keuntungan perusahaan dari modal awal yang dipakai.

Rumus:

Laba Operasi Bersih: (Total Aset-Kewajiban)

Contoh:

Perusahaan yang sudah bergerak pada bidang buah dan sayur memiliki aset senilai Rp250.000.000 dan memiliki kewajiban Rp100.000.000. Pada tahun yang sama perusahaan tersebut memiliki jenis laba yang bersih Rp200.000.000

ROCE= Laba Operasi Bersih : (Total Aset-Kewajiban)

          =200.000.000 : (250.000.000-100.000.000)

          =200.000.000 : 150.000.000

          =1,3 kali

Baca juga: 5 Klasifikasi, Pengertian, dan Contoh Analisis Rasio Likuiditas

Rasio Pengembalian Penjualan (Return On Sales Ratio)

ROS ini digunakan untuk mengetahui tingkat dari keuntungan suatu perusahaan setelah melakukan dalam pembayaran biaya-biaya dari suatu produksi.

Rumus:

(Laba Sebelum Pajak dan Bunga:Penjualan) x 100%

Contoh:

Perusahaan sepatu memiliki laba sebelum pajak dan bunga senilai Rp100.000.000 dan nilai penjualan produk Rp700.000.000

ROS= (Laba Sebelum Pajak dan Bunga:Penjualan) x 100%

        = (100.000.000:700.000.000) x 100%

        =14%

Analisis rasio profitabilitas ini perlu dan wajib dilakukan oleh semua perusahaan karena merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan perusahaan. Jika tidak bisa memahami analisis ini, akan memberikan dampak yang negatif dan bisa menyebabkan kerugian bahkan pailit.

Analisis rasio profitabilitas dapat diketahui dengan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Baca juga: Keuntungan dan Kerugian Hutang dalam Berbisnis

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download